Ternyata Salatiga Se-Addictive Ini! 3 Hari 2 Malam Bikin Gak Mau Pulang! Kuliner Legendaris dan Kopi Unik Bikin Nagih!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa bilang Salatiga itu kota yang membosankan? Buktinya, solo traveler dengan akun tiktok @harianiismll ini dibuat jatuh hati dan nggak rela pulang setelah 3 hari 2 malam menikmati slow living di kota sejuk ini!
Dari kuliner tradisional yang dimasak dengan kayu bakar, kopi unik di kafe mungil, hingga soto legendaris yang bikin lidah bergoyang, Salatiga menyimpan pesona yang bikin ketagihan! Penasaran? Yuk, ikuti jejaknya!
Solo Traveling: Menikmati Salatiga dengan Santai dan Hati Tenang!
Berangkat dari Jogja menggunakan shuttle selama kurang lebih dua jam, solo traveler ini langsung disambut dengan suasana Salatiga yang tenang dan damai.
Kota ini memang dikenal dengan slow living-nya, cocok banget buat kamu yang ingin healing sejenak dari hiruk pikuk kota besar.
Jangan khawatir soal transportasi, karena di Salatiga juga ada ojek online yang siap mengantarmu ke mana saja!
Surga Kuliner Salatiga: Dari Sate Sapi Endulita hingga Soto Bening yang Bikin Nagih!
Petualangan kuliner dimulai dari Warung Bu Yamini, tempat makan tradisional yang masih memasak menggunakan kayu bakar!
Jangan lewatkan menu andalannya, kepala manyung yang pedas gurihnya bikin nagih!
Selain itu, kamu bisa mencoba menu sarapan Soto Reksa Pak Bas yang wajib dicoba bagi para pecinta soto.
Soto khas Salatiga ini menggunakan kuah santan yang gurih dan nikmat disantap dengan kerupuk karak. Dijamin bikin ketagihan!
Untuk makan malam bisa mencoba Sate Sapi Suruh, yang mana kuliner sate sapi di sini awalnya terlihat biasa saja, tapi rasanya "endulita" banget!
Dagingnya lembut dan bumbu kacangnya gurih. Jangan lupa juga cicipi wedang ronde dan sekoteng legendaris Salatiga di malam yang dingin!
Kafe-kafe Cozy yang Bikin Betah Berlama-lama!
Salatiga juga punya banyak kafe unik yang sayang untuk dilewatkan.
Ngopo Ngopi yang satu lokasi dengan hotel Pitu Rooms, meskipun tempatnya kecil, tapi suasananya sangat cozy.
Tongkrongan malam bisa melipir ke Cindy's Cafe yang terletak agak masuk ke area perkampungan menawarkan suasana rumahan nenek yang nyaman.
Begitu juga dengan 1915 Art Koffie Huis, kafe dengan desain klasik ala rumah kuno yang setiap sudutnya instagramable.
Menikmati kopi sambil bersantai di kafe-kafe ini bikin betah berlama-lama!
Menginap di Hotel Tertipis Kedua di Dunia!
Salah satu alasan solo traveler ini memilih Salatiga adalah untuk menginap di Pitu Rooms Hotel, yang diklaim sebagai hotel tertipis kedua di dunia!
Dengan harga sekitar 600 ribu per malam, pengalaman menginap di hotel unik ini tentu sebanding dengan harganya.
Kamarnya cozy dan nyaman, cocok untuk beristirahat setelah seharian berkeliling.
Pecel Legendaris Mbah Mul: Penutup yang Sempurna!
Sebelum pulang, jangan lupa sarapan atau makan siang di Pecel Madya Mbah Mul yang juga legendaris di Salatiga.
Lokasinya memang agak masuk gang, tapi pecelnya terkenal enak dan ibunya sangat ramah!
Ini adalah penutup yang sempurna untuk petualangan solo traveling yang tak terlupakan di Salatiga.
Ternyata, Salatiga punya daya tarik tersendiri yang bikin siapa saja betah berlama-lama.
Suasana kotanya yang tenang, kulinernya yang lezat, dan kafe-kafenya yang cozy menjadi daya tarik utama.
Jadi, kapan kamu mau mencoba solo traveling dan merasakan slow living di Salatiga? Jangan lupa ikuti terus petualangan kuliner dan traveling lainnya!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










