Jateng

Review Film Action Indonesia Bonnie: Film Aksi yang Menghadapi Tantangan

Theo Adi Pratama | 3 Maret 2024, 09:11 WIB
Review Film Action Indonesia Bonnie: Film Aksi yang Menghadapi Tantangan

AKURAT.CO, Film Indonesia jarang mengeksplorasi genre aksi dengan mendalam.

Namun, sineas Agus H Mawardy memutuskan untuk mengambil risiko dengan merilis film aksi berjudul Bonnie.

Bonnie mengisahkan seorang remaja perempuan bernama Bonnie (diperankan oleh Livi Ciananta) yang memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa.

Meskipun handal dalam beladiri, Bonnie sering terlibat masalah di sekolahnya karena perkelahian.

Baca Juga: Review Film Dune: Part Two - Kembalinya Sebuah Keajaiban Sinematik, Film yang Layak Untuk Ditonton

Konflik di sekolah bukan satu-satunya masalah yang dihadapinya, karena keluarganya juga terlibat dalam konflik dengan gangster.

Hal ini membuatnya menjadi target pengejaran oleh musuh ayahnya, Paul (diperankan oleh Max Metino).

Premis film Bonnie membangkitkan ekspektasi tinggi bagi para penonton, namun sayangnya film ini tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Cerita yang ditawarkan terasa datar, dan konflik baru benar-benar terbuka ketika Paul menemukan Bonnie.

Baca Juga: Review Film Horor Pasar Setan: Ketika Sebuah Mitos Menjadi Teror Mengerikan di Layar Lebar

Bagi sebuah film aksi, Bonnie terlalu fokus pada adegan perkelahian tanpa memberikan perhatian yang cukup pada pengembangan cerita.

Hal ini membuat film terasa monoton dan sulit untuk menemukan kekuatan yang seharusnya dimiliki oleh film aksi.

Selain ceritanya yang kurang kuat, pengambilan gambar yang kurang modern dan scoring yang kurang mendukung juga menjadi kelemahan film ini.

Dialog-dialog yang digunakan terkadang terdengar kuno dan kurang konsisten, sehingga mengganggu alur cerita.

Baca Juga: Review Singkat Film The Holdovers: Sebuah Momen Natal yang Sangat Tak Terduga

Meskipun demikian, kita tetap harus mengapresiasi keberanian Agus H Mawardy yang mencoba mengangkat genre aksi dalam film Indonesia.

Namun, kembali lagi, sebuah film, apapun genre-nya, tetap harus memiliki naskah atau cerita yang kuat sebagai fondasi utamanya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.