Makam Massal di Kampung Plumbon, Semarang: Kehidupan dan Misteri di Balik Pemakaman yang Dilupakan

AKURAT.CO Misteri, Di tengah hutan, tepatnya di Kampung Plumbon, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang, terdapat sebuah makam massal yang menjadi saksi bisu dari sejumlah kisah hidup dan misteri yang terkubur bersamaan.
Meski tersembunyi dan tak terakses dengan kendaraan, makam ini menyimpan memori dari peristiwa tahun 1965 yang kemudian diberi nisan oleh Pemerintah Kota Semarang pada 2015.
Berada di bukit lahan milik PT Perhutani yang masuk wilayah RT 07/RW 03, Kelurahan Wonosari, makam ini tak dilengkapi penanda jalan atau tanda khusus.
Baca Juga: Misteri Wisata Telaga Wahyu di Magetan: Surga Tersembuny' dan Mitos yang Berkaitan dengan Pernikahan
Hanya warga setempat yang mengetahui keberadaannya.
Salah satu keluarga yang dimakamkan di sana, yaitu keluarga Moetiah, terus menjaga tradisi ziarah meski dengan ketidakpastian mengenai asal-usul dan identitas nisan yang terpampang.
Ketua RT setempat, Gunawan, menjelaskan bahwa keluarga Moetiah sebelum tahun 2015 datang dengan merahasiakan kehadiran mereka.
Namun, setelah keberadaan mereka terungkap, mereka rutin berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon.
Keberanian keluarga ini menghadap makam massal menjadi satu-satunya cahaya di tengah sepi yang menyelimuti kuburan tersebut.
Namun, keadaan makam saat ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda.
Nama-nama yang terpampang pada nisan yang diletakkan oleh Pemerintah Kota Semarang pada 2015 sudah tidak terlihat lagi.
Daun-daun menutupi makam hingga dua kuburan tak terlihat. Sayangnya, area tersebut seolah ditinggalkan begitu saja tanpa pemeliharaan.
Gunawan mengungkapkan bahwa tidak ada yang secara rutin membersihkan makam tersebut, kecuali jika ada orang yang mencari nomor togel.
Menurutnya, pada masa lalu, makam ini seringkali dijadikan tempat untuk mencari nomor togel.
Orang-orang dari luar wilayah kerap datang mencari nomor tersebut, membawa kopi, kemenyan, bunga, atau bahkan rokok.
Baca Juga: Jalan Tegalsari Semarang: Jejak Misteri dan Penampakan Gaib di Malam Hari
Warga lain, Sodiq, menyebut bahwa masa-masa pencarian nomor tersebut ramai sebelum tahun 1995.
Pencari nomor biasanya juga yang membersihkan makam. Hal tersebut menjadi ritual tersendiri, namun seiring berjalannya waktu, praktik tersebut semakin berkurang.
Makam massal di Kampung Plumbon, Semarang, bukan hanya sekadar tempat peristirahatan terakhir.
Ia menyimpan kisah kehidupan, misteri, dan keunikan budaya lokal yang perlahan terlupakan.
Meskipun berada dalam sepi dan tersembunyi, ia menjadi bagian dari warisan kota yang perlu diperhatikan dan dirawat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










