Jateng

8 Ragam Jajanan Tradisional Khas dari Provinsi Jawa Tengah, Masih Ada di Daerah Anda?

Theo Adi Pratama | 15 Juni 2025, 21:04 WIB
8 Ragam Jajanan Tradisional Khas dari Provinsi Jawa Tengah, Masih Ada di Daerah Anda?

JATENG.AKURAT.CO, Cek 8 Ragam Jajanan Tradisional Khas dari Provinsi Jawa Tengah. Simak Selengkapnya di Artikel Ini.

Jajanan atau makanan tradisional biasanya menjadi pilihan wisatawan sebagai oleh-oleh atau buah tangan saat berkunjung ke Jawa Tengah. 

Ada sejumlah makanan di Jateng yang bisa menjadi pilihan dan dijamin rasanya tak kalah enak dari makanan modern yang saat ini mulai banyak macamnya.

Baca Juga: 5 Tempat Belanja Oleh-Oleh Terbaik di Probolinggo Ini Surganya Kuliner Khas, Ada Kerupuk Ikan Legendaris Sampai Aneka Camilan Otentik! (Part 1)

Perkembangan zaman mendorong munculnya kreasi baru masyarakat termasuk dalam bidang kuliner hingga adanya beragam makanan modern. 

Namun, jajanan tradisional tetap memiliki daya tarik yang tak dapat diabaikan. 

Meskipun kita hidup dalam era makanan modern yang penuh dengan inovasi dan variasi, jajanan tradisional tetap memiliki tempat istimewa dalam hati masyarakat.

Berbagai hidangan lezat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi menunjukkan kekayaan budaya dan rasa yang melekat pada setiap wilayah, salah satunya adalah Jawa Tengah

Baca Juga: Warga Lokal Rekomendasikan: Jangan Ngaku Pecinta Kuliner Kalau Belum Coba 5 Tempat Makan Hidden Gems di Batang Ini! (Part 2)

8 Ragam Jajanan Tradisional Khas dari Provinsi Jawa Tengah, Masih Ada di Daerah Anda? 

1. Latopia

Latopia merupakan sejenis kue pia atau bakpia dari Tegal. Tampilannya serupa dengan bakpia pathok khas Jogja, tetapi sebenarnya ukuran Latopia lebih besar. 

Latopia dibuat dengan mencampurkan kacang hijau dan gula, lalu melapisi campuran tersebut dengan tepung sebelum akhirnya dipanggang. 

Isiannya pun semakin beragam seiring dengan perkembangan zaman, termasuk adanya variasi coklat dan keju. 

Sebagai pilihan oleh-oleh bagi para wisatawan, latopia sangat populer. 

Harganya juga tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp 1.000 per bijinya.

2. Capret Pekalongan

Sesuai namanya, jajanan ini berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Capret adalah jajanan sejenis kerupuk yang terbuat dari tepung tapioka.

Pembuatannya adalah dengan digoreng kering kemudian diberi bumbu Capret mudah ditemukan di pasar dan di toko oleh-oleh daerah Pekalongan.

3. Gethuk

Makanan khas Magelang ini terbuat dari singkong atau ketela pohon yang direbus kemudian ditumbuk halus. 

Jika ditarik ke belakang, pemilihan singkong di sini, karena pada zaman penjajahan dahulu sulit untuk menemukan beras, sehingga masyarakat berusaha mencari alternatif makanan pokok, yaitu singkong. 

Gethuk kemudian dikreasikan dengan menambah pewarna, mengubah tampilan, dan menambahkan rasa manis atau asin ketika pembuatannya. Gethuk biasanya disajikan dengan parutan kelapa sebagai topping.

Baca Juga: Surga Kuliner di Grobogan! 5 Daftar Tempat Makan dengan Rasa yang Tak Terlupakan, Wajib Kudu Datang ! (Part 1)

4. Mendut

Masih dengan isian gula merah, selanjutnya ada mendut. Bukan gula merah saja, mendut merupakan makanan dari tepung ketan yang berisi campuran kelapa parut dan gula merah. 

Teksturnya lembut dan legit dengan rasa dominan manis. Tampilannya pun cantik dengan warna pink atau hijau, berbentuk segitiga atau limas, dan dibungkus menggunakan daun pisang. 

Kue ini biasa disajikan ketika acara penting, seperti hajatan atau selamatan. Namun, di pasar pun kini telah mudah menemukan mendut.

5. Lumpia

Warga Jawa Tengah, khususnya Semarang tentu sudah tidak asing dengan jajanan satu ini. 

Lumpia merupakan hasil dari perpaduan budaya Jawa dan Tiongkok yang berada di Semarang. 

Jajanan ini berbentuk tabung dengan isian rebung atau bambu muda. Lumpia kemudian digoreng, sehingga menghasilkan tekstur yang renyah. 

Lumpia biasanya disajikan bersama cabai rawit atau acar.

Baca Juga: 4 Pilihan Wisata di Kawasan Selo Kabupaten Boyolali, Pas Buat Piknik Long Weekend

6. Serabi

Serabi merupakan jajanan khas dari Solo, Jawa Tengah. Bahan dasarnya adalah adonan tepung beras. 

Adonan ini kemudian dimasak di atas wadah tanah liat yang berbentuk seperti wajan kecil, kemudian dibakar menggunakan arang. 

Rasa dasarnya adalah gurih. Namun, terkadang serabi diberi topping lagi di atasnya, misalnya coklat sehingga menambah rasa manis pada serabi.

Di Solo sendiri terdapat serabi yang sangat terkenal, yaitu Serabi Notosuman yang telah ada sejak tahun 1923.

7. Carang Madu

Jajanan manis dan renyah khas Jepara ini sangat cocok untuk dinikmati bersama teh atau kopi. 

Carang madu terbuat dari tepung beras, gula, santan yang dicampur menjadi adonan dan digoreng membentuk lembaran-lembaran tipis tidak beraturan mirip dengan sarang burung. 

Setelah matang, di atasnya kemudian diolesi dengan cairan gula merah.

8. Intip

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, surakarta.go.id, Intip merupakan istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti kerak nasi. 

Kerak nasi ini digoreng dan menjadi makanan khas Solo. 

Proses pembuatannya lumayan panjang, mulai dari memasak nasi secara tradisional terlebih dulu hingga memunculkan kerak di bawah kendil,

Baca Juga: Jelajah Wisata Jateng: Menilik Pesona Keindahan Alam Telaga Menjer yang Ada di Kabupaten Wonosobo

Semacam panci tebal yang digunakan untuk menanak nasi pada zaman dahulu dan penjemuran kerak tersebut hingga kering sebelum akhirnya digoreng.

Selain dimakan langsung setelah digoreng, intip pun dapat dikreasikan. 

Itulah Ulasan Mengenai 8 Ragam Jajanan Tradisional Khas dari Provinsi Jawa Tengah, Masih Ada di Daerah Anda?. *** 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.