Lebih dari Sekadar Sup! Binte Biluhuta, Makanan Legendaris Gorontalo yang Ternyata Simbol Perdamaian Dua Kerajaan!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau kamu berkunjung ke Gorontalo, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi Binte Biluhuta.
Hidangan ini bukan sekadar sup jagung biasa, tapi juga menyimpan cerita sejarah yang menarik.
Dikenal juga dengan nama milu siram, makanan ini adalah perpaduan rasa manis, gurih, pedas, dan asam yang membuat lidah bergoyang!
"Jagung yang Disiram": Simbol Persatuan
Secara etimologi, "binte" berarti jagung, dan "biluhuta" berarti disiram. Jadi, Binte Biluhuta adalah "jagung yang disiram dengan kuah".
Rasanya yang unik berasal dari pipilan jagung manis yang disiram dengan kuah gurih dari ikan cakalang atau udang, serta sentuhan asam pedas dari cabai dan jeruk nipis.
Yang bikin beda dari sup jagung lainnya adalah tambahan kelapa parut yang memberikan aroma dan rasa khas.
Menurut sejarah, hidangan ini sudah ada sejak abad ke-15. Pada masa itu, dua kerajaan di Sulawesi, yaitu Kerajaan Gorontalo dan Kerajaan Limboto, sering terlibat konflik.
Jagung yang terpisah-pisah melambangkan perpecahan antara kedua kerajaan.
Namun, ketika jagung-jagung itu disatukan dalam kuah lezat yang kaya rempah, terciptalah simbol perdamaian dan persatuan. Karena itulah, binte biluhuta menjadi hidangan ikonik yang sarat makna.
Kaya Nutrisi, Cocok untuk Gaya Hidup Sehat
Selain kaya akan cerita sejarah, binte biluhuta juga kaya manfaat untuk kesehatan.
Pipilan jagungnya mengandung protein, serat, karbohidrat, vitamin B dan C, serta antioksidan.
Ditambah ikan cakalang atau udang yang kaya protein, hidangan ini menjadi pilihan yang sehat karena rendah lemak dan tinggi serat.
Binte biluhuta juga mencerminkan harmoni antara daratan dan lautan Gorontalo.
Jagung sebagai hasil bumi, dan ikan serta udang sebagai hasil laut, bersatu dalam satu mangkuk lezat.
Diakui Negara, Dijaga Selamanya
Kelezatan dan makna mendalam binte biluhuta telah diakui secara resmi. Pada tahun 2016, hidangan ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Pengakuan ini menjadi bukti betapa pentingnya binte biluhuta sebagai bagian dari identitas Gorontalo yang harus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Jadi, ketika kamu menikmati semangkuk binte biluhuta, kamu tidak hanya mencicipi kuliner lezat, tetapi juga sebuah simbol perdamaian dan kebersamaan yang terus hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional









