Ternyata Ini 4 Alasan Penyakit Diabetes Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Alzheimer Lebih Tinggi

AKURAT.CO - Diabetes dan penyakit Alzheimer adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, berdasarkan studi observasi selama 9 tahun dalam jurnal Archives of Neurology tahun 2004, ditemukan bahwa risiko pasien diabetes akan mengembangkan risiko penyakit Alzheimer sebesar 65 persen dibandingkan dengan orang tanpa diabetes.
Dan berikut ini beberapa alasan mengapa penyakit diabetes ini bisa membuat resiko penyakit Alzheimer ini semkain besar:
Kerusakan otak akibat hipoglikemia berulang
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah terlalu rendah. Saat hipoglikemia terjadi, penderitanya sering kali merasakan pusing, rasa lapar, gemetar, dan keringat dingin.
Baca Juga: BKIM Jateng Periksa Kesehatan Mata di Al-Uswah Semarang
Pada orang dengan diabetes, hipoglikemia berulang bisa menjadi salah satu alasan mengapa mereka berisiko tinggi mengalami penyakit Alzheimer.
Hipoglikemia berulang bisa terjadi dengan kemungkinan penggunaan obat-obatan atau insulin untuk mengontrol kadar gula darah, tetapi kadar gula darahnya turun terlalu rendah.
Peradangan dan stres oksidatif
Peradangan atau inflamasi dan stres oksidatif adalah dua hal yang bisa terjadi dalam tubuh ketika memiliki diabetes. Keduanya merupakan hal yang tidak baik untuk kesehatan dan juga berpengaruh pada otak.
Baca Juga: Tingkat Kesadaran Kesehatan Tinggi, Masyarakat Sambut Antusias Vaksin Rabies bagi Hewan Peliharaan
Studi dalam jurnal Clinical Interventions in Aging menunjukkan bahwa peradangan dan stres oksidatif adalah dua faktor yang berperan penting yang menyebabkan pasien diabetes berisiko lebih tinggi mengalami penyakit Alzheimer.
Ekspresi gen ApoE-ε4
Gen ApoE merupakan salah satu gen yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Gen ini memiliki beberapa bentuk atau varian, salah satunya adalah ApoE-ε4. Orang yang memiliki ekspresi gen ApoE-ε4 lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer, terutama pada usia lanjut.
Menurut studi dalam World Journal of Diabetes tahun 2015, gen ApoE-ε4 dapat menyebabkan akumulasi dan penumpukan protein yang disebut beta-amyloid dalam otak.
Baca Juga: Ini 4 Manfaat Bila Kita Mengkonsumsi Minuman Teh Bagi Kesehatan Tubuh
Beta-amyloid adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan dan gangguan pada sel-sel otak, khususnya dalam penyakit Alzheimer. Orang dengan diabetes umumnya merupakan carrier dari gen ini.
Kerusakan sel-sel saraf akibat resistansi insulin
Resistansi insulin adalah kondisi di mana tubuh kesulitan menggunakan insulin dengan baik. Insulin berperan penting dalam membantu tubuh mengontrol kadar gula darah.
Ketika seseorang mengalami resistensi insulin, tubuhnya memproduksi insulin lebih banyak untuk mencoba mengatasi masalah ini, tetapi sel-sel dalam tubuh tidak merespons dengan baik.
Baca Juga: Berikut 4 Manfaat Virgin Coconut Oil yang Baik Bagi Kesehatan Tubuh
Laporan dalam jurnal Alzheimer’s Research & Therapy tahun 2021 menemukan bahwa resistansi insulin dapat memengaruhi neurodegenerasi pada orang dengan penyakit Alzheimer, bahkan jika mereka tidak memiliki diabetes.
Perlu digarisbawahi bahwa tidak semua orang dengan resistansi insulin akan mengalami penyakit Alzheimer. Namun, risiko ini tampaknya lebih tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









