Jateng

Misteri dan Mitos Seputar Hantu Palasik di Minangkabau: Hantu Penyedot Darah Bayi yang Menakutkan

Theo Adi Pratama | 2 Januari 2024, 16:00 WIB
Misteri dan Mitos Seputar Hantu Palasik di Minangkabau: Hantu Penyedot Darah Bayi yang Menakutkan

AKURAT.CO Misteri, Dalam kepercayaan masyarakat Minangkabau, terdapat sebuah makhluk halus yang menakutkan, dikenal sebagai Palasik.

Palasik dipandang sebagai seorang perempuan yang mempelajari ilmu hitam dan menggunakan darah bayi sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuannya.

Cerita-cerita seram seputar Palasik telah menjadi bagian dari warisan budaya turun-temurun di Minangkabau.

Baca Juga: Misteri Hantu Banaspati: Kisah Gelap Dibalik Ilmu Hitam yang Sudah Lama Ada di Tanah Jawa

Berbagai Varian Cerita Palasik:

Cerita-cerita mengenai Palasik memiliki beragam varian.

Beberapa menyebut bahwa hantu ini berwujud kepala yang melayang-layang, sementara versi lain menyatakan bahwa Palasik dapat menyerupai manusia biasa.

Namun, di balik penampilannya yang normal, terungkaplah bahwa di balik pakaian yang dikenakan, Palasik hanya memiliki usus yang menjuntai.

Ilmu Palasik dipercayai sebagai warisan turun-temurun.

Jika orang tua adalah seorang Palasik, anak mereka juga diyakini akan menjadi Palasik.

Makhluk ini diyakini mengincar bayi atau balita sebagai korban.

Palasik bisa muncul di rumah korbannya dan dapat terlihat oleh orang lain.

Cara Palasik Menghisap Darah:

Palasik diketahui menghisap darah bayi atau balita dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menghisap darah dari ubun-ubun bayi.

Darah bayi akan mengalir dari kepala dan langsung ditelan oleh Palasik.

Metode lain yang digunakan adalah dengan menusuk bayi di leher dan lengan, sehingga darahnya mengalir melalui lubang gigitan.

Palasik juga dikatakan dapat menghisap janin bayi melalui vagina perempuan hamil tua.

Baca Juga: Misteri Hantu Kuyang: Legenda Mistis yang Telah Mengakar Kuat di Kalimantan Timur

Bayi yang menjadi mangsa Palasik tidak langsung meninggal. Sebelum menghembuskan napas terakhir, mereka akan mengalami penyakit yang disebut "Ain."

Ciri-ciri bayi yang terkena Palasik antara lain suhu badan yang tinggi, lemas mendadak, dan ubun-ubun yang cekung.

Bayi akan menjadi kurus, sulit tidur, dan menangis terus menerus pada malam hari.

Upaya Masyarakat Menghadapi Ancaman Palasik:

Palasik menciptakan ketakutan yang mendalam di kalangan ibu-ibu di Minangkabau yang memiliki bayi atau balita.

Hal ini karena makanan utama Palasik adalah darah anak bayi atau balita, baik yang masih dalam kandungan maupun yang sudah meninggal.

Masyarakat setempat menggunakan berbagai cara untuk melindungi bayi mereka dari ancaman Palasik.

Salah satunya adalah dengan memberikan jimat bernama "simaik tangkal lasik" kepada bayi.

Jimat ini diyakini dapat melindungi bayi dari serangan Palasik dan makhluk halus lainnya.

Selain itu, gelang besi putih dan pakaian terbalik juga digunakan sebagai upaya perlindungan.

Palasik juga dikatakan dapat dihalau dari rumah dengan cara menempatkan benang cerano berwarna hitam yang telah dibacakan mantra oleh dukun.

Kepercayaan takhayul dan upaya masyarakat dalam menghadapi Palasik mencerminkan kuatnya pengaruh kepercayaan lokal terhadap dunia mistis di Minangkabau.

Pandangan Kesehatan dan Penyebab Kematian:

Meskipun keberadaan Palasik belum dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi cerita tentang makhluk ini tetap berkembang di kalangan masyarakat.

Beberapa kasus kematian bayi di Minangkabau juga sering kali dikaitkan dengan pengaruh Palasik.

Namun, dari sudut pandang kesehatan, penyebab kematian bayi lebih sering terkait dengan infeksi akibat kurangnya pengetahuan masyarakat.

Persalinan oleh tenaga tidak terlatih dan tradisi tertentu, seperti bakusuak, dianggap meningkatkan risiko kematian bayi.

Pentingnya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang persalinan yang bersih dan steril menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Misteri Hantu Jerangkong: Arwah Pencuri Telur yang Mengerikan di Tanah Jawa

Kepercayaan pada pengobatan tradisional oleh datu atau dukun juga masih kuat di Minangkabau, namun pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat medis juga harus diakui.

Kombinasi antara kearifan lokal dan pengetahuan medis modern dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi ibu dan bayi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.