Residivis Pencuri Bermodus Bongkar Ruang Guru Sekolah Dibekuk Polres Kendal

JATENG.AKURAT.CO, Polres Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum dengan mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kendal pada Jumat, 23 Mei 2025, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar menyampaikan secara rinci kronologi dan keberhasilan jajarannya dalam mengungkap pelaku pencurian yang menyasar ruang guru SD Negeri Puguh, Kecamatan Boja.
Kasus ini bermula dari laporan pihak sekolah atas kehilangan sejumlah barang elektronik dan perlengkapan kantor pada Sabtu, 26 April 2025.
Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh penjaga sekolah Bejo dan guru setempat, Kundariyati, yang menemukan pintu ruang guru dalam keadaan terbuka.
“Pelaku masuk ke ruang guru saat sekolah dalam keadaan kosong, dengan cara membongkar pintu dan memanjat untuk mencapai barang-barang yang akan dicuri,” ujar AKBP Hendry.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan dan analisis rekaman CCTV yang disita dari pihak sekolah berhasil mengarahkan penyidik pada seorang tersangka berinisial AS alias Agus Sukriyak (33), warga asal Banten yang berdomisili di Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.
Pelaku merupakan residivis kambuhan dengan rekam jejak panjang kasus pencurian, mulai dari curanmor pada 2010 dan 2014, hingga pencurian handphone pada 2021.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat, sejumlah perangkat elektronik seperti tape, speaker, handphone, serta perlengkapan lainnya yang digunakan dalam menjalankan aksinya.
“Total kerugian yang dialami pihak sekolah diperkirakan mencapai Rp19.400.000. Ini bukan hanya kerugian material, tetapi juga menyangkut rasa aman di lingkungan pendidikan,” kata Kapolres.
Pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
AKBP Hendry menegaskan, pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja cepat dan sinergis antara Unit Reserse Kriminal Polsek Boja, tim Resmob Polres Kendal, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.
Lebih lanjut, Kapolres Kendal mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi tindak kriminal, terutama di lingkungan yang rawan seperti sekolah dan kantor tanpa penjagaan.
Ia juga menekankan pentingnya pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan sistem keamanan tambahan di institusi publik.
“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kewaspadaan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” pungkasnya.
Kapolres Kendal mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pengelola sekolah, untuk meningkatkan sistem keamanan di lingkungan pendidikan.
“Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pelaku kejahatan bisa menyasar siapa saja dan kapan saja. Mari tingkatkan kewaspadaan dan kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menciptakan Kendal yang aman,” ujarnya.
Polres Kendal menegaskan akan terus konsisten dalam memberantas tindak kriminalitas serta menjaga kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










