Jateng

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Jenang Kudus, Kudapan Legit yang Sudah Ada Sejak 100 Tahun yang Lalu

Afri Rismoko | 6 Mei 2024, 07:12 WIB
Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Jenang Kudus, Kudapan Legit yang Sudah Ada Sejak 100 Tahun yang Lalu

AKURAT.CO JATENG - Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Jenang Kudus, Kudapan Legit yang Sudah Ada Sejak 100 Tahun yang Lalu.

Di Kota Kudus ada kudapan yang sudah sangat dikenal warga sekitar bahkan di luar daerah. Namanya Jenang, kudapan bercita rasa manis dan legit ini menyimpan banyak fakta yang menarik.

Mampir ke Kota Kudus tak lengkap rasanya jika tak membawa pulang oleh-oleh Jenang Kudus. 

Baca Juga: Dijamin Sedap! Ini 5 Kuliner Khas Kota Kudus yang Wajib Anda Coba Jika Mampir Kesini

Makanan ini ternyata sudah ada sejak zaman Walisongo. Dan terus dilestarikan hingga jadi makanan ringan khas dari kota Kudus.

Nah, 5 Fakta Menarik Tentang Jenang Kudus, Kudapan Legit yang jadi oleh-oleh, yuk simak penjelasan berikut. 

  1. Sejarah Awal Mula Jenang Kudus

Awal Mula Jenang khas Kudus ini tak lepas dari figur yang sangat popular di wilayah yang dijuluki Kota Santri tersebut, yakni Sunan Kudus. Konon, Sunan Kudus, Saridin atau Syekh Jangkung, dan Mbah Dempok Soponyono bersama cucunya suatu ketika melakukan perjalanan.

Cucu Mbah Dempok Soponyono kemudian bermain burung dara di tepi sungai yang selanjutnya diberi nama Sungai Kaliputu. Malangnya, bocah tersebut tercebur dan hanyut. Ia pun diselamatkan warga sekitar.

Sunan Kudus kemudian menyimpulkan, bocah itu telah meninggal dunia. Namun, Syekh Jangkung berpendapat lain. Menurutnya, cucu Mbah Dempok hanya mati suri.

Untuk membangunkannya, Syekh Jangkung meminta kepada warga sekitar agar membuat jenang bubur gamping untuk diberikan kepada anak tersebut. Tak disangka, anak itu pun hidup kembali.

Singkat cerita, Sunan Kudus pun berkata, “Suk nek ana rejaning jaman, wong Kaliputu uripe saka jenang.” (Suatu saat kelak jika zaman sudah ramai, orang Kaliputu hidup dari jenang).

Baca Juga: Menikmati Pesona Budaya dan Kuliner Solo: Rekomendasi 5 Hotel Budget hingga Bintang 5 yang Nyaman untuk Akomodasi Liburan

  1. Ada Museum Jenang di Kudus

Mengukuhkan eksistensi jenang sebagai makanan khas Kudus, sejak tahun 2017 telah berdiri Museum Jenang yang pertama. Museum ini berlokasi di Jalan Sunan Muria, 33, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Keberadaan Museum Jenang diinisiasi oleh PT Mubarok Food Cipta Delicia, perusahaan yang menaungi Jenang Mubarok.

Museum yang diresmikan pada 24 Mei 2017 tersebut berisi beragam foto dan patung terkait cara proses membuat jenang. Juga ada perlengkapan yang digunakan dari masa ke masa. 

Museum Jenang menonjolkan desain bangunan yang menarik karena menampilkan visualisasi pembuatan, penyajian, hingga pelestarian kudapan legendaris ini.

  1. Ada Perusahaan Pembuat Jenang Kudus yang Berusia Lebih dari 100 Tahun

Jenang Mubarok adalah produsen jenang Kudus yang sangat legendaris di kota tersebut. Usaha keluarga turun-temurun tersebut bahkan telah berdiri lebih dari 110 tahun silam. 

Jenang Kudus Mubarok dirintis oleh Hj Alawiyah. Lokasi penjualannya berada di Pasar Kudus, saat ini dikenal sebagai tempat parkir para peziarah makam Sunan Kudus di Masjid Menara.

Setelah Alawiyah meninggal, usaha jenang dilanjutkan oleh anak laki-lakinya, H Achmad Shochib. Di tangan sang putra, perusahaan berkembang semakin pesat. Kini Jenang Mubarok dijalankan oleh generasi ketiga dengan tetap menggunakan resep dan bahan-bahan tradisional.

Baca Juga: Menghabiskan Liburan Sehari di Malang: Itinerary Perjalanan Wisata serta Kuliner yang Seru di Salah Satu Kota Terbaik di Jawa Timur

  1. Jenang Mirip dengan Dodol, Serupa tapi Tak Sama

Sekilas, bentuk dan penampilannya mirip dengan dodol. Keduanya memang terbuat dari bahan yang hampir sama, yaitu tepung ketan, gula kelapa atau gula aren, dan santan. Jenang biasanya disajikan dalam potongan-potongan kecil, dibungkus dengan kertas atau plastik, lalu dikemas dalam sebuah dus.

Makanan dengan tekstur kenyal ini juga memiliki berbagai varian rasa. Mulai dari rasa original, durian, nangka, pandan, susu, cokelat, moka, hingga kapucino. Perbedaannya dengan dodol hanya terletak pada tekstur. Jenang cenderung lebih lembut dan sedikit basah.

Baca Juga: Jatuh Cinta dengan Pesona Kuliner Khas Suku Pakpak: 5 Hidangan yang Akan Memikat Hati serta Lidah Anda, Selamat Mencoba!

  1. Ada Tradisi Arak-Arakan Jenang Sebagai Tanda Syukur Masyarakat

Menariknya, kini Kaliputu dikenal sebagai pusat produksi kuliner yang yang satu ini. Sebagai wujud syukur atas berkah yang diterima warga desa Kaliputu, maka setiap menyambut Tahun Baru Hijriah atau 1 Syura, diadakanlah acara Kirab Tebokan.

Acar bernuansa budaya tersebut merupakan arak-arakan jenang. Tebok atau tampah berisi Jenang dibentuk berbagai bentuk, misalnya miniatur Menara Kudus dan Masjid Kudus.

Itulah 5 Fakta Menarik Tentang Jenang Kudus, Kudapan Legit yang Sudah Ada Sejak 100 Tahun yang Lalu. ***

 




Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A