Jateng

Sejarah dan Perjalanan Gedung Spiegel: Warisan Bersejarah di Kota Lama Semarang yang Berkilau Kembali

Theo Adi Pratama | 10 Januari 2024, 12:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Gedung Spiegel: Warisan Bersejarah di Kota Lama Semarang yang Berkilau Kembali

AKURAT.CO Sejarah, Kota Lama Semarang memancarkan pesona masa lalu melalui berbagai bangunan bersejarahnya, dan salah satu yang memikat hati adalah Gedung Spiegel.

Terletak megah di Jalan Letjen Suprapto Nomor 34, Kota Semarang, gedung ini tidak hanya menyimpan nilai-nilai sejarah tetapi juga menjadi saksi bisu perkembangan kota di masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Perjalanan Gereja Blenduk Semarang: Menguak Kisah Sejarah dan Keindahan Arsitektur Bangunan di Kota Lama

Jejak Zaman Kolonial Belanda di Kota Semarang

Gedung Spiegel, yang kini diakui sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB), berdiri dengan anggun di Kota Lama Semarang.

Terletak di sebelah timur Taman Srigunting dan Gereja Blenduk, gedung ini adalah peninggalan dari zaman kolonial Belanda.

Dibangun pada tahun 1895 oleh Perusahaan NV Winkel Maatschappij, gedung ini menjadi pusat perbelanjaan pertama di ibu kota Jawa Tengah.

Arsitektur yang Memikat

Dengan fasad yang menghadap ke selatan dan entrance yang menyerong ke barat daya, Gedung Spiegel dirancang dengan letak yang strategis.

Dengan dua lantai yang menyimpan sejarah, gedung ini tidak hanya menarik perhatian sebagai tempat bersejarah tetapi juga sebagai contoh arsitektur kolonial Belanda yang memukau.

Baca Juga: Perjalanan Masjid Agung Kauman Semarang: Kekayaan Sejarah dan Keindahan Arsitektur Bangunan Ibadah

Toko Serba Ada yang Legendaris

Gedung ini dulunya adalah toko serba ada yang dikelola oleh Perusahaan NV Winkel Maatschappij.

Diberi nama "H Spiegel," toko ini menjadi pusat perbelanjaan favorit pada masanya.

Barang-barang seperti mentega, alat olahraga, buku pelajaran, guci air minum, dan lampu gas menjadi daya tarik bagi masyarakat Eropa di Semarang.

Kisah di Balik "NV Winkel Maatschappij"

Singkatan "NV" berasal dari bahasa Belanda, yang panjangnya Naamloze Vennootsschap, setara dengan perseroan terbatas (PT) pada zaman sekarang.

Gedung ini menceritakan kisah pendirian oleh Addler pada tahun 1895, dengan Herman Spiegel sebagai manajer.

Lima tahun berselang, Herman Spiegel menjadi pemilik tunggal, dan pada tahun 1908, tokonya resmi menjadi perseroan terbatas.

Baca Juga: Pesona Mistis dan Sejarah Keharmonisan Candi Gedong Songo: Pemandian Belerang dan Legenda Rahwana

Masa Kejayaan dan Transformasi

Masa kejayaan Gedung Spiegel sebagai toko serba ada berakhir seiring perubahan politik.

Setelah pemerintah Hindia Belanda beranjak dari Indonesia, gedung ini terabaikan dan bahkan difungsikan sebagai gudang yang tidak terawat. Namun, takdir bangunan ini berubah.

Pada 8 Juni 2015, setelah proses restorasi yang memakan waktu, Gedung Spiegel berubah peran menjadi Spiegel Bar & Bistro.

Dengan kehidupan baru ini, gedung bersejarah ini mengundang orang untuk menikmati kuliner lezat sambil meresapi keindahan Kota Lama Semarang.

Menikmati Keindahan Kota Lama Semarang di Spiegel Bar & Bistro

Spiegel Bar & Bistro tidak hanya membawa kembali kilau Gedung Spiegel tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang unik di Kota Lama Semarang.

Hang out di sini sambil menikmati suasana kota tempo dulu adalah cara yang indah untuk mengapresiasi perpaduan antara masa lalu dan kehidupan kontemporer.

Baca Juga: Sejarah Perjalanan Mohammad Hatta dan Peran Jong Sumatranen Bond dalam Merintis Perubahan di Masyarakat

Gedung Spiegel, dengan segala cerita dan transformasinya, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan sejarah dan budaya Kota Lama Semarang.

Jika Anda ingin menggali lebih dalam pesona masa lalu sambil menikmati hidangan lezat, kunjungilah Spiegel Bar & Bistro untuk pengalaman yang tak terlupakan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.