Rekomendasi 7 Gudeg di Yogyakarta: Menikmati Kelezatan dan Sejarah Kuliner Khas

AKURAT.CO, Gudeg, makanan khas Yogyakarta, telah menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Bagi mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta, rasanya seperti ada yang kurang jika tidak mencicipi gudeg.
Kawasan Wijilan menjadi pusat gudeg di Yogyakarta, di mana wisatawan dapat menikmati sajian gudeg hampir sepanjang waktu di berbagai rumah makan gudeg yang berderet di Jalan Wijilan.
Meskipun demikian, warung-warung gudeg legendaris tersebar di seluruh Yogyakarta dan umumnya buka setelah matahari tenggelam.
Baca Juga: Eksplorasi Kuliner di Tegal: 7 Cafe Hits Terbaru yang Cocok untuk Acara Reuni dan Santai Bersama
Biasanya berbentuk tenda kaki lima, warung gudeg ini menawarkan tempat duduk lesehan yang menyenangkan, di mana tamu dapat menikmati hidangan sembari menyeruput teh nastigel (panas, legi atau manis, dan kental), menciptakan suasana Yogyakarta yang sesungguhnya - sebuah kenikmatan dalam kesederhanaan.
Berikut adalah rekomendasi 7 tempat makan gudeg enak di Yogyakarta:
1. Gudeg Mercon Bu Tinah
Gudeg Mercon Bu Tinah menjadi pilihan bagi pecinta pedas.
Gudeg di sini disajikan dengan tingkat pedas di atas rata-rata, berasal dari kuah areh yang diracik secara unik.
Dibuka sejak 1992, Gudeg Mercon Bu Tinah menjadi destinasi bagi yang menyukai cita rasa gudeg yang tidak terlalu manis.
Baca Juga: Menggali Kenikmatan Kuliner Legendaris di Solo: Lima Sajian Wajib untuk Anda Cicipi
2. Gudeg Mbok Lindu
Gudeg Mbok Lindu adalah legenda yang mewakili gudeg ikonik.
Didirikan oleh Mbah Lindu yang berjualan gudeg hingga usianya mencapai 100 tahun, lapak ini memiliki daya tarik tersendiri.
Gudeg di sini seimbang antara gurih dan manis, dan saat ini diteruskan oleh keluarganya setelah Mbah Lindu meninggal pada tahun 2020.
3. Gudeg Permata Bu Narti
Gudeg Permata Bu Narti, yang pertama kali dibuka pada tahun 1961, terkenal dengan gudeg basah lengkap dengan kuah areh yang melimpah.
Penggunaan kendil atau wadah tanah liat untuk menyajikan gudeg membuatnya menjadi lebih otentik dan memberikan pengalaman berbeda.
4. Gudeg Bu Djuminten
Gudeg Bu Djuminten, yang sudah berusia lebih dari satu abad sejak berdiri pada 1926, menggunakan kendil atau wadah tanah liat sebagai wadah gudegnya.
Dapur tradisionalnya memberikan nuansa otentik, dan Gudeg Bu Djuminten dikenal sebagai spesialis gudeg kendil.
5. Gudeg Pawon
Dengan suasana makan di tengah dapur, Gudeg Pawon menjadi unik karena pengunjung dapat merasakan sensasi makan langsung dari dapur.
Sebelum pandemi, Gudeg Pawon bahkan buka tengah malam, memberikan pengalaman kuliner yang berbeda di waktu malam.
6. Gudeg Ceker Mbok Joyo
Terletak di dalam gang yang tersembunyi, Gudeg Ceker Mbok Joyo menyajikan nasi gudeg atau bubur gudeg dengan ceker yang lezat.
Penggemarnya rela mencari tempat parkir untuk mencicipi gudeg yang dijual di tempat ini, dan kini juga dapat dipesan melalui aplikasi pemesanan makanan online.
7. Gudeg Yu Djum
Gudeg Yu Djum, yang berdiri sejak 1951, berhasil membuka cabang di luar Kota Pelajar.
Dibuka oleh Djuwariyah, Gudeg Yu Djum mempertahankan citarasa gudegnya yang lezat dan menjadi salah satu kuliner legendaris Yogyakarta yang terus dicari wisatawan.
Ketujuh tempat makan gudeg tersebut hanya sebagian kecil dari kekayaan kuliner Yogyakarta. Mencicipi gudeg di berbagai tempat tidak hanya memberikan pengalaman kuliner yang lezat, tetapi juga membawa kita lebih dekat dengan sejarah dan kebudayaan kota ini.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba kelezatan gudeg di Yogyakarta saat berkunjung ke sana!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










