Jateng

Gereja-Gereja Menakjubkan di Indonesia: Harmoni Arsitektur dan Sejarah (Bagian 2)

Theo Adi Pratama | 26 Desember 2023, 10:00 WIB
Gereja-Gereja Menakjubkan di Indonesia: Harmoni Arsitektur dan Sejarah (Bagian 2)

AKURAT.CO, Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, dengan berbagai agama yang menyatu dalam sebuah masyarakat harmonis.

Sebagai negara yang kaya akan budaya, agama di Indonesia sering kali terakulturasi dengan budaya tradisional dari berbagai suku dan daerah.

Oleh karena itu, Anda dapat melihat gereja-gereja unik di Indonesia yang mencerminkan warisan dan sejarah yang kaya dari rakyatnya.

Jika Anda mencari perjalanan spiritual untuk merayakan Natal sekaligus budaya Indonesia, Anda mungkin ingin mengunjungi beberapa gereja menakjubkan ini yang akan memukau Anda dengan arsitektur, desain, dan kisahnya.

Baca Juga: Gereja-Gereja Unik di Indonesia: Menelusuri Keajaiban Arsitektur dan Keindahan Spiritual (Bagian 1)

1. Gereja Blenduk, Semarang

Gereja Blenduk membawa kita kembali ke tahun 1753 ketika Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) meninggalkan tanda yang tak terlupakan.

Kubah setengah bola dan fasad barok membuatnya menjadi markah tanah di Kota Lama Semarang, sebagai bukti hidup sejarah kolonial.

Gereja Blenduk memiliki sejarah yang sangat tua, awalnya dibangun oleh bangsa Portugis pada tahun 1753.

Pada masa itu, bangunan gereja ini sederhana, mirip dengan rumah tinggi gaya Jawa.

Kemudian, pada tahun 1894-1895, Belanda merevitalisasi seluruhnya dengan menambahkan dua menara, merubah atap menjadi kubah setengah bola, dan memberinya julukan Gereja Blenduk—dalam bahasa Jawa berarti "membengkak."

Di dalam gereja, terdapat berbagai barang kuno yang masih utuh dan terawat dengan baik.

Organ raksasa yang berusia lebih dari 200 tahun, jendela bergaya Romawi, dan bangku kayu tunggal dari kayu jati untuk jemaat adalah beberapa elemen gereja yang patut dinantikan.

Baca Juga: Mengulik Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran: Akulturasi Budaya Serta Keberagamannya di Bantul, Yogyakarta

2. Gereja Pohsarang, Kediri

Di Kediri, terdapat Gereja Katolik yang disebut Gereja Pohsarang yang berada di lereng Gunung Wilis.

Udara di sana sangat tenang, menciptakan suasana damai yang menarik para peziarah untuk berdoa atau bermeditasi.

Fakta menarik: gereja ini berada dalam kompleks yang sama dengan Gua Maria Pohsarang.

Mari bicara tentang arsitektur gereja ini—ini adalah perpaduan nyata antara nuansa Jawa dan Katolik.

Didirikan pertama kali pada tahun 1936, tempat ini memiliki altar yang terbuat dari batu padat berat tujuh ton.

Dan bukan hanya itu; di luar, terdapat altar berbentuk stupa Borobudur, menara meniru Candi Bentar, beberapa alat musik gamelan, dan lainnya.

Semua kreativitas ini berasal dari arsitek, Ir. H Maclaine Pont dari Belanda.

3. Gereja Palasari, Bali

Bali dikenal dengan agama Hindu-nya, namun ada juga Gereja Hati Kudus Yesus Palasari atau Gereja Palasari, gereja tertua di Bali Barat.

Gereja ini memiliki bangunan unik dengan gaya arsitektur Bali yang khas yang menarik banyak wisatawan yang datang untuk wisata rohaniah.

Gereja Katolik ini adalah warisan kolonial Belanda, yang dimulai oleh Pastor Simon Buis SDV.

Gereja Palasari pertama kali dibangun pada tahun 1940, ketika Raja Jembrana memberikan tanah untuk pemukiman umat Katolik.

Kemudian pada tahun 1941, lokasi gereja dipindahkan ke utara tanah, tepat di tempat gereja berdiri sekarang.

Barulah pada tahun 1955, bangunan gereja dibangun kembali secara permanen dengan desain arsitek Bruger Ign. AMD Vrieze SVD.

Baca Juga: Deklarasi Fiducia Supplicans: Pandangan Gereja Katolik Terhadap Pemberkatan Pasangan Sejenis

4. Graha Maria Annai Velangkanni, Sumatra Utara

Di Sumatra Utara, Anda akan menemukan Graha Maria Annai Velangkanni, sebuah gereja Katolik yang menghormati estetika Hindu.

Situs ini memiliki nuansa India-Mughal yang kaya, dirancang hampir seperti Kuil Hindu dengan warna-warni yang mencolok.

Struktur megah ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2005, dengan total biaya mencapai 4 miliar rupiah.

Dianggap sebagai salah satu gereja paling unik di Indonesia, awalnya dibangun oleh Pastor James Bharataputra, seorang pastor India, yang ingin membuat gereja yang menghormati Santa Maria sebagai Ibu Tuhan.

Gereja ini memiliki patung Maria sebagai Annai Velangkanni Arokia Matha, yang berarti "yang membungkuk untuk mendengarkan".

Gereja ini juga dikenal dengan dekorasi yang warna-warni dan rumit yang menggambarkan kehidupan Yesus dan Maria.

Dengan mengunjungi gereja-gereja ini, Anda tidak hanya dapat merayakan perayaan rohaniah tetapi juga menikmati keindahan arsitektur dan sejarah Indonesia yang kaya.

Setiap gereja membawa cerita dan keunikan tersendiri, mencerminkan keragaman budaya dan toleransi agama yang menjadi salah satu ciri khas bangsa ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.