Capai Akreditasi Unggul, Kompetensi Tenaga Kependidikan UPGRIS Diperkuat

AKURAT.CO SEMARANG - Tenaga kependidikan di lingkungan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), diperkuat kompetensinya melalui workshop.
Hal tersebut ditegaskan Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum yang menilai, peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan cukup urgen, karena menyangkut layanan pendidikan.
Workshop bagi tenaga kependidikan UPGRIS itu bertujuan memperbarui kompetensi mereka dalam berbagai aspek, termasuk dalam teknologi informasi.
Baca Juga: Siapkan Profesi Guru Profesional, Pascasarjana UPGRIS Gelar Sosialisasi PPG Prajabatan Gelombang 2
"Layanan pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa peran serta yang baik pula dari para karyawan," kata Rektor, usai membuka workshop di kampus tersebut, Kamis 31 Agustus 2023.
"Dengan demikian pada saat mahasiswa membutuhkan layanan, mereka tidak ketinggalan dan mengetahui semua hal yang diinginkan oleh mahasiswa," ujarnya.
Menurutnya, sejumlah aspek penting yang perlu ditingkatkan oleh tenaga kependidikan perihal administrasi, surat menyurat, tak terkecuali dari sisi kepribadian.
Baca Juga: Hadapi PSIS, Dua Pemain Asing Bali United Ini Tetap Dimainkan, Coach Teco Bilang Tak Ada Masalah
"Aspek layanan dalam bentuk kepribadian itu yang pertama. Begitu juga dengan kemampuan teknologi yang mau tidak mau harus diperbarui karena tuntutan di era digital," paparnya.
Pada sisi lain, pihaknya merespon baik terkait kebijakan Mendikbudristek Nadiem Makarim yang tidak lagi mewajibkan skripsi sebagai satu-satunya tugas akhir mahasiswa.
Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
"Sebetulnya, sebelum kebijakan itu muncul, kami sudah merancang mahasiswa tidak lagi perlu menulis skripsi," ungkapnya.
Rektor beranggapan, penyusunan skripsi itu bisa digantikan dengan suatu karya ilmiah yang harus diimbangi dengan persyaratan tertentu.
"Semisal karya ilmiah yang dibuat mahasiswa haruslah terpublikasi di jurnal terakreditasi. Bisa juga mahasiswa kami minta untuk membuat prototipe sebagaimana arahan menteri," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) UPGRIS selaku penyelenggara, Dr Fenny Roshayanti MPd menyebut, wokrshop tersebut diikuti 42 tenaga kependidikan.
"Pelatihan ini juga sekaligus bagian dari upaya kami untuk mencapai akreditasi unggul secara lembaga, yang ditargetkan bisa diperoleh pada 2026 mendatang," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









