Sudah Mulai Langka! Intip Ketan, Kudapan Khas dari Kabupaten Kudus, Rasanya Enak Gurih dan Manis

JATENG.AKURAT.CO, Sudah Mulai Langka! Intip Ketan, Kudapan Khas dari Kabupaten Kudus, Rasanya Enak Gurih dan Manis.
Inilah intip ketan khas kudus, salah satu kuliner tradisional yang dikatakan hampir punah!
Mencari jajanan tradisional atau kuliner legendaris yang mulai langka adalah petualangan tersendiri, apalagi jika makanan tersebut punya cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Salah satu jajanan atau kuliner legendaris yang hampir punah dan kini mulai jarang ditemukan adalah intip ketan khas Kudus.
Banyak dari kaum muda, baik Generasi Z maupun Millennial, mungkin belum pernah mendengar apalagi mencicipi kuliner ini.
Intip ketan, yang dikenal dengan rasa gurih manisnya, kian tergeser oleh jajanan modern yang lebih populer di kalangan anak muda.
Di Kabupaten Kudus, jajanan ini biasanya muncul saat acara-acara tradisi, seperti Dandangan, yang berlangsung di sekitar Menara Kudus.
Baca Juga: Healing dan Kulineran Sekaligus? Cobalah 4 Tempat Makan Nuansa Alam yang Hidden Gems di Ungaran Ini!
Salah satu pelaku usaha yang masih setia menjajakan mengatakan, mereka menjaga tradisi ini tetap hidup dengan membuka stand intip ketan selama rangkaian acara Dandangan.
Mereka mulai berjualan dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, tepat di sekitar area Menara Kudus.
Di sini, kamu bisa menikmati sensasi jajanan tradisional yang mulai jarang ditemui.
Biasanya jajanan ini dijual Dalam tenda sederhana yang didirikan di sekitar kawasan acara, dan dibuat dengan penuh keterampilan membuat intip ketan menggunakan peralatan tradisional.
Proses pembuatannya sederhana namun unik. Beras ketan yang telah dimasak kemudian dicampur dengan parutan kelapa.
Setelah itu, campuran ini dipanaskan di atas cobek tanah dengan tungku api tradisional.
Proses pemanasan ini menghasilkan ketan yang berbentuk pipih dan ditaburi gula pasir di atasnya.
Yang membuatnya istimewa adalah hasil akhirnya. Intip ketan ini memiliki dua warna yang khas:
coklat di bagian atas dan hitam di bagian bawah, yang menyerupai kerak nasi gosong atau dalam bahasa Jawa disebut “intip.”
Setelah matang, intip ketan disajikan dengan cara yang sangat tradisional, yaitu dibungkus dengan daun pisang.
Rasanya? Gurih dan manis, menciptakan sensasi rasa yang tidak kalah dengan jajanan kekinian yang sering kita temui saat ini.
Jika kamu penasaran ingin mencobanya, jangan khawatir soal harga.
Untuk menikmati seporsi intip ketan khas Kudus ini, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15.000.
Sebuah harga yang sangat terjangkau untuk kuliner langka dan autentik seperti ini.
Jika kamu sedang berada di Kudus selama acara Dandangan, pastikan Anda menyempatkan diri untuk mampir dan mencicipi jajanan tradisional ini di sekitar Menara Kudus.
Itulah Ulasan Mengenai Kudapan Khas dari Kabupaten Kudus, Rasanya Enak Gurih dan Manis. Yang sudah Mulai Langka. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat








