Jangan Kaget! Ternyata Soto Kudus Pakai Daging Kerbau, Ini Alasan di Balik Sejarah Toleransi yang Bikin Haru!

JATENG.AKURAT.CO, Saat dengar nama Kudus, kamu mungkin langsung teringat kota kretek, kota santri, dan tentunya, soto kudus.
Tapi, ada satu fakta menarik yang bikin soto kudus berbeda dari soto lainnya: soto ini menggunakan daging kerbau, bukan daging sapi.
Alasan di baliknya bukan cuma soal rasa, tapi menyimpan sejarah panjang tentang toleransi dan kearifan lokal yang diajarkan oleh Sunan Kudus.
Baca Juga: Cita Rasa Sajian Nusantara! Ini Gudeg Koyor, Kuliner Semarang yang Ternyata Beda dari Gudeg Jogja!
Kudus: Dari Tajug hingga Al-Quds
Dahulu, Kudus dikenal dengan nama Tajug. Sebagian besar penduduknya menganut agama Hindu dan menyembah dewa.
Namun, sejarah berubah saat salah satu anggota Wali Songo, Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan, datang untuk berdakwah. Beliau kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus.
Sunan Kudus tidak menggunakan kekerasan dalam berdakwah. Ia menerapkan prinsip Mau’izhatul hasanah, yaitu penyampaian ajaran Islam yang disesuaikan dengan adat dan budaya setempat.
Nama Tajug pun diganti menjadi Kudus, yang diambil dari bahasa Arab Al-Quds yang berarti "kesucian".
Baca Juga: Terkuak! Bukan Cuma Lezat, Ini Sejarah Unik di Balik Babat Gongso Khas Semarang!
Strategi Dakwah Berbasis Toleransi
Salah satu strategi dakwah Sunan Kudus yang paling terkenal adalah melalui seni dan budaya, seperti wayang klithik dan tembang Maskumambang serta Mijil.
Namun, di bidang sosial, beliau menunjukkan toleransi yang luar biasa. Sunan Kudus memahami bahwa bagi umat Hindu, sapi adalah hewan yang dianggap suci.
Sapi dipercaya sebagai kendaraan Dewa Siwa dan simbol ibu dari seluruh alam semesta.
Meskipun dalam ajaran Islam sapi adalah hewan yang halal, Sunan Kudus melarang pengikutnya untuk menyembelih sapi.
Beliau menyarankan agar sapi diganti dengan kerbau saat perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
Tujuannya sederhana: menghormati keyakinan umat Hindu dan menjaga kerukunan antar umat beragama.
Daging Kerbau: Simbol Toleransi dalam Semangkuk Soto
Kebijakan inilah yang menjadi alasan mengapa soto kudus menggunakan daging kerbau.
Ciri khas ini bukan hanya soal kuliner, tapi juga warisan budaya dan nilai toleransi yang terus dijaga hingga kini.
Soto kudus otentik disajikan dengan sohun, irisan kol, tauge, taburan daun seledri, dan bawang goreng.
Kuahnya yang gurih terbuat dari kaldu daging kerbau, diperkaya dengan bumbu rempah.
Ditambah sate telur puyuh atau gorengan, rasanya dijamin bikin ketagihan.
Jadi, setiap kali kamu menikmati semangkuk soto kudus, kamu tidak hanya menikmati kelezatan, tetapi juga menghargai sejarah toleransi yang melegenda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan









