Sejarah dan Perjalanan Gedung Spiegel: Warisan Bersejarah di Kota Lama Semarang yang Berkilau Kembali

AKURAT.CO Sejarah, Kota Lama Semarang memancarkan pesona masa lalu melalui berbagai bangunan bersejarahnya, dan salah satu yang memikat hati adalah Gedung Spiegel.
Terletak megah di Jalan Letjen Suprapto Nomor 34, Kota Semarang, gedung ini tidak hanya menyimpan nilai-nilai sejarah tetapi juga menjadi saksi bisu perkembangan kota di masa kolonial Belanda.
Jejak Zaman Kolonial Belanda di Kota Semarang
Gedung Spiegel, yang kini diakui sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB), berdiri dengan anggun di Kota Lama Semarang.
Terletak di sebelah timur Taman Srigunting dan Gereja Blenduk, gedung ini adalah peninggalan dari zaman kolonial Belanda.
Dibangun pada tahun 1895 oleh Perusahaan NV Winkel Maatschappij, gedung ini menjadi pusat perbelanjaan pertama di ibu kota Jawa Tengah.
Arsitektur yang Memikat
Dengan fasad yang menghadap ke selatan dan entrance yang menyerong ke barat daya, Gedung Spiegel dirancang dengan letak yang strategis.
Dengan dua lantai yang menyimpan sejarah, gedung ini tidak hanya menarik perhatian sebagai tempat bersejarah tetapi juga sebagai contoh arsitektur kolonial Belanda yang memukau.
Baca Juga: Perjalanan Masjid Agung Kauman Semarang: Kekayaan Sejarah dan Keindahan Arsitektur Bangunan Ibadah
Toko Serba Ada yang Legendaris
Gedung ini dulunya adalah toko serba ada yang dikelola oleh Perusahaan NV Winkel Maatschappij.
Diberi nama "H Spiegel," toko ini menjadi pusat perbelanjaan favorit pada masanya.
Barang-barang seperti mentega, alat olahraga, buku pelajaran, guci air minum, dan lampu gas menjadi daya tarik bagi masyarakat Eropa di Semarang.
Kisah di Balik "NV Winkel Maatschappij"
Singkatan "NV" berasal dari bahasa Belanda, yang panjangnya Naamloze Vennootsschap, setara dengan perseroan terbatas (PT) pada zaman sekarang.
Gedung ini menceritakan kisah pendirian oleh Addler pada tahun 1895, dengan Herman Spiegel sebagai manajer.
Lima tahun berselang, Herman Spiegel menjadi pemilik tunggal, dan pada tahun 1908, tokonya resmi menjadi perseroan terbatas.
Baca Juga: Pesona Mistis dan Sejarah Keharmonisan Candi Gedong Songo: Pemandian Belerang dan Legenda Rahwana
Masa Kejayaan dan Transformasi
Masa kejayaan Gedung Spiegel sebagai toko serba ada berakhir seiring perubahan politik.
Setelah pemerintah Hindia Belanda beranjak dari Indonesia, gedung ini terabaikan dan bahkan difungsikan sebagai gudang yang tidak terawat. Namun, takdir bangunan ini berubah.
Pada 8 Juni 2015, setelah proses restorasi yang memakan waktu, Gedung Spiegel berubah peran menjadi Spiegel Bar & Bistro.
Dengan kehidupan baru ini, gedung bersejarah ini mengundang orang untuk menikmati kuliner lezat sambil meresapi keindahan Kota Lama Semarang.
Menikmati Keindahan Kota Lama Semarang di Spiegel Bar & Bistro
Spiegel Bar & Bistro tidak hanya membawa kembali kilau Gedung Spiegel tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang unik di Kota Lama Semarang.
Hang out di sini sambil menikmati suasana kota tempo dulu adalah cara yang indah untuk mengapresiasi perpaduan antara masa lalu dan kehidupan kontemporer.
Gedung Spiegel, dengan segala cerita dan transformasinya, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan sejarah dan budaya Kota Lama Semarang.
Jika Anda ingin menggali lebih dalam pesona masa lalu sambil menikmati hidangan lezat, kunjungilah Spiegel Bar & Bistro untuk pengalaman yang tak terlupakan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










