Edifier We-Bass Resmi Meluncur, Earbud Jepit Bluetooth 6.1 dengan Driver 12mm dan Baterai 20 Jam

JATENG.AKURAT.CO, Edifier resmi memperkenalkan earbud nirkabel terbaru bernama We-Bass di pasar China.
Mengusung desain open-ear clip-on, perangkat audio ini menawarkan kenyamanan pemakaian tanpa harus memasukkan earbud ke dalam liang telinga.
Edifier We-Bass hadir dengan sejumlah fitur menarik, mulai dari driver dinamis 12 mm, konektivitas Bluetooth 6.1, sertifikasi IP55, hingga dukungan kecerdasan buatan (AI) untuk penerjemahan bahasa dan bantuan suara secara real-time.
Earbud jepit ini sudah tersedia melalui platform e-commerce JD.com di China dengan harga 399 yuan atau sekitar 60 dolar AS.
Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar global, termasuk Indonesia.
Edifier We-Bass Mengandalkan Desain Jepit yang Fleksibel
Salah satu daya tarik Edifier We-Bass terletak pada desainnya yang berbeda dari earbud konvensional.
Perangkat ini menggunakan struktur kawat fleksibel berbahan paduan nikel-titanium yang melingkari bagian luar telinga untuk menjaga posisi earbud tetap stabil.
Menurut Edifier, bagian fleksibel tersebut telah melewati lebih dari 10.000 kali pengujian tekukan.
Pengujian ini ditujukan untuk memastikan struktur earbud tetap tahan lama meskipun digunakan dalam jangka panjang.
Dari segi tampilan, We-Bass tersedia dalam warna Wave White yang memadukan sentuhan matte dan metalik.
Kombinasi tersebut memberikan kesan minimalis sekaligus modern.
Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP55 yang menunjukkan ketahanan terhadap debu dan semprotan air.
Edifier turut menyediakan fitur water-ejection melalui aplikasi pendamping untuk membantu mengeluarkan sisa kelembapan yang terjebak di kisi-kisi speaker.
Driver 12 mm dengan Teknologi Kompensasi Bass
Untuk menghasilkan suara, Edifier We-Bass dibekali dynamic driver berukuran 12 mm dengan desain long-stroke.
Komponen ini dirancang untuk menghasilkan keluaran audio yang lebih optimal.
Sebagai perangkat dengan desain open-ear, We-Bass tidak menutup liang telinga secara rapat.
Karakteristik tersebut memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih terbuka, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam menghasilkan frekuensi rendah atau bass yang kuat.
Edifier mengatasi kendala tersebut melalui algoritma kompensasi bass dinamis yang bekerja secara real-time.
Teknologi ini menyesuaikan respons frekuensi rendah agar suara tetap terasa bertenaga meskipun menggunakan desain terbuka.
Selain itu, We-Bass memiliki ruang akustik khusus yang dirancang untuk mengarahkan suara menuju liang telinga.
Pendekatan ini juga bertujuan mengurangi kebocoran audio sehingga suara dapat didengar lebih optimal oleh pengguna.
Dilengkapi Fitur AI dan Penerjemahan 21 Bahasa
Edifier turut memperkuat We-Bass melalui fitur perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan.
Earbud ini mendukung model AI Doubao dan DeepSeek untuk membantu pengguna memperoleh respons suara secara real-time.
Fitur penerjemahannya mendukung hingga 21 bahasa, termasuk penggunaan dalam mode percakapan tatap muka dan tampilan berdampingan atau side-by-side.
Fitur tersebut berpotensi membantu pengguna ketika berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa berbeda.
Untuk kebutuhan panggilan telepon, Edifier We-Bass dilengkapi teknologi peredam kebisingan berbasis AI.
Ada pula algoritma pendeteksi angin yang dirancang untuk mengurangi gangguan suara ketika pengguna berada di lingkungan berangin dengan kecepatan hingga 28 km/jam.
Meski demikian, ketersediaan sejumlah fitur AI dan penerjemahan dapat bergantung pada dukungan aplikasi serta layanan yang digunakan.
Bluetooth 6.1 dan Mode Gaming Latensi 50 ms
Dari sisi konektivitas, Edifier We-Bass menggunakan Bluetooth 6.1. Teknologi ini mendukung koneksi multipoint sehingga earbud dapat terhubung dengan dua perangkat sekaligus.
Fitur tersebut memudahkan pengguna yang sering berpindah antara smartphone dan laptop tanpa harus memutus koneksi secara manual setiap kali berganti perangkat.
Edifier juga menyediakan mode gaming dengan latensi rendah 50 milidetik. Mode ini ditujukan untuk mengurangi jeda antara tampilan visual dan suara ketika bermain game.
Kombinasi konektivitas multipoint dan mode latensi rendah membuat We-Bass tidak hanya ditujukan untuk mendengarkan musik, tetapi juga untuk aktivitas komunikasi dan hiburan sehari-hari.
Baterai Edifier We-Bass Tahan hingga 20 Jam
Untuk daya tahan, Edifier mengklaim We-Bass mampu digunakan untuk memutar audio hingga lima jam dalam sekali pengisian daya.
Charging case yang disertakan memberikan tambahan waktu penggunaan hingga 15 jam.
Dengan demikian, total daya tahan baterainya mencapai 20 jam berdasarkan klaim produsen.
Kapasitas tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang membutuhkan earbud untuk menemani aktivitas harian, perjalanan, maupun panggilan telepon.
Namun, durasi penggunaan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada tingkat volume, mode koneksi, dan fitur yang diaktifkan.
Harga Edifier We-Bass
Di China, Edifier We-Bass dipasarkan dengan harga 399 yuan, setara sekitar 60 dolar AS. Produk ini tersedia melalui JD.com dengan pilihan warna Wave White.
Belum ada pengumuman mengenai jadwal peluncuran internasional maupun harga resminya di Indonesia.
Karena itu, calon pembeli di Tanah Air masih perlu menunggu informasi lebih lanjut terkait distribusi dan ketersediaan produk.
Sebagai perbandingan, Baseus sebelumnya juga memperkenalkan earbud jepit MC2 NC yang menawarkan fitur berbeda, termasuk active noise cancellation (ANC) hingga 50 dB, dukungan codec LDAC, fitur AI, dan daya tahan baterai hingga 60 jam.
Dengan desain open-ear, driver 12 mm, fitur AI, konektivitas Bluetooth 6.1, serta baterai hingga 20 jam, Edifier We-Bass menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari alternatif earbud nirkabel dengan desain jepit dan fitur modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional





