Jateng

FISIP UIN Walisongo Perkuat Riset, Internasionalisasi, dan Pengabdian Berdampak Sosial

Theo Adi Pratama | 5 Januari 2026, 14:16 WIB
FISIP UIN Walisongo Perkuat Riset, Internasionalisasi, dan Pengabdian Berdampak Sosial

JATENG.AKURAT.CO, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang menutup tahun 2025 dengan sederet capaian strategis di bidang riset, internasionalisasi, dan pengabdian masyarakat. 

Berbagai prestasi tersebut menegaskan posisi FISIP sebagai fakultas ilmu sosial yang berwawasan global, berakar pada nilai keislaman, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Tahun 2025 menjadi fase penting penguatan akademik dan internasionalisasi FISIP. Berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi yang berdampak,” ujar Dekan FISIP UIN Walisongo, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag.

Sepanjang 2025, FISIP UIN Walisongo memperkuat ekosistem riset yang relevan dengan isu demokrasi, kebijakan publik, transformasi sosial, serta pembangunan berkelanjutan. Sejumlah penelitian strategis dijalankan melalui skema nasional maupun kolaborasi internasional.

Salah satu capaian penting adalah diraihnya hibah penelitian Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds (MORA AIRFUNDS) oleh dosen Program Studi Sosiologi. 

Penelitian yang diketuai Prof. Dr. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum. ini mengembangkan model pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata halal berbasis kebijakan daerah di Nusa Tenggara Barat. 

Pada tahun pertama, tim telah melakukan observasi lapangan di Lombok, wawancara mendalam, serta diseminasi temuan awal di forum internasional. Riset ini dirancang berlangsung hingga 2027.

FISIP juga menjalankan riset kolaboratif internasional bertajuk Waste Politics: Household Solid Waste Management and Public Participation in Indonesia and Malaysia, yang digarap oleh Muhammad Mahsun, M.A., Masrohatun, M.Si., bersama Dr. Shahrin bin Hashim dari Universiti Teknologi Malaysia. 

Penelitian ini menyoroti peran kebijakan, kelembagaan, dan partisipasi publik dalam pengelolaan sampah sebagai rujukan kebijakan lingkungan.

Selain itu, dosen FISIP juga menghasilkan karya buku ilmiah, di antaranya Grammar Voyage: Kuasai Tata Bahasa Inggris, Jelajahi Dunia karya Kartika Indah Permata, M.A., serta Teori Sosiologi Modern: Sebuah Pengantar Komprehensif karya Kaisar Atmaja, M.A.

Pada 2025, FISIP sukses menggelar The 3rd Online International Conference on Democracy and Social Transformation (ICON-DEMOST 3) yang menghadirkan akademisi dunia seperti Prof. Peter Suwarno dan Prof. Souad T. Ali (Arizona State University), Prof. Edward Aspinall (Australian National University), serta Prof. August Pradetto (Helmut Schmidt University, Jerman). 

Forum ini memperkuat posisi FISIP dalam percakapan global tentang demokrasi dan transformasi sosial.

Internasionalisasi juga diperkuat melalui kehadiran dosen tamu dan akademisi luar negeri dalam perkuliahan dan diskusi ilmiah. 

Mahasiswa memperoleh perspektif global dari narasumber seperti Prof Jude William Genilo (University of Liberal Arts Bangladesh) dan akademisi internasional lainnya, sehingga ruang kelas FISIP semakin terbuka secara global.

Dalam bidang kerja sama, FISIP menjalin kolaborasi dengan Kangwon National University, Korea Selatan, yang diwujudkan dalam program syiar Islam di Korea selama Ramadhan 2025. 

Selain itu, kerja sama dengan International Society of Waste Management, Air and Water (ISWMAW) yang berafiliasi dengan Jadavpur University, India, menghadirkan Prof. Sadhan Kumar Ghosh sebagai visiting professor pada Desember 2025.

Pengabdian masyarakat tetap menjadi pilar penting melalui berbagai program pendampingan berbasis keilmuan sosial-politik, khususnya dalam isu demokrasi lokal, literasi sosial, dan keadilan sosial.

FISIP UIN Walisongo juga membuka peluang bagi generasi muda melalui Program Studi Ilmu Politik dan Sosiologi yang adaptif terhadap tantangan zaman serta terhubung dengan jejaring akademik global.

Menutup pernyataannya, Prof. Imam Yahya menegaskan bahwa capaian 2025 merupakan pijakan awal bagi penguatan FISIP ke depan.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan riset kolaboratif, internasionalisasi pembelajaran, serta pengabdian masyarakat yang memberi dampak nyata bagi bangsa dan peradaban,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.