Jateng

Viral! Mobil MBG Ditolak Masuk SMP di Banyumas Gegara Terlambat, Siswa Sudah Bubar

Theo Adi Pratama | 9 Maret 2026, 18:40 WIB
Viral! Mobil MBG Ditolak Masuk SMP di Banyumas Gegara Terlambat, Siswa Sudah Bubar
Menyoroti insiden viral terkait penyaluran makan bergizi gratis (MBG) yang diduga terjadi di SMPN 2 Sokaraja, Banyumas

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah video yang memperlihatkan aksi penolakan terhadap mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Sokaraja, Kabupaten Banyumas, viral di media sosial pada akhir pekan lalu.

Dalam rekaman berdurasi 25 detik yang beredar luas, terlihat sejumlah siswa mengerumuni mobil boks tersebut dan menunjukkan gestur menolak kendaraan itu memasuki area sekolah.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026, dan memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.

Banyak yang menyayangkan insiden ini sekaligus menyoroti kembali persoalan klasik dalam pendistribusian program unggulan pemerintah tersebut, yaitu ketidaktepatan waktu yang berulang kali dikeluhkan di berbagai daerah .

Kronologi Penolakan: Mobil Tiba Usai Siswa Pulang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil distribusi MBG baru tiba di SMPN 2 Sokaraja sekitar pukul 12.30 WIB.

Kedatangan tersebut jauh melampaui jadwal pembagian yang seharusnya.

Akibat keterlambatan ini, para siswa yang telah menunggu cukup lama akhirnya dipulangkan oleh pihak sekolah karena jam pelajaran telah usai.

Ironisnya, tak lama setelah siswa meninggalkan lingkungan sekolah, mobil pengantar MBG justru datang.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari sejumlah wali murid yang masih berada di lokasi untuk menjemput anak mereka.

Mereka meluapkan protes secara langsung kepada petugas pengantar makanan, bahkan petugas satpam sekolah ikut serta dalam aksi penolakan tersebut .

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma'ruf, membenarkan kejadian itu.

"Kemarin posisinya (siswa) sudah pada pulang, tapi yang protes orang tuanya yang sudah pada jemput mungkin sudah nunggu, tapi terlambat (MBG)," jelasnya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan bahwa sebagian makanan tetap disalurkan kepada siswa yang masih tersisa di sekolah atau dibawakan pulang oleh teman yang rumahnya berdekatan.

Dapur penyedia MBG untuk wilayah ini diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pamijen, Sokaraja .

Menu MBG Ramadan Jadi Sorotan Wali Murid

Selain persoalan keterlambatan, menu yang dibagikan dalam momentum Ramadan juga menjadi sorotan tajam.

Menu MBG yang dibagikan saat itu berupa bakpao, telur rebus, dan pisang.

Menu tersebut dianggap oleh sebagian wali murid tidak sebanding dengan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.

Seorang warga setempat yang terekam dalam unggahan media sosial menyayangkan hal ini.

"Bukan tidak bersyukur, tapi ini juga (menu MBG) dari uang pajak masyarakat. Jadi wajar kalau orang tua berharap menu yang diberikan sesuai dengan standar program MBG," ungkapnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebelumnya memang telah mengeluarkan rekomendasi khusus untuk menu MBG selama bulan Ramadan.

Menu yang dianjurkan antara lain makanan kemasan tahan lama seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya.

Untuk peserta didik di sekolah yang mayoritas berpuasa, makanan tetap dibagikan pada jam sekolah, namun untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa .

Harapan Agar Distribusi Tepat Waktu

Dengan adanya peristiwa ini, Plt Kadisdik Banyumas berharap mitra SPPG bisa menepati kesepakatan dengan sekolah penerima manfaat.

"Kita sih memang intinya memohon kepada pengelola SPPG sekiranya pengiriman harus sesuai jadwal yang disepakati pendistribusian. Artinya anak-anak masih di jam sekolah. Karena ini programnya pak Prabowo harus kita sukseskan," pungkasnya .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG atau otoritas terkait mengenai penyebab spesifik keterlambatan distribusi di SMPN 2 Sokaraja.

Namun, besar harapan masyarakat, khususnya wali murid di Banyumas, agar proses distribusi makanan ke depannya dapat berjalan tepat waktu sehingga tidak menimbulkan kegaduhan serupa dan manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak didik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.