Jateng

Kenapa Generasi Muda Makin Banyak Pilih Menikah dengan Tamu Sedikit?

Theo Adi Pratama | 24 Juni 2026, 17:24 WIB
Kenapa Generasi Muda Makin Banyak Pilih Menikah dengan Tamu Sedikit?
foto ilustrasi (generated by Gemini AI)

JATENG.AKURAT.CO, Generasi Z kini mulai mendominasi populasi pasangan yang menikah, dan kehadiran mereka membawa sejumlah pergeseran menarik dalam industri pernikahan global.

Riset First Look Report dari Zola mencatat bahwa untuk pertama kalinya, Gen Z menjadi mayoritas responden pasangan yang disurvei, membawa gaya perencanaan yang lebih terinspirasi konten visual dan media sosial dibanding generasi sebelumnya.

Menariknya, data soal jumlah tamu di kalangan Gen Z justru tidak sepenuhnya sejalan dengan narasi "generasi muda ingin pernikahan lebih kecil".

Laporan dari KandePhotobooths justru mencatat rata-rata tamu Gen Z berada di angka 129 orang, lebih tinggi dibanding rata-rata Milenial yang berada di 112 orang dan Gen X yang hanya 90 orang.

Sementara itu, riset terpisah dari Destify mengenai pernikahan destinasi mencatat pola serupa, di mana Gen Z justru mengundang rata-rata 131 tamu dibanding 113 tamu pada Milenial, meski dengan total pengeluaran yang jauh lebih rendah.

Pakar pernikahan Delaney Driver dari Wilder Mind Events menjelaskan bahwa tren intimate wedding di kalangan generasi muda saat ini hadir dengan "intensi yang lebih tinggi".

Menurutnya, pasangan kini lebih banyak memangkas daftar tamu untuk mengalihkan anggaran ke pengalaman bagi orang-orang yang benar-benar hadir, sehingga fokus utama bergeser dari sekadar jumlah kehadiran menjadi kualitas momen yang dirasakan setiap tamu.

Faktor ekonomi turut menjadi pertimbangan penting.

The Knot mencatat rata-rata biaya yang dikeluarkan seorang tamu untuk menghadiri sebuah pernikahan, termasuk perjalanan, akomodasi, pakaian, dan hadiah, mencapai sekitar 580 dolar AS.

Beban inilah yang membuat sebagian pasangan muda kini lebih mempertimbangkan kenyamanan finansial tamu mereka, sekaligus menjelaskan mengapa wacana memangkas daftar tamu terus menjadi perbincangan hangat lintas generasi, meski praktiknya di lapangan belum selalu konsisten dengan data jumlah tamu yang sebenarnya tercatat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.