Jateng

Viral! Bupati Purbalingga Bagikan Sepatu Gratis dari Gaji Pribadi, Aksinya Banjir Pujian Warganet

Dody H | 13 Agustus 2026, 19:29 WIB
Viral! Bupati Purbalingga Bagikan Sepatu Gratis dari Gaji Pribadi, Aksinya Banjir Pujian Warganet

JATENG.AKURAT.CO, Aksi Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menjadi perhatian publik setelah unggahan mengenai kepeduliannya terhadap kebutuhan sekolah anak-anak kurang mampu viral di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, tampak sejumlah sepatu sekolah baru yang diberikan kepada para siswa.

Program tersebut disebut menjadi bagian dari gerakan “Sepasang Sepatu, Sejuta Harapan”, yang ditujukan untuk membantu anak-anak mendapatkan perlengkapan sekolah yang layak.

Yang menarik perhatian, bantuan tersebut disebut menggunakan gaji dan tunjangan Bupati Fahmi secara pribadi.

Langkah itu pun menuai respons positif dari masyarakat karena dinilai menunjukkan kepedulian kepala daerah terhadap kebutuhan warga secara langsung.

Melalui gerakan “Sepasang Sepatu, Sejuta Harapan”, sebanyak 100 pasang sepatu sekolah gratis disalurkan secara bertahap kepada siswa di sejumlah sekolah.

Bantuan tersebut menyasar anak-anak yang membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah.

Sepatu baru diharapkan dapat membantu siswa menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman tanpa terbebani persoalan perlengkapan sekolah.

Penggunaan dana pribadi dari gaji dan tunjangan bupati membuat program tersebut semakin mendapat perhatian.

Aksi ini dipandang sebagai bentuk kepedulian sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat paling dasar.

Kabar mengenai pembagian sepatu gratis tersebut kemudian mendapatkan banyak respons positif di media sosial.

Sejumlah warganet mengapresiasi langkah Bupati Purbalingga yang memilih menggunakan penghasilan pribadinya untuk membantu para pelajar.

Salah satu komentar yang mendapat banyak tanda suka datang dari akun @amyzahr.

“Kita apresiasi yang baik-baik nya guysss biar banyak yang terinspirasi pejabat diseluruh negeri ini, bukan yang terinspirasi nya korupsi mulu.”

Komentar tersebut turut menggambarkan harapan masyarakat agar aksi sosial dari pejabat publik dapat menjadi inspirasi bagi pemimpin daerah lainnya.

Banyak warganet berharap gerakan serupa tidak berhenti pada pembagian sepatu, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai program yang membantu masyarakat kurang mampu.

Program tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pemberian perlengkapan sekolah.

Sepatu juga menjadi simbol dukungan agar anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar dan mengejar cita-cita.

Keterbatasan ekonomi terkadang membuat kebutuhan sederhana seperti sepatu sekolah menjadi persoalan bagi keluarga.

Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban orang tua sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa.

Bagi pemerintah daerah, dukungan terhadap pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar.

Bantuan sederhana yang menyentuh kebutuhan sehari-hari juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Gerakan bantuan perlengkapan sekolah tersebut juga disebut akan dikembangkan melalui agenda lanjutan pada Oktober mendatang dengan tajuk Program Purbalingga Gotong Royong.

Program tersebut direncanakan tidak hanya berfokus pada perlengkapan sekolah.

Sejumlah kebutuhan masyarakat lainnya juga menjadi sasaran, mulai dari penyediaan peralatan sekolah, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga peningkatan sanitasi warga.

Jika terus dikembangkan, program gotong royong tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan secara bertahap.

Aksi Bupati Purbalingga membagikan sepatu sekolah gratis dari gaji pribadi pun menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat dimulai dari hal sederhana.

Bagi para siswa penerima bantuan, sepasang sepatu bukan sekadar perlengkapan sekolah, tetapi juga dapat menjadi penyemangat untuk terus belajar dan berani mengejar masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.