Jateng

Perjalanan Museum Wayang Jakarta: Peninggalan Jejak Sejarah dari Sebuah Gereja Hingga Menjadi Museum

Theo Adi Pratama | 13 Februari 2024, 14:00 WIB
Perjalanan Museum Wayang Jakarta: Peninggalan Jejak Sejarah dari Sebuah Gereja Hingga Menjadi Museum

AKURAT.CO Sejarah, Museum Wayang Jakarta yang terletak di Kompleks Kota Tua tidak hanya menjadi landmark penting bagi Kota Jakarta, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang menarik dari masa ke masa.

Berdiri teguh sejak 13 Agustus 1975, museum ini memiliki perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah gereja hingga menjadi rumah bagi koleksi-koleksi wayang yang berharga.

Baca Juga: Kisah Sejarah dan Pemimpin Kerajaan Kediri: Jejak Kejayaan Sang Raja Jayabaya yang Terkenal dengan Ramalannya

1. Gereja Salib: Awal Mula Sebuah Petualangan

Lokasi Museum Wayang Jakarta pada awalnya merupakan rumah bagi Gereja Salib atau Gereja Belanda Lama "de Oude Hollandsche Kerk", yang aktif digunakan dari tahun 1640 hingga 1732.

Namun, pada tahun 1733, gereja ini mengalami renovasi dan berubah menjadi Gereja Belanda Baru "de Nieuw Hollandsche Kerk".

2. Gereja Belanda Baru: Renovasi dan Perubahan Tak Terduga

Gereja Belanda Baru "de Nieuw Hollandsche Kerk" berdiri megah setinggi 40 meter dengan atap berbentuk kubah pada tahun 1736.

Namun, setelah terjadi gempa bumi pada tahun 1739, salah satu sisi temboknya retak, dan pada tahun 1808, bangunan tersebut dijual atas perintah Gubernur Jenderal Daendels.

Baca Juga: Sejarah Proses Berdirinya Kerajaan Kediri: Sebuah Kisah di Balik Pembagian Kerajaan Kahuripan

3. Transisi Menjadi Bangunan Komersial

Pada tahun 1857, bangunan bekas gereja ini digunakan oleh perusahaan bernama Geo Wehry en Co. sebagai gudang dan kantor.

Namun, pada tahun 1936, bangunan ini diakui sebagai monumen bersejarah oleh pemerintah Hindia Belanda.

4. Museum Batavia Lama: Awal Mula Sebuah Pengabdian Kepada Sejarah

Setelah diberi status monumen pada tahun 1936, bangunan ini diubah menjadi museum oleh organisasi perkumpulan ilmiah Belanda yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada tahun 1938, diberi nama de Oude Bataviasche Museum atau Museum Batavia Lama.

5. Masa Pendudukan Jepang dan Kemerdekaan

Selama masa pendudukan Jepang dan revolusi kemerdekaan, perawatan gedung museum terabaikan karena fokus utama bangsa saat itu adalah memperjuangkan kemerdekaan.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Kejayaan Kerajaan Kediri: Kisah dari Masa Hindu-Buddha di Jawa Timur

6. Perkembangan Menjadi Museum Jakarta

Pada tahun 1957, Museum Batavia Lama diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan berganti nama menjadi Museum Jakarta Lama, yang kemudian menjadi Museum Jakarta pada tahun 1960.

7. Transformasi Menjadi Museum Wayang Jakarta

Pada tahun 1975, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah Museum Jakarta menjadi Museum Wayang.

Kemudian, pada tanggal 13 Agustus 1975, Museum Wayang Jakarta diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

Jejak Sejarah yang Hidup

Dari sebuah gereja hingga menjadi museum yang mengagumkan, Museum Wayang Jakarta telah mengalami transformasi yang menarik.

Jejak sejarahnya yang hidup, dari masa kolonial hingga masa kemerdekaan, menjadi bagian tak terpisahkan dari pesona museum ini.

Jika Anda tertarik dengan sejarah dan kebudayaan, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Museum Wayang Jakarta dan merasakan sendiri aura sejarahnya yang kaya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.