Jateng

Makam Massal di Kampung Plumbon, Semarang: Kehidupan dan Misteri di Balik Pemakaman yang Dilupakan

Theo Adi Pratama | 4 Februari 2024, 16:00 WIB
Makam Massal di Kampung Plumbon, Semarang: Kehidupan dan Misteri di Balik Pemakaman yang Dilupakan

AKURAT.CO Misteri, Di tengah hutan, tepatnya di Kampung Plumbon, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang, terdapat sebuah makam massal yang menjadi saksi bisu dari sejumlah kisah hidup dan misteri yang terkubur bersamaan.

Meski tersembunyi dan tak terakses dengan kendaraan, makam ini menyimpan memori dari peristiwa tahun 1965 yang kemudian diberi nisan oleh Pemerintah Kota Semarang pada 2015.

Berada di bukit lahan milik PT Perhutani yang masuk wilayah RT 07/RW 03, Kelurahan Wonosari, makam ini tak dilengkapi penanda jalan atau tanda khusus.

Baca Juga: Misteri Wisata Telaga Wahyu di Magetan: Surga Tersembuny' dan Mitos yang Berkaitan dengan Pernikahan

Hanya warga setempat yang mengetahui keberadaannya.

Salah satu keluarga yang dimakamkan di sana, yaitu keluarga Moetiah, terus menjaga tradisi ziarah meski dengan ketidakpastian mengenai asal-usul dan identitas nisan yang terpampang.

Ketua RT setempat, Gunawan, menjelaskan bahwa keluarga Moetiah sebelum tahun 2015 datang dengan merahasiakan kehadiran mereka.

Baca Juga: Mitos dan Misteri Larangan Menggelar Pertunjukan Wayang di Desa Rahtawu: Kepercayaan Spiritual dan Kisah Mistis

Namun, setelah keberadaan mereka terungkap, mereka rutin berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon.

Keberanian keluarga ini menghadap makam massal menjadi satu-satunya cahaya di tengah sepi yang menyelimuti kuburan tersebut.

Namun, keadaan makam saat ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda.

Nama-nama yang terpampang pada nisan yang diletakkan oleh Pemerintah Kota Semarang pada 2015 sudah tidak terlihat lagi.

Baca Juga: Misteri Jalan Robyong Mijen, Semarang: Suasana Kesunyian yang Memukau dan Kisah Mistis yang Menghantui

Daun-daun menutupi makam hingga dua kuburan tak terlihat. Sayangnya, area tersebut seolah ditinggalkan begitu saja tanpa pemeliharaan.

Gunawan mengungkapkan bahwa tidak ada yang secara rutin membersihkan makam tersebut, kecuali jika ada orang yang mencari nomor togel.

Menurutnya, pada masa lalu, makam ini seringkali dijadikan tempat untuk mencari nomor togel.

Orang-orang dari luar wilayah kerap datang mencari nomor tersebut, membawa kopi, kemenyan, bunga, atau bahkan rokok.

Baca Juga: Jalan Tegalsari Semarang: Jejak Misteri dan Penampakan Gaib di Malam Hari

Warga lain, Sodiq, menyebut bahwa masa-masa pencarian nomor tersebut ramai sebelum tahun 1995.

Pencari nomor biasanya juga yang membersihkan makam. Hal tersebut menjadi ritual tersendiri, namun seiring berjalannya waktu, praktik tersebut semakin berkurang.

Makam massal di Kampung Plumbon, Semarang, bukan hanya sekadar tempat peristirahatan terakhir.

Ia menyimpan kisah kehidupan, misteri, dan keunikan budaya lokal yang perlahan terlupakan.

Meskipun berada dalam sepi dan tersembunyi, ia menjadi bagian dari warisan kota yang perlu diperhatikan dan dirawat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.