Mitos Mengenai Sosok Nyai Ronggeng: Kisah Misteri yang Tersembunyi Dibalik Jalan Pius, Tegal

AKURAT.CO Misteri, Di tengah gemerlapnya kehidupan kota Tegal, terdapat satu kisah misteri yang menghiasi pikiran warga setempat.
Mitos Nyai Ronggeng, penunggu Jalan Pius, telah lama menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.
Kisah tragis di baliknya membuatnya begitu menarik untuk diungkap.
Profil Nyai Ronggeng Penunggu Jalan Pius
Nyai Ronggeng, dalam mitos yang berkembang, digambarkan sebagai seorang sinden cantik yang pernah menghiasi kerajaan Martalaya Martapura.
Namanya adalah Larasati, dan pesonanya mampu memikat siapapun yang melihatnya.
Namun, kehidupannya yang indah berubah menjadi pahit akibat pengkhianatan sang kekasih.
Kisah Nyai Ronggeng
Menurut Abah Robikin, juru kunci makam Eyang Romo Manggeng di Sekolah Pius, Nyai Ronggeng dulunya berasal dari kerajaan Martalaya Martapura.
Ia dikenal sebagai Larasati, seorang sinden yang mempesona.
Kisah tragisnya dimulai ketika seorang pangeran dari Kerajaan Cirebon terpesona oleh kecantikannya dan berkenalan dengannya.
Pangeran tersebut berniat untuk menjadikan Larasati sebagai istrinya.
Namun, pada hari pernikahan mereka, sang kekasih, yang seharusnya menjadi pengantinnya, tidak muncul.
Larasati merasa sangat malu dan kecewa sehingga akhirnya mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Larasati mengucap sumpah serapah bahwa setiap pengantin baru yang melewati daerahnya akan diganggu dan celaka.
Mitos ini berkembang hingga saat ini dan dipercayai oleh masyarakat sekitar.
Larangan Melewati Jalan Pius
Mitos Nyai Ronggeng penunggu Jalan Pius telah mengakar kuat dalam kepercayaan masyarakat setempat.
Pengantin baru yang nekat melewati Jalan Pius diyakini akan mengalami kecelakaan atau bahkan kematian.
Kisah tragis sepasang pengantin yang tewas di jalan tersebut menjadi bukti bagi kepercayaan ini.
Hingga kini, larangan melewati Jalan Pius menjadi bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.
Mitos Nyai Ronggeng tetap menyala di benak mereka, menjadi cerminan akan kekuatan kepercayaan dan warisan budaya yang tidak lekang oleh waktu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










