Jateng

Mengagumi Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya: Simbol Keberagaman dan Penghormatan

Theo Adi Pratama | 11 Februari 2024, 16:00 WIB
Mengagumi Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya: Simbol Keberagaman dan Penghormatan

AKURAT.CO Sejarah, Di tengah keragaman arsitektur masjid di Indonesia, Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya menonjol sebagai salah satu yang mengadopsi gaya arsitektur Cina secara keseluruhan.

Dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (P1TI), masjid ini menjadi simbol penghormatan kepada Admiral Cheng Hoo, seorang pelaut Muslim terkenal dari Cina.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Kemegahan Arsitektur Masjid Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan: Keindahan dan Keharmonisan Spiritual

Admiral Cheng Hoo: Sebuah Legenda

Cheng Hoo, atau Zhang Hcc, adalah seorang laksamana Muslim Cina yang mengunjungi wilayah Nusantara pada abad ke-15.

Tugasnya adalah menyebarkan agama Islam atas perintah Kaisar Yung Lo.

Dia mendarat di Pantai Simongan, Semarang, pada tahun 1410 dan 1416 untuk mengunjungi Raja Majapahit.

Kehadirannya menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam di Indonesia.

Arsitektur dan Makna Filosofis

Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya memperlihatkan keindahan arsitektur Cina dalam bentuk kelenteng atau rumah ibadah Buddha.

Atapnya menyerupai gaya arsitektur Masjid Niu Jie di Beijing, sementara bentuk bangunannya menyerupai kapal sebagai simbol pelaut Cheng Hoo.

Warna-warna merah, hijau, biru, dan kuning yang mendominasi masjid memiliki makna filosofis dalam kepercayaan Tionghoa.

Merah melambangkan kebahagiaan, kuning melambangkan kemasyhuran, hijau melambangkan kemakmuran, dan biru melambangkan harapan.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya: Keindahan dan Kemegahan Arsitektur Islam

Ornamen-ornamen ala Tiongkok Klasik memperkaya keindahan masjid ini.

Relief naga, patung singa, dan atap menyerupai pagoda tiga tingkat dengan lafaz Allah di puncaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari keelokan Masjid Muhammad Cheng Hoo.

Simbol Keterbukaan dan Kebhinekaan

Ketiadaan pintu masjid menunjukkan keterbukaan tempat ibadah ini bagi siapa pun, tanpa memandang etnis atau latar belakang.

Masjid ini menjadi jembatan bagi keberagaman Indonesia, mengajak semua untuk bersatu dalam beribadah.

Miniatur kapal Laksamana Cheng Hoo di sisi utara masjid, bersama dengan lukisan wajah Cheng Hoo di dinding kolam, semakin menegaskan visi dan misi pembangunan masjid ini sebagai monumen penghormatan terhadap tokoh Muslim Tiongkok tersebut.

Makna Filosofis dalam Bangunan

Dibalik keindahannya, bangunan utama masjid memiliki makna filosofis yang mendalam.

Ukuran 11x9 meter mengacu pada ukuran awal Kabah, sementara angka sembilan merupakan simbol dari Wali Songo.

Angka delapan, yang melambangkan Pat Kwa, menjadi perlambang keberuntungan dan kejayaan dalam budaya Tionghoa.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Tuban: Masjid yang Menjadi Saksi Dakwah Sunan Bonang di Pulau Jawa

Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya bukan hanya sebuah tempat ibadah, namun juga simbol keberagaman dan penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi peradaban manusia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.