Bau Badan Tidak Selalu Kotor! Ini 8 Mitos dan Fakta Mengejutkan yang Dibongkar Dokter Kulit!

JATENG.AKURAT.CO, Sering merasa tidak percaya diri karena bau badan? Banyak orang berpikir bahwa bau badan disebabkan oleh keringat atau kurangnya kebersihan.
Padahal, faktanya lebih kompleks dari itu. Dua dokter kulit terkemuka, Dr. Michelle Henry dan Dr. Angelo Bonaccorso, membongkar 8 mitos paling umum tentang bau badan dan kaki.
1. Keringat Tidak Berbau
Banyak dari kita mengira keringatlah yang menyebabkan bau badan.
Faktanya: Keringat dari kelenjar keringat eccrine (yang ada di seluruh tubuh) dan apocrine (di ketiak dan selangkangan) tidak memiliki bau.
Bau itu muncul karena bakteri yang ada di area-area tersebut. Bakteri ini memakan keringat dan menghasilkan produk sampingan yang berbau.
2. Tidak Semua Orang Punya Bau Ketiak
Faktanya: Ini bukan mitos! Sekitar 2% populasi dunia memiliki mutasi genetik (ABCC11) yang mencegah ketiak mereka mengeluarkan bau.
Untuk sisanya, ada beberapa cara untuk mengurangi bau, seperti menggunakan sabun antibakteri, antiperspiran resep dokter, atau bahkan Botox untuk meminimalkan keringat.
3. Kaki Bau Bukan Berarti Jorok
Faktanya: Kaki bau tidak selalu menandakan kebersihan yang buruk. Kaki memiliki konsentrasi kelenjar keringat yang tinggi.
Ketika kaki terperangkap di dalam sepatu, lingkungan yang lembap dan gelap menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur, yang kemudian menyebabkan bau.
Cara mengatasinya: cuci kaki dengan sabun antibakteri, keringkan, dan pakai kaus kaki katun yang menyerap keringat.
4. Bau Badan Bisa Berubah
Faktanya: Bau badan seseorang tidaklah statis dan bisa berubah seiring waktu.
Faktor-faktor seperti hormon, diet, dan usia sangat memengaruhi aroma tubuh.
Contohnya, bau badan bayi terkait dengan cairan ketuban, sementara "bau orang tua" disebabkan oleh oksidasi senyawa kimia pada kulit seiring bertambahnya usia.
5. Keringat Bukan Metode Detoksifikasi Utama
Faktanya: Ini adalah mitos besar. Organ utama yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi tubuh adalah hati dan ginjal.
Tujuan utama berkeringat adalah termoregulasi, yaitu untuk mendinginkan tubuh.
6. Perbedaan Deodorant dan Antiperspirant
Faktanya: Keduanya memiliki fungsi berbeda. Deodorant hanya menutupi bau, sementara antiperspirant bekerja dengan mengurangi keringat dengan cara menyumbat pori-pori menggunakan bahan berbasis aluminium.
Untuk hasil yang lebih efektif, aplikasikan antiperspirant pada malam hari saat kelenjar keringat kurang aktif.
7. Aluminium pada Antiperspirant Tidak Bahaya
Faktanya: Meskipun aluminium banyak ditemukan pada antiperspirant, saat ini tidak ada data ilmiah yang mendukung klaim bahwa aluminium menyebabkan kanker.
Aluminium adalah satu-satunya bahan yang disetujui FDA sebagai antiperspirant, namun ada juga pilihan alternatif bagi kamu yang tidak nyaman menggunakannya.
8. Makanan Berbau Memengaruhi Bau Badan
Faktanya: Benar. Makanan seperti sayuran cruciferous (kubis dan brokoli) dapat menghasilkan asam sulfur.
Konsumsi daging merah dan ikan juga bisa mengubah bau badan. Bahkan alkohol bisa menghasilkan asam asetat yang bisa keluar melalui keringat dan tercium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










