Jateng

Rekomendasi 7 Gudeg di Yogyakarta: Menikmati Kelezatan dan Sejarah Kuliner Khas

Theo Adi Pratama | 6 Desember 2023, 13:36 WIB
Rekomendasi 7 Gudeg di Yogyakarta: Menikmati Kelezatan dan Sejarah Kuliner Khas

AKURAT.CO, Gudeg, makanan khas Yogyakarta, telah menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini.

Bagi mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta, rasanya seperti ada yang kurang jika tidak mencicipi gudeg.

Kawasan Wijilan menjadi pusat gudeg di Yogyakarta, di mana wisatawan dapat menikmati sajian gudeg hampir sepanjang waktu di berbagai rumah makan gudeg yang berderet di Jalan Wijilan.

Meskipun demikian, warung-warung gudeg legendaris tersebar di seluruh Yogyakarta dan umumnya buka setelah matahari tenggelam.

Baca Juga: Eksplorasi Kuliner di Tegal: 7 Cafe Hits Terbaru yang Cocok untuk Acara Reuni dan Santai Bersama

Biasanya berbentuk tenda kaki lima, warung gudeg ini menawarkan tempat duduk lesehan yang menyenangkan, di mana tamu dapat menikmati hidangan sembari menyeruput teh nastigel (panas, legi atau manis, dan kental), menciptakan suasana Yogyakarta yang sesungguhnya - sebuah kenikmatan dalam kesederhanaan.

Berikut adalah rekomendasi 7 tempat makan gudeg enak di Yogyakarta:

1. Gudeg Mercon Bu Tinah

Gudeg Mercon Bu Tinah menjadi pilihan bagi pecinta pedas.

Gudeg di sini disajikan dengan tingkat pedas di atas rata-rata, berasal dari kuah areh yang diracik secara unik.

Dibuka sejak 1992, Gudeg Mercon Bu Tinah menjadi destinasi bagi yang menyukai cita rasa gudeg yang tidak terlalu manis.

Baca Juga: Menggali Kenikmatan Kuliner Legendaris di Solo: Lima Sajian Wajib untuk Anda Cicipi

2. Gudeg Mbok Lindu

Gudeg Mbok Lindu adalah legenda yang mewakili gudeg ikonik.

Didirikan oleh Mbah Lindu yang berjualan gudeg hingga usianya mencapai 100 tahun, lapak ini memiliki daya tarik tersendiri.

Gudeg di sini seimbang antara gurih dan manis, dan saat ini diteruskan oleh keluarganya setelah Mbah Lindu meninggal pada tahun 2020.

3. Gudeg Permata Bu Narti

Gudeg Permata Bu Narti, yang pertama kali dibuka pada tahun 1961, terkenal dengan gudeg basah lengkap dengan kuah areh yang melimpah.

Penggunaan kendil atau wadah tanah liat untuk menyajikan gudeg membuatnya menjadi lebih otentik dan memberikan pengalaman berbeda.

Baca Juga: Magelang yang Penuh Pesona: Menikmati Wisata dan Kuliner Sekaligus Nongkrong Bersama Teman di Lima Cafe Terbaik

4. Gudeg Bu Djuminten

Gudeg Bu Djuminten, yang sudah berusia lebih dari satu abad sejak berdiri pada 1926, menggunakan kendil atau wadah tanah liat sebagai wadah gudegnya.

Dapur tradisionalnya memberikan nuansa otentik, dan Gudeg Bu Djuminten dikenal sebagai spesialis gudeg kendil.

5. Gudeg Pawon

Dengan suasana makan di tengah dapur, Gudeg Pawon menjadi unik karena pengunjung dapat merasakan sensasi makan langsung dari dapur.

Sebelum pandemi, Gudeg Pawon bahkan buka tengah malam, memberikan pengalaman kuliner yang berbeda di waktu malam.

Baca Juga: Eksplorasi Tempat Ngopi dan Kuliner di Klaten: 5 Destinasi Tempat Nongkrong Terbaik untuk Kumpul Bersama

6. Gudeg Ceker Mbok Joyo

Terletak di dalam gang yang tersembunyi, Gudeg Ceker Mbok Joyo menyajikan nasi gudeg atau bubur gudeg dengan ceker yang lezat.

Penggemarnya rela mencari tempat parkir untuk mencicipi gudeg yang dijual di tempat ini, dan kini juga dapat dipesan melalui aplikasi pemesanan makanan online.

7. Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum, yang berdiri sejak 1951, berhasil membuka cabang di luar Kota Pelajar.

Dibuka oleh Djuwariyah, Gudeg Yu Djum mempertahankan citarasa gudegnya yang lezat dan menjadi salah satu kuliner legendaris Yogyakarta yang terus dicari wisatawan.

Ketujuh tempat makan gudeg tersebut hanya sebagian kecil dari kekayaan kuliner Yogyakarta. Mencicipi gudeg di berbagai tempat tidak hanya memberikan pengalaman kuliner yang lezat, tetapi juga membawa kita lebih dekat dengan sejarah dan kebudayaan kota ini.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba kelezatan gudeg di Yogyakarta saat berkunjung ke sana!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.