Perjalanan Sejarah dan Keindahan Masjid Agung Jami Malang: Masjid dengan Perpaduan Jawa dan Arab

AKURAT.CO Sejarah, Malang, sebuah kota yang terletak di dataran tinggi Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai penghasil apel, tetapi juga memiliki kekayaan religius yang mendalam.
Motto kota ini, "Malang Kucecwara", yang berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar, dengan jelas menunjukkan nilai-nilai spiritual yang dimiliki oleh masyarakatnya.
Salah satu simbol keberadaan spiritualitas di Kota Malang adalah Masjid Agung Jami Malang.
Baca Juga: Sejarah dan Kemegahan Arsitektur Masjid Agung Keraton Sumenep: Perpaduan Kebudayaan yang Mengagumkan
Terletak di depan alun-alun, yang merupakan pusat kota, masjid ini menjadi pusat ketaatan dan ibadah bagi masyarakat setempat.
Dibangun dalam dua tahap, masjid ini telah berdiri megah selama lebih dari satu abad, memancarkan keagungan dan ketakwaan.
Pengaruh gaya arsitektur Jawa dan Arab sangat kental terasa dalam desain Masjid Agung Jami Malang.
Baca Juga: Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Jami Al Baitul Amien Jember: Simbol Keagungan dan Kebanggaan
Struktur bangunan yang berbentuk bujur sangkar dengan atap tajug tumpang dua mencerminkan gaya Jawa, sementara kubah menara dan konstruksi lengkung menunjukkan pengaruh Arab yang kuat.
Dengan penampilan yang cerah dan bersih, cat putih dengan aksen hijau muda melapisi keseluruhan bangunan, memberikan kesan indah dan menenangkan.
Meskipun tampak modern dari luar, suasana di dalam masjid menghadirkan kehangatan dan keanggunan tradisional.
Dominasi material kayu pada jendela, pintu, dan plafon memberikan nuansa alami dan hangat.
Keberadaan tiang-tiang besar dari kayu jati dan kolom-kolom memberikan sentuhan tradisional Jawa yang khas, yang semakin diperkuat dengan dinding mihrab berwarna putih.
Masjid Agung Jami Malang juga mengadopsi konsep perbedaan ketinggian dalam menentukan kesakralan area.
Lantai bangunan yang sakral dibuat dengan ketinggian yang berbeda, menciptakan perasaan khusyuk dan penghormatan.
Bagian mihrab, tempat paling suci dalam masjid, didesain dengan peil lantai yang lebih tinggi lagi, di belakangnya terdapat makam-makam leluhur pendiri masjid.
Namun, di balik tradisi yang kental, Masjid Agung Jami Malang juga berperan dalam menyelenggarakan kegiatan modern.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki stasiun radio bernama Madina FM dan sebuah website yang mendukung fungsi dakwah, mencerminkan upaya untuk tetap relevan dan terkoneksi dengan masyarakat yang semakin modern.
Dengan keindahan arsitektur dan kekentalan nilai-nilai tradisionalnya, Masjid Agung Jami Malang tetap menjadi salah satu simbol penting dari eksistensi religius Kota Malang.
Sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan, masjid ini memainkan peran yang sangat penting dalam memelihara dan memperkuat identitas spiritual dan budaya masyarakatnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










