Jateng

Drama Daftar Tamu: Curhatan Calon Pengantin di Forum WeddingWire soal Siapa yang Wajib Diundang

Theo Adi Pratama | 24 Juni 2026, 17:44 WIB
Drama Daftar Tamu: Curhatan Calon Pengantin di Forum WeddingWire soal Siapa yang Wajib Diundang
foto ilustrasi (generated by copilot AI)

JATENG.AKURAT.CO, Menentukan siapa saja yang masuk dalam daftar tamu kerap menjadi tahap paling melelahkan dalam perencanaan intimate wedding, bahkan lebih berat dibanding memilih gaun atau venue.

Hal ini tergambar jelas dari berbagai utas curhat di forum diskusi WeddingWire, tempat ribuan calon pengantin saling bertukar pengalaman dan saran.

Baca Juga: Tren Pernikahan di Rumah dan Backyard Wedding yang Makin Digemari pada 2026

Salah satu utas yang banyak dikomentari menceritakan pengalaman calon pengantin yang ingin membatasi tamu di angka 75 orang demi alasan anggaran sekaligus menjaga kedekatan, namun harus berhadapan dengan pasangannya yang terus menambahkan nama baru secara sepihak, mulai dari keluarga jauh hingga kenalan gereja yang jarang ditemui.

Diskusi tersebut akhirnya berkembang menjadi perbincangan soal pentingnya komunikasi terbuka sejak awal perencanaan, bukan sekadar soal angka di daftar tamu.

Baca Juga: Tips Fotografi agar Momen Intimate Wedding Tetap Berkesan

Utas lain membahas dilema klasik seputar keluarga besar, misalnya apakah paman dan bibi yang sudah lama tidak ditemui tetap wajib diundang demi menghindari drama keluarga.

Sejumlah pengguna forum menyarankan pendekatan konsisten, seperti mengundang seluruh saudara kandung orang tua sekaligus alih-alih memilih sebagian, demi mencegah kecemburuan di kemudian hari.

Baca Juga: Intimate Wedding vs Pesta Pernikahan Besar, Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Di luar forum, panduan dari fotografer pernikahan Parallel33 menawarkan beberapa "aturan praktis" untuk menyaring daftar tamu tanpa rasa bersalah berlebihan, misalnya hanya mengundang kerabat atau teman yang benar-benar berperan dalam tiga fase kehidupan, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan yang dibayangkan pasangan.

Pendekatan semacam ini, menurut berbagai diskusi forum maupun panduan pakar, dianggap membantu pasangan tetap berpegang pada visi awal mereka tanpa terlalu terbebani ekspektasi orang lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.