Jateng

Perjalanan Gedung Juang 45 Bekasi: Saksi Perjuangan dan Museum Sejarah

Theo Adi Pratama | 18 Februari 2024, 13:18 WIB
Perjalanan Gedung Juang 45 Bekasi: Saksi Perjuangan dan Museum Sejarah

AKURAT.CO, Bekasi, yang dijuluki sebagai Kota Patriot, memiliki banyak sejarah dan peninggalan perlawanan terhadap penjajah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanannya.

Salah satu peninggalan penting dari masa perjuangan itu adalah Gedung Juang 45 Bekasi, yang juga dikenal sebagai Gedung Juang Tambun.

Terletak di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 39, Tambun Selatan, gedung ini telah menjadi saksi bisu dari perlawanan rakyat Bekasi terhadap para penjajah.

Awalnya gedung ini merupakan salah satu pusat pertahanan rakyat Bekasi melawan penjajah Belanda.

Baca Juga: Sejarah Stadion Sultan Agung Bantul, Kandang Baru Barito Putera Bersama RANS Nusantara Hingga Akhir Musim Liga 1 2023/24

Menurut catatan sejarah, Gedung Juang telah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Pada awal abad ke-20, gedung ini, yang dulunya dikenal dengan nama Landhuis Tamboen, dibangun oleh keluarga Khouw van Tamboen dalam dua tahap pembangunan antara tahun 1906 hingga 1910.

Setelah Belanda terusir dari Bekasi, gedung tersebut diambil alih oleh seorang tuan tanah keturunan Tionghoa bernama Kouw Oen Huy hingga tahun 1942.

Namun, dengan desakan dari Tentara Republik Indonesia (TNI), gedung ini kemudian dijadikan sebagai pusat kekuatan pasukan Republik Indonesia dalam menghadapi tentara Jepang.

Pada tahun 1943, gedung tersebut jatuh ke tangan tentara Jepang dan dijadikan sebagai pusat kekuatan mereka.

Baca Juga: Memukau di Tengah Kota: Hotel Tugu Malang, Destinasi Penuh Keajaiban dengan Berbagai Barang Seni Dalam Atmosfer Sejarah

Setelah itu, pada tahun 1945, Komite Nasional Indonesia (KNI) berhasil mengambil alih gedung ini dan menjadikannya sebagai kantor Kabupaten Jatinegara serta Pusat Komando Perjuangan RI dalam menghadapi tentara sekutu.

Sejarah panjang Gedung Juang 45 Bekasi juga mencatat bahwa gedung ini sempat jatuh ke tangan Belanda selama Agresi Militer I hingga tahun 1949, sebelum akhirnya berhasil direbut kembali dan digunakan untuk beberapa keperluan, termasuk sebagai kantor DPRD Tingkat II Bekasi dan Kampus Akademi Pembangunan Desa.

Setelah direnovasi, Gedung Juang 45 Bekasi dialihfungsikan menjadi Museum Bekasi yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan.

Museum ini menawarkan banyak daya tarik, termasuk ornamen gedung yang masih asli serta ruangan-ruangan yang menampilkan foto-foto sejarah Bekasi dari masa sebelum penjajahan hingga kemerdekaan.

Di dalam museum, pengunjung juga dapat menemukan ruang digital yang mengisahkan sejarah gedung dan peranannya dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Sejarah Gemilang Jepara: Kisah Kejayaan Negeri Niaga dan Patriotisme Anti Penjajah

Selain itu, terdapat informasi mengenai Kerajaan Tarumanegara yang pernah berada di Bekasi.

Tidak hanya itu, Museum Bekasi juga menawarkan pengalaman interaktif melalui ruang tiga dimensi, di mana pengunjung dapat menyaksikan video perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajahan serta bermain berbagai permainan edukasi sejarah tiga dimensi.

Bagi yang ingin membawa pulang oleh-oleh, museum ini juga menyediakan toko merchandise yang menjual produk-produk UMKM Bekasi.

Dengan semua daya tarik dan informasi berharga yang ditawarkan, Museum Bekasi di Gedung Juang 45 Bekasi menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan sejarah dan penggemar budaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.