Kisah Pilu Smor San: Permukiman Kumuh Paling Horor di Dunia, Berdiri di Atas Makam Ratusan Mayat!

JATENG.AKURAT.CO, Bayangkan sebuah pemukiman kumuh, dengan gubuk-gubuk seadanya, yang bukan berdiri di pinggir sungai atau di lahan kosong, melainkan di atas kuburan.
Inilah realitas menyedihkan yang terjadi di Smor San, sebuah area di Phnom Penh, Kamboja.
Smor San dijuluki sebagai salah satu permukiman kumuh paling unik dan mengerikan di dunia karena para penduduknya benar-benar hidup di tengah-tengah makam.
Jejak Sejarah Rezim Khmer Merah
Kisah pilu Smor San tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelam Kamboja.
Kemiskinan ekstrem di negara ini adalah akibat langsung dari rezim Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot pada tahun 1970-an.
Rezim ini melarang semua kepemilikan pribadi, membuat banyak warga kehilangan tanah dan rumah. Akibatnya, jutaan orang terpaksa mencari tempat tinggal seadanya.
Awalnya, mereka mendirikan tempat tinggal di pinggir sungai dan rawa.
Namun, setelah serangkaian bencana banjir dan kebakaran, banyak dari mereka kembali kehilangan tempat tinggal.
Dalam keputusasaan, sekelompok orang menemukan tempat yang mereka anggap aman untuk membangun gubuk: pemakaman Smor San.
Mereka yakin, di tempat ini, mereka tidak akan diganggu oleh "penghuni" sebenarnya.
Permukiman di Atas Makam dan Mitos Keselamatan
Keputusan untuk tinggal di pemakaman tentu saja memicu kemarahan dari keluarga orang yang sudah meninggal.
Namun, seiring berjalannya waktu, pemukiman ini menjadi permanen.
Banyak jasad bahkan terpaksa digali dan dipindahkan untuk memberi ruang bagi kehidupan.
Kini, jumlah orang yang hidup di pemakaman tersebut jauh lebih banyak daripada orang yang sudah meninggal.
Pemerintah Kamboja sempat mencoba merelokasi warga Smor San ke perumahan baru di Andong.
Namun, proyek ini gagal total karena perumahan tersebut dianggap tidak layak huni dan lebih mirip "kandang."
Sejak itu, rencana untuk mengusir warga dari pemakaman Smor San dihentikan.
Menariknya, salah satu alasan pemerintah menghentikan penggusuran adalah karena adanya keyakinan luas bahwa mengganggu tempat peristirahatan orang yang sudah meninggal adalah karma buruk.
Keyakinan ini justru membuat Smor San dianggap sebagai salah satu permukiman kumuh teraman di Kamboja.
Tidak ada yang berani melakukan kejahatan di sana, karena takut akan kesialan yang menimpa mereka.
Kisah Smor San adalah pengingat betapa ekstremnya kemiskinan bisa memaksa manusia untuk beradaptasi, bahkan di tempat yang paling tidak terduga.
Ini adalah gambaran nyata dari perjuangan untuk bertahan hidup di tengah sisa-sisa sejarah yang menyakitkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









