Jateng

Sejarah dan Perkembangan Pasar Johar Semarang: Cagar Budaya yang Kembali Bersinar Setelah Revitalisasi

Theo Adi Pratama | 6 Januari 2024, 16:00 WIB
Sejarah dan Perkembangan Pasar Johar Semarang: Cagar Budaya yang Kembali Bersinar Setelah Revitalisasi

AKURAT.CO Sejarah, Pasar Johar Semarang, yang kini dipandang sebagai cagar budaya, memancarkan pesona sejarahnya yang panjang hingga saat ini.

Meskipun zaman terus berubah dan munculnya pusat perbelanjaan modern, pasar ini tetap menjadi daya tarik tak tergantikan bagi warga Semarang dan sekitarnya.

Sebagai pasar tradisional terbesar di Semarang dan Asia Tenggara pada masanya, Pasar Johar bukan hanya pusat perekonomian masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga sepotong berharga dari sejarah kota ini.

Keberadaan Pasar Johar dimulai pada tahun 1860, berlokasi di sebelah timur alun-alun Semarang dan dekat dengan penjara.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta

Pada awalnya, pasar ini dikelilingi oleh pohon johar di tepi jalan, yang digunakan sebagai tempat transit bagi orang-orang yang berkunjung ke keluarga atau saudara di penjara.

Pada tahun 1931, gedung penjara yang ada dialihfungsikan menjadi pasar sentral, dan pada tahun 1933, arsitek Belanda bernama Ir. Thomas Karsten merancang pembangunan Pasar Johar, menjadikannya pasar tercantik di Asia Tenggara.

Pada tahun 1936, rancangan bangunan Pasar Johar diubah untuk efisiensi ruang.

Pembangunan dilakukan di atas Pasar Johar Lama dan Pasar Pedamaran, memanfaatkan sebagian tanah alun-alun, sebagian penjara Kabupaten, dan beberapa toko tua di sekitarnya.

Baca Juga: Melacak Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Bersejarah yang Hadir dan Menghiasi di Jawa Barat

Namun, pada tahun 2015, Pasar Johar mengalami kebakaran besar yang merusak seluruh kios.

Upaya revitalisasi Pasar Johar kemudian dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya, melibatkan Pemerintah Daerah.

Konsep revitalisasi ini bertujuan menjadikan Pasar Johar sebagai kota wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan budaya lokal.

Pada Januari 2022, Pasar Johar diresmikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

Kini, Pasar Johar menunjukkan wajah baru yang bersih, rapi, dan menarik untuk dikunjungi.

Dibagi menjadi beberapa zona, termasuk bagian utara, tengah, dan selatan, pasar ini menyediakan beragam kios basah dan kering serta kios-kios untuk berbagai kebutuhan.

Daya tarik utama Pasar Johar adalah pengalaman wisata belanja yang tak terlupakan.

Harga yang terjangkau dan kualitas produk yang menarik menjadikan pasar ini destinasi yang sangat diminati.

Baca Juga: Misteri dan Legenda Keraton Macan Putih: Jejak Sejarah yang Juga Menyimpan Kepercayaan Mistis

Selain itu, Pasar Johar juga menawarkan berbagai macam makanan siap saji, sayuran, daging, ayam, ikan, dan berbagai barang kebutuhan sehari-hari.

Fasilitas modern yang disediakan, seperti tempat parkir yang luas, toilet bersih, genset, sistem drainase yang baik, APAR sederhana, dan CCTV di setiap sudut ruangan, menambah kenyamanan pengunjung.

Semua ini merupakan upaya dari Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

Revitalisasi Pasar Johar memberikan harapan baru bagi keberlanjutan pasar ini sebagai landmark kota Semarang.

Dengan kemegahan dan keindahan yang dihadirkan, Pasar Johar kembali bersinar, mengembalikan kejayaan masa lampau, dan menjadi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan bagi warga lokal dan wisatawan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.