Masih Layak Dibeli? Review Jujur Company of Heroes 3 Setelah 3 Tahun Berjalan

JATENG.AKURAT.CO, Company of Heroes 3 memulai perjalanannya dengan peluncuran yang penuh masalah dan kekecewaan, tetapi setelah tiga tahun pembaruan intensif dan transformasi besar-besaran, game ini kini telah berevolusi menjadi RTS Perang Dunia II yang layak dan bahkan menjadi pesaing serius untuk gelar RTS terbaik di tahun 2026 .
Ringkasan Eksekutif
Aspek | Detail |
|---|---|
Developer | Relic Entertainment |
Publisher | SEGA (awal), kini independen |
Rilis Awal | 23 Februari 2023 |
Harga | $59.99 |
Skor Metacritic (Kritik) | 81/100 |
Skor Metacritic (User) | 5.9/10 (Mixed) |
Steam Rating Keseluruhan | Mixed (57% dari 37.497 ulasan) |
Steam Rating Terbaru (2026) | Mostly Positive |
Pendahuluan: Perjalanan dari Bencana Menuju Kebangkitan
Ketika Company of Heroes 3 pertama kali diluncurkan pada Februari 2023, harapan komunitas sangat tinggi.
Sebagai penerus waralaba RTS yang legendaris, game ini menjanjikan inovasi dengan kampanye dynamic turn-based ala Total War serta medan pertempuran baru di Italia dan Afrika Utara. Namun, realita di lapangan jauh dari harapan.
PC Gamer, dalam ulasan peluncurannya, memberikan skor 82/100 tetapi dengan catatan keras: "Italian campaign is fundamentally broken" dan menyebutnya sebagai "failed experiment but a great game" .
IGN memuji elemen multiplayer-nya namun mengkritik kampanye yang "terjebak dalam rawa" .
Kritik utama saat peluncuran meliputi:
Kampanye Italia yang tidak responsif (musuh tidak pernah menyerang balik)
Visual yang disebut "seperti game mobile" dengan tekstur buram
Desain suara yang hambar dan kurang berdampak
UI yang kacau dan membingungkan
Kurangnya fitur dasar seperti leaderboard dan tombol "vote to surrender"
Namun, cerita tidak berakhir di sana. Setelah perpisahan dengan SEGA dan menjadi studio independen, Relic Entertainment meluncurkan serangkaian pembaruan besar yang mengubah wajah game ini secara fundamental .
Transformasi 2024-2026: Update 2.0 dan DLC Fire & Steel
Update 2.0 (Februari 2025)
Update 2.0 adalah titik balik utama dalam sejarah Company of Heroes 3. Pembaruan ini menghadirkan:
Perbaikan Kampanye Italia:
Sistem Loyalitas dirombak total—tidak ada lagi penalti, progres menjadi permanen
Perusahaan-perusahaan di-rework untuk menekankan peran spesialis mereka di peta strategis
AI musuh menjadi lebih agresif dan responsif
Variasi skirmish ditingkatkan dengan peta baru dan yang sudah ada disesuaikan untuk pertempuran lebih besar
Peningkatan Multiplayer & Skirmish:
13 peta baru ditambahkan sejak peluncuran, ditambah 4 peta baru dengan update 2.0
UI ditingkatkan secara signifikan
Responsivitas unit ditingkatkan
Audio di-overhaul, terutama untuk suara sekitar
Keseimbangan multiplayer: tank riding lebih cepat, demo charges lebih mematikan, teknologi late-game diperlambat agar kendaraan ringan tetap berguna lebih lama
DLC Fire and Steel (Februari 2025)
DLC ini menambahkan empat battlegroup baru, masing-masing dengan heavy tank unik :
Faksi | Battlegroup Baru |
|---|---|
US Forces | Heavy Weapons Battlegroup |
Wehrmacht | Terror Battlegroup |
British | Canadian Shock Team |
Deutsches Afrikakorps (DAK) | Panzerjäger Kommand |
DLC ini langsung mendapatkan rating Very Positive dari pemain .
Update Endure & Defy (2026)
Pembaruan terbaru ini membawa elemen gameplay yang benar-benar inovatif:
US Forces Italian Partisan Battlegroup: Memungkinkan pemain membangun jaringan terowongan untuk "teleportasi" infanteri melintasi peta—sebuah mekanik yang benar-benar mengubah cara bermain faksi AS .
DAK Kriegsmarine Battlegroup: Menambahkan bom berpemandu Fritz X yang bisa dikendalikan manual—memberikan pengalaman yang unik dan memuaskan .
Analisis Gameplay Mendalam
Mekanika Inti RTS
Inti gameplay Company of Heroes 3 tetap mempertahankan apa yang membuat seri ini terkenal: penekanan pada posisi, cover, dan manuver taktis.
IGN menggambarkannya dengan baik: "Emphasis on movement and physical reality, how long a gun takes to move around, to set up, and to aim before they can become lethal is what flavors Company of Heroes games" .
Sistem Cover dan Ketinggian:
Salah satu inovasi terbaik adalah peran ketinggian (elevation) dalam pertempuran.
Ketika unit berada di posisi yang lebih tinggi, cover musuh menjadi kurang efektif.
Sebuah tembok batu yang biasanya melindungi dari tembakan senapan mesin menjadi hampir tidak berguna jika senapan mesin tersebut menembak dari rumah di atas bukit .
Taktik Baru:
Towing system: Kendaraan utilitas dapat menarik meriam lapangan
Tank riding: Infanteri dapat menumpang di tank tertentu
Garrison assault: Unit infanteri dapat menyerbu bangunan yang digarrison musuh
Sistem Faksi
Keempat faksi dalam Company of Heroes 3 dirancang dengan asimetri yang kuat :
Faksi | Gaya Bermain | Keunikan |
|---|---|---|
US Forces | Fleksibel, agresif | 12 pilihan strategi (3 pilihan global × 4 battlegroup), dapat memilih antara air support, mechanized, atau infantry |
British | Kaku, defensif | Tech tree linear—paling mudah dipelajari, mengandalkan battlegroup untuk spesialisasi (artileri/infantri, udara/laut, atau lapis baja) |
Wehrmacht | Defensif, adaptif | Pilihan mid-game antara Panzergrenadiers ofensif atau Jager ambush defensif |
Deutsches Afrikakorps (DAK) | Mobilitas tinggi | Paling mobile, dapat memanggil halftrack yang membawa infanteri atau menarik meriam sebagai kemampuan dasar, tetapi harus berhati-hati dengan sumber daya karena kesalahan build order sangat merugikan |
Sistem Battlegroup
Sistem Battlegroup di CoH3 dianggap oleh banyak pemain sebagai peningkatan yang signifikan dibandingkan sistem Commander di CoH2.
Setiap faksi memiliki tiga battlegroup yang dapat dipilih sebelum pertandingan, masing-masing menawarkan unit unik, kemampuan, dan upgrade yang berbeda .
Analisis Mode Permainan
Kampanye Italia (Dynamic Campaign)
Masalah Awal:
Kampanye Italia adalah ambisi terbesar CoH3—menggabungkan peta strategis turn-based dengan pertempuran RTS real-time ala Total War.
Namun, pada peluncuran, kampanye ini disebut "fundamentally broken" oleh PC Gamer karena AI musuh yang pasif: "Across my nearly 40-hour march to Rome, I encountered hardly any resistance at all" .
Kondisi Saat Ini (2026):
Setelah update 2.0 dan berbagai pembaruan lanjutan, kampanye Italia telah diperbaiki secara signifikan.
Musuh kini lebih agresif, sistem loyalitas sub-commander telah dirombak, dan pilihan pemain memiliki dampak yang lebih nyata .
Meskipun demikian, beberapa kritik awal masih relevan: sistem progresi yang berantakan dengan tiga sistem berbeda (Abilities, Upgrades, Units) masih bisa membingungkan .
Kampanye Afrika Utara
Kampanye linear 8 misi ini lebih tradisional dan lebih solid sejak awal. Pemain memimpin Deutsches Afrikakorps (DAK) di bawah komando Rommel. PC Gamer menyebutnya "Company of Heroes at its more traditional" .
Multiplayer
Multiplayer adalah jantung dari Company of Heroes 3 dan menjadi area di mana game ini benar-benar bersinar.
Kelebihan Multiplayer:
Keseimbangan: IGN menyebut ini sebagai "the most diverse, balanced, and stable multiplayer game in the entire Company of Heroes series to date" pada peluncuran
Variasi Faksi: Empat faksi dengan gaya bermain sangat berbeda memberikan replayability tinggi
Desain Peta: "Some of the most fun map design I've seen in an RTS" dengan variasi medan yang mendorong taktik beragam—dari jalanan sempit kota Italia hingga lahan pertanian terbuka
Durasi Pertandingan: Rata-rata 30-40 menit, dengan 4v4 yang bisa mencapai 60 menit
Kritik Multiplayer:
Desain Suara: "Sound seems oddly muddled"—suara-suara penting kadang hilang di tengah kebisingan pertempuran
Pathfinding: Masih ada masalah, terutama dengan tank yang melakukan three-point turn di gang sempit
Matchmaking: Tidak ada skill-based matchmaking yang memadai di awal, meskipun telah ditingkatkan
Keseimbangan Faksi: Beberapa pemain mengeluhkan faksi Sekutu yang terlalu kuat (meskipun ini masalah persepsi yang umum di game kompetitif)
Mode Co-op
Mode co-op memungkinkan pemain bekerja sama melawan AI. Ulasan dari GPB mencatat bahwa mode ini sangat intens dan tidak memaafkan—mereka dikalahkan dalam waktu 3,5 menit dalam percobaan pertama .
Visual dan Audio
Visual
Peluncuran (2023): Visual dikritik habis-habisan. Banyak yang menyebut tampilan "plastic" dan "like a mobile game ported to PC by someone who hated high-resolution textures" .
Saat Ini (2026): Setelah berbagai pembaruan, visual telah ditingkatkan secara signifikan. Pencahayaan di-overhaul, efek "plastic" pada tank diperbaiki, dan game kini terlihat seperti "gritty World War 2 documentary" .
Audio
Audio adalah area yang masih menjadi perdebatan. IGN mencatat bahwa "sound seems oddly muddled" dengan suara-suara yang kadang tidak diputar dengan benar . Namun, update 2.0 menjanjikan peningkatan audio, terutama untuk suara sekitar .
Ulasan terbaru dari NeonLightsMedia menyebut bahwa "the explosions finally sound like the end of the world"—sebuah peningkatan signifikan dari kondisi awal .
Perbandingan dengan Company of Heroes 2
Pertanyaan yang paling sering muncul: "Apakah CoH3 sekarang lebih baik dari CoH2?"
Jawaban dari NeonLightsMedia (2026): "In 2026, I can finally say the answer is 'yes,' but with a catch. CoH2 still has that specific, brutal weight to it that some veterans will never give up. However, the Battlegroup system in CoH3 is now objectively superior to the old Commander system. You have more choices mid-game, more ways to pivot your strategy, and the verticality of the Italian maps adds a layer of tactical positioning that the previous games just didn't have" .
Poin Perbandingan:
Aspek | CoH3 (2026) | CoH2 |
|---|---|---|
Sistem Kustomisasi | Battlegroup (lebih fleksibel) | Commander (lebih kaku) |
Desain Peta | Variasi tinggi dengan ketinggian | Lebih datar, chokepoint-heavy |
Time-to-Kill | Lebih panjang, lebih memaafkan | Lebih pendek, lebih brutal |
Variasi Faksi | 4 faksi asimetris | Lebih banyak faksi dengan variasi |
Campaign | 2 kampanye (1 hybrid, 1 linear) | Kampanye linear solid |
Data Statistik dan Tren Pemain
Berdasarkan data Steam terbaru (Maret 2026) :
Total Ulasan: 37.497
Ulasan Positif: 21.468 (57.2%)
Ulasan Negatif: 16.029 (42.8%)
Rating Keseluruhan: Mixed
Rating 30 Hari Terakhir: Mostly Positive
Pemain Aktif (saat ini): 1.761
Tren menarik: setelah update 2.0 dan DLC Fire & Steel dirilis pada 25 Februari 2025, terjadi lonjakan signifikan dalam ulasan positif—dari 14 ulasan positif pada 24 Februari menjadi 55 pada 25 Februari .
Respon Komunitas: Antara Kebencian dan Kesetiaan
Ulasan pengguna di Metacritic menunjukkan polarisasi yang kuat :
Ulasan Positif (49%):
"This is the best multiplayer RTS out at the moment" (joelsaunders)
"The game really improved over the years. It's playable now, has way less bugs and devs are still releasing new stuff" (KappaF2P)
"A true successor to Company of Heroes 1. Happy to see this game pull through after a horrible launch" (QuincyCoH)
Ulasan Negatif (37%):
"It feels like the devs abandoned mulitplayer. Lacking VERY basic features" (jackleh)
"It's just not good. Pathing is still horrible despite multiple promises of fixing it" (jarjarwick)
"Very small / no changes when compared to COH2. Missed potential" (rastec)
Kritik yang Konsisten:
Pathfinding masih menjadi masalah
Keseimbangan faksi (terutama persepsi bahwa Sekutu terlalu kuat)
Beberapa fitur dasar yang masih kurang
Ketersediaan dan Harga
Company of Heroes 3 tersedia di:
Steam: $59.99 (sering diskon hingga 50%)
Microsoft Store
Sering mengadakan free weekend untuk mencoba game
Kelebihan dan Kekurangan (2026)
Kelebihan
No | Kelebihan |
|---|---|
1 | Gameplay RTS terbaik di kelasnya—sistem cover, posisi, dan ketinggian sangat matang |
2 | Multiplayer yang kompetitif dan seimbang setelah berbagai pembaruan |
3 | Empat faksi asimetris dengan gaya bermain sangat berbeda |
4 | Desain peta luar biasa—variasi medan yang mendorong taktik kreatif |
5 | Sistem Battlegroup yang superior dibanding sistem Commander di CoH2 |
6 | Update berkelanjutan dari developer yang mendengarkan komunitas |
7 | Kampanye hybrid Italia yang kini jauh lebih baik setelah update 2.0 |
8 | Dukungan co-op yang solid |
Kekurangan
No | Kekurangan |
|---|---|
1 | Pathfinding masih bermasalah—tank masih suka macet di gang sempit |
2 | Desain suara masih kurang konsisten—suara penting kadang hilang |
3 | Kampanye Italia masih memiliki sisa-sisa kekacauan sistem yang membingungkan |
4 | Beberapa fitur dasar multiplayer masih kurang dibanding kompetitor |
5 | Harga $60 masih relatif tinggi untuk game yang sudah berusia 3 tahun (meski sering diskon) |
6 | DLC berbayar yang cukup mahal ($24.99 untuk Fire and Steel) |
Kesimpulan: Apakah Layak Dibeli di Tahun 2026?
Company of Heroes 3 adalah studi kasus yang menarik tentang bagaimana sebuah game dapat bangkit dari keterpurukan.
Dari peluncuran yang "memalukan" hingga menjadi "RTS terbaik di pasaran" di tahun 2026, perjalanan transformasi game ini patut diapresiasi .
Untuk siapa game ini cocok:
Penggemar RTS kompetitif yang mencari multiplayer dengan kedalaman taktis
Penggemar seri Company of Heroes yang ingin mencoba evolusi terbaru
Pemain yang menyukai game dengan dukungan pasca-rilis kuat—Relic terus memperbarui game ini
Penggemar Perang Dunia II yang bosan dengan medan Eropa Barat dan Rusia
Untuk siapa game ini TIDAK cocok:
Pemain yang hanya mencari single-player campaign—meski sudah diperbaiki, kampanye Italia masih memiliki kekurangan
Penggemar CoH2 yang menginginkan pengalaman identik—time-to-kill yang lebih panjang dan mekanik berbeda mungkin terasa asing
Pemain dengan ekspektasi visual dan audio setara AAA modern—meski sudah ditingkatkan, masih ada celah dibanding game AAA lainnya
Rekomendasi Akhir: Jika Anda mencari RTS kompetitif dengan kedalaman taktis yang luar biasa, Company of Heroes 3 di tahun 2026 adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Tunggu diskon 50% untuk mendapatkan nilai terbaik, atau manfaatkan free weekend untuk mencoba sebelum membeli .
Skor Akhir: 8.2/10 (dengan catatan—nilai ini mencerminkan kondisi game saat ini, bukan kondisi peluncurannya)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










