Jateng

Voli Bola Raksasa dan Kostum Sekolah, Ini Keunikan Perayaan HUT RI di Desa Nyatnyono

Theo Adi Pratama | 17 Agustus 2026, 18:02 WIB
Voli Bola Raksasa dan Kostum Sekolah, Ini Keunikan Perayaan HUT RI di Desa Nyatnyono
Foto Ilustrasi - Generated by Gemini AI

JATENG.AKURAT.CO, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RW 08 Desa Nyatnyono berlangsung meriah dan penuh kegembiraan.

Beragam perlombaan yang melibatkan warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, berhasil menciptakan suasana kebersamaan sekaligus mengundang gelak tawa para penonton.

Kemeriahan semakin terasa ketika warga mengikuti berbagai lomba dengan penuh antusias.

Bukan sekadar menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati semangat perayaan kemerdekaan.

Ketua RW 08, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Wahyu Triatmoko menyampaikan, kegiatan lomba menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi yang paling penting adalah kebersamaan dan kegembiraan warga dalam memperingati kemerdekaan. Semua ikut berpartisipasi, dari anak-anak sampai orang tua,” ujar Koko, sapaan Wahyu Triatmoko pada sambutan lomba warga RW 08, Desa Nyatnyono, Minggu (16/08).

Adapun jenis lomba yang disuguhkan antara lain: bola voli, tenis meja kategori bapak-bapak. Nah, ada satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah lomba voli bola raksasa (giant ball) ibu-ibu.

Bola raksasa berdiameter sekitar dua meter itu membuat jalannya pertandingan berlangsung unik dan menghibur.

"Aksi para peserta ketika berusaha mengarahkan bola berukuran besar tersebut sontak mengundang tawa dan sorak-sorai penonton," ujar Koko.

Tak kalah menarik, kemeriahan juga hadir dalam pentas bapak-bapak yang membawakan kesenian warok pada malam tasyakuran warga RT 04 RW 08, dusun Blanten, desa Nyatnyono.

Dengan mengenakan riasan wajah atau make up khas pertunjukan, para peserta tampil percaya diri di hadapan warga.

"Penampilan tersebut menjadi salah satu hiburan yang memperlihatkan kreativitas sekaligus keberanian warga untuk tampil dalam suasana perayaan kemerdekaan," ujar ketua RT 04, dusun Blanten, desa Nyatnyono, Alwi Muntoha, Minggu (16/08) malam.

Kemeriahan lain ketika ibu-ibu RT 04 RW 08 turut tampil di atas panggung dengan penampilan yang unik dan menghibur.

Mereka mengenakan seragam sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga seragam Pramuka, sehingga menciptakan suasana nostalgia sekaligus mengundang perhatian dan keceriaan warga.

Dalam penampilan tersebut, ibu-ibu membawakan lagu “Anak Sekolah”, lagu populer yang dikenal luas melalui penyanyi legendaris Chrisye.

Dengan penuh semangat dan percaya diri, mereka bernyanyi bersama di atas panggung dengan gaya yang ceria.

"Penampilan tersebut sontak mendapat sambutan meriah dari warga yang hadir dalam malam tasyakuran," kata Alwi.

Ketua pelaksana lomba dan ajang kreativitas warga RT 04, Rohim mengatakan, oenampilan ibu-ibu tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan oleh siapa saja, tanpa memandang usia.

"Kreativitas para peserta dalam memadukan kostum sekolah dan Pramuka dengan penampilan panggung menjadikan malam tasyakuran semakin hangat dan penuh keakraban," kata Rohim dalam laporan pertanggungjawaban lomba dan ajang kreativitas warga RT 04, dusun Blanten.

Dikatakan Rohim, bahwa rangkaian perlombaan dirancang agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan warga.

“Kami ingin lomba tahun ini bisa diikuti dan dinikmati semua warga. Karena itu, kami membuat kegiatan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menghibur dan bisa membuat warga tertawa bersama,” tutur Rohim.

Sementara itu, Ketua Remaja RT 04, dusun Blanten, Dewinta Kumalasari, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan.

Para remaja turut membantu pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi penggerak suasana agar rangkaian acara berjalan semarak.

“Kegiatan seperti ini membuat anak-anak muda dan warga dari berbagai usia bisa berkumpul. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga, bukan hanya saat peringatan 17 Agustus,” kata Dewinta Kumalasari.

Alwi menegaskan, rangkaian lomba, pentas warga, pembagian hadiah lomba, dan malam tasyakuran tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung mewah.

Dengan kreativitas, partisipasi, dan semangat gotong royong, suasana sederhana pun dapat menjadi momen yang penuh keceriaan.

Alwi berpesan, melalui kegiatan tersebut, warga RT 04 RW 08 Desa Nyatnyono tidak hanya merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, silaturahmi, dan kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.

"Semangat kemerdekaan pun terasa semakin hidup ketika seluruh warga, dari anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak, ikut mengambil bagian dalam menciptakan perayaan yang meriah dan berkesan," pungkas Alwi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.