Meskipun Dekat Laut, Ternyata di Kawasan Pantura Jepara Ada 13 Desa Penghasil Biji Kopi Terbaik

JATENG.AKURAT.CO, Meskipun Dekat Laut, Ternyata di Kawasan Pantura Jepara Ada 13 Desa Penghasil Biji Kopi Terbaik.
Tanaman kopi biasanya tumbuh di kawasan dataran tinggi seperti lereng gunung dengan hawa yang sejuk.
Tapi di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) ternyata ada daerah yang menjadi penghasil biji kopi dengan kualitas unggul.
Kawasan itu ada di salah satu Kabupaten yang berada di jalur Pantura, tepatnya di Kabupaten Jepara.
Meskipun lokasinya dekat laut, ternyata Jepara punya lho kawasan yang bisa menghasilkan kopi.
Lokasi itu ada di desa-desa yang berada di dekat lereng Gunung Muria. Gunung ini lokasinya memang di tengah 3 kabupaten, Kudus, Jepara dan Pati.
Jadi. Tak heran di Jepara juga ada lokasi perkebunan kopi. Walaupun luasnya tidaklah terlalu besar.
Baca Juga: 6 Ragam Dialek Khas Orang Jepara, Sering Digunakan Kalau Ngobrol Sehari-Hari
Ada 13 Desa Penghasil Biji Kopi Terbaik di Kabupaten Jepara
Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jepara, daerah penghasil kopi terbaik di Jepara tersebar di tujuh kecamatan. Atau berada di lima belas hingga dua puluh desa.
“Sekarang sudah banyak desa yang muncul sebagai penghasil kopi terbaik di Jepara,” kata Zamroni Leistiaza, Kepala Disperindag kepada awak media.
Berikut ini persebaran lokasi desa-desa mana saja yang menjadi penghasil kopi terbaik di Kabupaten Jepara.
Kecamatan Keling: ada Desa Tempur, Desa Kunir dan Desa Watuaji
Kecamatan Kembang: ada Desa Sumanding, Desa Bucu dan Desa Dudakawu
Kecamatan Bangsri ada desa penghasil kopi ada di Desa Papasan.
Kemudian di kawasan kecamatan Pakisaji, desa penghasil biji kopi terbaik ada di Desa Tanjung.
Sementara di Kecamatan Batealit, kopi terbaik tersebar di Desa Batealit dan Desa Sumosari.
Lalu di Kecamatan Mayong, penghasil kopi berada di Desa Bungu. Sedangkan di Kecamatan Nalumsari, penghasil kopi terbaik di Desa Bategede
Ada empat jenis kopi yang dibudidayakan oleh petani kopi di Jepara ini. Mulai dari varietas Arabika, Robusta, Liberika dan Ekselsa. Untuk Liberika dan Ekselsa memang jumlahnya masih jarang.
Baca Juga: 6 Ragam Dialek Khas Orang Jepara, Sering Digunakan Kalau Ngobrol Sehari-Hari
Varietas kopi robusta tetap menjadi rajanya kopi terbaik Jepara. Saat ini luas lahan yang ditanami kopi robusta sekitar 1.800 hektar area dengan jumlah produksi sekitar 1.200-1.300 ton per tahun.
Sedangkan untuk varietas arabika, luas lahannya hanya sekitar 10 hektar area dengan jumlah produksi 4-5 ton per tahun.
Kopi dari Jepara juga dikenal baik oleh pasar, banyak yang dijual ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Jogja.
Bahkan ada beberapa petani yang mahir pemasaran berani untuk menjualnya ke luar negeri via internet.
Salah satu kopi yang jadi andalan Jepara adalah kopi dari Desa Tempur, bahkan kopi ini sering dijumpai di coffee shop kekinian di kota-kota besar. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










