Jateng

Viral Teror Pocong di Kebumen, Polisi Pastikan Hoaks, Warga Diminta Tak Percaya Video AI

Dody H | 26 Mei 2026, 10:46 WIB
Viral Teror Pocong di Kebumen, Polisi Pastikan Hoaks, Warga Diminta Tak Percaya Video AI
Teror pocong di Kebumen (tangkapan layar) 

JATENG.AKURAT.CO, Isu teror pocong yang belakangan ramai beredar di media sosial dipastikan tidak terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen. 

Kepolisian Resor Kebumen menegaskan berbagai video dan unggahan yang viral sebagian besar merupakan informasi palsu hingga rekayasa artificial intelligence (AI).

Belakangan ini, masyarakat sempat dibuat resah dengan beredarnya video sosok menyerupai pocong yang disebut mengetuk pintu rumah warga sambil membawa senjata tajam. 

Baca Juga: Bansos Mei 2026 Belum Masuk? Cek Status Penyaluran Bansos Tahap Kedua 2026, Warga yang Belum Terima Bisa Cek di Sini

Narasi dalam unggahan tersebut bahkan mengaitkannya dengan aksi kriminal dan teror di permukiman.

Menanggapi keresahan tersebut, 

Kapolres Polres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama memastikan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap berbagai informasi yang beredar di internet.

Menurutnya, hingga kini tidak ditemukan laporan maupun kejadian nyata terkait teror pocong di wilayah Kebumen.

“Untuk wilayah Kebumen sampai saat ini tidak ada kejadian seperti yang ramai di media sosial. Sebagian besar video yang beredar merupakan hoaks atau hasil rekayasa AI,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Senin (25/5/2026).

Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap konten viral yang belum jelas sumber dan kebenarannya. 

Warga diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa tanpa rasa takut berlebihan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk segera melapor apabila menemukan gangguan keamanan maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. 

Laporan dapat disampaikan langsung ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110 milik Polri.

Fenomena video horor bertema pocong memang tengah ramai di berbagai platform media sosial. 

Banyak konten memperlihatkan sosok berkain putih berkeliaran di malam hari dengan narasi menyeramkan yang memicu kepanikan publik.

Namun, kepolisian menilai sebagian besar video tersebut dibuat hanya demi menarik perhatian dan meningkatkan jumlah penonton di media sosial. 

Bahkan, tidak sedikit konten yang dibuat menggunakan teknologi AI sehingga tampak seolah-olah nyata.

Sementara itu, warga Kecamatan Sruweng, Surya Pradikas, menilai masyarakat tidak perlu panik berlebihan menghadapi isu semacam itu.

Menurutnya, jika benar ada seseorang yang sengaja memakai kostum pocong untuk menakut-nakuti warga, gerak pelaku justru akan terbatas sehingga mudah diamankan.

“Kalau memang ada yang memakai kostum pocong untuk membuat takut warga, sebenarnya malah gampang dikenali dan ditangkap karena geraknya terbatas,” kata Surya.

Ia juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
Arixc Ardana