Jateng

Tren Dekorasi dan Gaya Intimate Wedding 2026: dari Earthy Tone sampai Unplugged Ceremony

Theo Adi Pratama | 24 Juni 2026, 17:28 WIB
Tren Dekorasi dan Gaya Intimate Wedding 2026: dari Earthy Tone sampai Unplugged Ceremony

JATENG.AKURAT.CO, Skala acara yang lebih kecil ternyata juga melahirkan tren estetika dan format tersendiri pada 2026.

Berdasarkan riset dari KandePhotobooths, palet warna earthy seperti terracotta, blush, sage green, dan olive mendominasi dekorasi pernikahan tahun ini, menggantikan warna-warna pastel sejuk yang populer pada tahun-tahun sebelumnya.

Dari sisi format upacara, survei First Look Report milik Zola menemukan bahwa sebagian besar pasangan kini menganggap konsep unplugged ceremony, yakni upacara tanpa gawai atau ponsel, sebagai sesuatu yang sedang digandrungi.

Baca Juga: Kenapa Generasi Muda Makin Banyak Pilih Menikah dengan Tamu Sedikit?

Survei yang sama juga mencatat mayoritas pasangan tertarik dengan ide mengucapkan sumpah pernikahan secara privat, tanpa disaksikan langsung oleh seluruh tamu undangan, sebuah praktik yang menurut KandePhotobooths bahkan diproyeksikan menjadi hal lumrah pada 2026.

Soal siapa yang memimpin upacara, riset Zola juga mencatat bahwa lebih dari separuh pasangan kini memilih kerabat atau sahabat dekat sebagai pemandu acara, alih-alih menggunakan jasa penghulu atau pemuka agama formal, sejalan dengan nuansa personal yang ingin dihadirkan dalam intimate wedding.

Tren lain yang turut mencuri perhatian adalah kembalinya gaya berpakaian pengiring pengantin yang sengaja dibuat tidak seragam atau mismatched, serta meningkatnya minat terhadap dua tampilan busana berbeda dalam satu hari pernikahan.

Sebaliknya, sejumlah elemen yang dulu populer seperti menara botol sampanye dan lampu neon kini justru dianggap mulai ditinggalkan oleh sebagian besar pasangan yang disurvei.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.