Ini Lho 5 Fakta Jenang Oleh-oleh Khas Kabupaten Kudus, Konon Bermula Saat Zaman Sunan Kudus

JATENG.AKURAT.CO, Ini Lho 5 Fakta Unik Jenang Oleh-oleh Khas Kabupaten Kudus, Konon Bermula Saat Zaman Sunan Kudus
Di Kota Kudus ada kudapan yang sudah sangat dikenal warga sekitar bahkan di luar daerah. Namanya Jenang, kudapan bercita rasa manis dan legit ini menyimpan banyak fakta yang menarik.
Mampir ke Kota Kudus tak lengkap rasanya jika tak membawa pulang oleh-oleh Jenang Kudus.
Makanan ini ternyata sudah ada sejak zaman Walisongo. Dan terus dilestarikan hingga jadi makanan ringan khas dari kota Kudus.
Nah, 5 Fakta Menarik Tentang Jenang Kudus, Kudapan Legit yang jadi oleh-oleh, yuk simak penjelasan berikut.
- Jenang Mirip dengan Dodol, Serupa tapi Tak Sama
Sekilas, bentuk dan penampilannya mirip dengan dodol. Keduanya memang terbuat dari bahan yang hampir sama, yaitu tepung ketan, gula kelapa atau gula aren, dan santan.
Jenang biasanya disajikan dalam potongan-potongan kecil, dibungkus dengan kertas atau plastik, lalu dikemas dalam sebuah dus.
Makanan dengan tekstur kenyal ini juga memiliki berbagai varian rasa. Mulai dari rasa original, durian, nangka, pandan, susu, cokelat, moka, hingga kapucino. Perbedaannya dengan dodol hanya terletak pada tekstur. Jenang cenderung lebih lembut dan sedikit basah.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Lokasi Warung Sate yang Mantul di Jepara, Rasanya Dijamin Maknyus!
- Sejarah Awal Mula Jenang Kudus
Awal Mula Jenang khas Kudus ini tak lepas dari figur yang sangat popular di wilayah yang dijuluki Kota Santri tersebut, yakni Sunan Kudus.
Konon, Sunan Kudus, Saridin atau Syekh Jangkung, dan Mbah Dempok Soponyono bersama cucunya suatu ketika melakukan perjalanan.
Cucu Mbah Dempok Soponyono kemudian bermain burung dara di tepi sungai yang selanjutnya diberi nama Sungai Kaliputu. Malangnya, bocah tersebut tercebur dan hanyut. Ia pun diselamatkan warga sekitar.
Sunan Kudus kemudian menyimpulkan, bocah itu telah meninggal dunia. Namun, Syekh Jangkung berpendapat lain. Menurutnya, cucu Mbah Dempok hanya mati suri.
Untuk membangunkannya, Syekh Jangkung meminta kepada warga sekitar agar membuat jenang bubur gamping untuk diberikan kepada anak tersebut. Tak disangka, anak itu pun hidup kembali.
Singkat cerita, Sunan Kudus pun berkata, “Suk nek ana rejaning jaman, wong Kaliputu uripe saka jenang.” (Suatu saat kelak jika zaman sudah ramai, orang Kaliputu hidup dari jenang).
- Ada Museum Jenang di Kudus
Mengukuhkan eksistensi jenang sebagai makanan khas Kudus, sejak tahun 2017 telah berdiri Museum Jenang yang pertama. Museum ini berlokasi di Jalan Sunan Muria, 33, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Keberadaan Museum Jenang diinisiasi oleh PT. Mubarok Food Cipta Delicia, perusahaan yang menaungi Jenang Mubarok.
Museum yang diresmikan pada 24 Mei 2017 tersebut berisi beragam foto dan patung terkait cara proses membuat jenang. Juga ada perlengkapan yang digunakan dari masa ke masa.
Museum Jenang menonjolkan desain bangunan yang menarik karena menampilkan visualisasi pembuatan, penyajian, hingga pelestarian kudapan legendaris ini.
- Ada Tradisi Arak-Arakan Jenang Sebagai Tanda Syukur Masyarakat
Menariknya, kini Kaliputu dikenal sebagai pusat produksi kuliner yang yang satu ini. Sebagai wujud syukur atas berkah yang diterima warga desa Kaliputu, maka setiap menyambut Tahun Baru Hijriah atau 1 Syura, diadakanlah acara Kirab Tebokan.
Acar bernuansa budaya tersebut merupakan arak-arakan jenang. Tebok atau tampah berisi Jenang dibentuk berbagai bentuk, misalnya miniatur Menara Kudus dan Masjid Kudus.
- Ada Perusahaan Pembuat Jenang Kudus yang Berusia Lebih dari 100 Tahun
Jenang Mubarok adalah produsen jenang Kudus yang sangat legendaris di kota tersebut. Usaha keluarga turun-temurun tersebut bahkan telah berdiri lebih dari 110 tahun silam.
Jenang Kudus Mubarok dirintis oleh Hj Alawiyah. Lokasi penjualannya berada di Pasar Kudus, saat ini dikenal sebagai tempat parkir para peziarah makam Sunan Kudus di Masjid Menara.
Setelah Alawiyah meninggal, usaha jenang dilanjutkan oleh anak laki-lakinya, H Achmad Shochib. Di tangan sang putra, perusahaan berkembang semakin pesat.
Kini Jenang Mubarok dijalankan oleh generasi ketiga dengan tetap menggunakan resep dan bahan-bahan tradisional.
Itulah ulasan mengenai 5 Fakta unik Jenang Kudus, Oleh-Oleh Khas Kabupaten Kudus yang sudah ada sejak zaman Sunan Kudus. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










