Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Jadwal Lengkap Blood Moon Terakhir Hingga 2028!

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda membayangkan melihat Bulan berubah warna menjadi merah darah di tengah malam? Bagi sebagian orang, menyaksikan fenomena langit seperti ini bisa menjadi pengalaman yang membekas seumur hidup—apalagi kalau sampai kelewat karena lupa atau salah sangka waktu. Biar tidak salah waktu, mari kita bahas tuntas tentang Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Fenomena Blood Moon ini bukan sekadar Bulan purnama biasa. Saat gerhana total berlangsung, Bulan akan masuk ke bayangan inti Bumi, membuatnya tampak kemerahan—pemandangan yang selalu bikin takjub siapa pun yang melihatnya. Yang lebih menarik lagi, ini adalah gerhana Bulan total terakhir hingga tahun 2028. Artinya, kalau sampai terlewat, kita harus menunggu hampir dua tahun lagi!
Tapi tenang, untuk wilayah Indonesia, meski tidak bisa mengamati dari awal hingga akhir, kita tetap punya kesempatan menyaksikan fase-fase krusialnya asalkan tahu waktu yang tepat dan cuaca sedang bersahabat.
Apa Itu Gerhana Bulan Total dan Mengapa Disebut Blood Moon?
Secara sederhana, Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Akibatnya, Bulan masuk seluruhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Nah, kenapa warnanya bisa kemerahan? Ini karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya matahari. Spektrum warna biru dihamburkan, sementara warna merah justru diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan. Fenomena inilah yang kemudian populer dengan sebutan Blood Moon atau Bulan Darah.
Perlu dipahami juga, meskipun disebut "darah", tidak ada hal mistis di balik warna ini. Ini murni fenomena optik alamiah yang bisa dijelaskan secara sains. Justru keindahannya terletak pada bagaimana kita bisa menyaksikan mekanisme alam semesta yang menakjubkan tanpa perlu alat bantu apa pun—cukup mata telanjang.
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia
Banyak orang kecewa karena mengira gerhana terjadi tengah malam, padahal Bulan sudah terbenam. Biar tidak salah, catat baik-baik jadwal berikut dalam tiga zona waktu:
Awal fase parsial: 16.50 WIB | 17.50 WITA | 18.50 WIT
Awal totalitas (Bulan mulai merah): 18.04 WIB | 19.04 WITA | 20.04 WIT
Puncak gerhana: 18.34 WIB | 19.34 WITA | 20.34 WIT
Akhir totalitas: 19.02 WIB | 20.02 WITA | 21.02 WIT
Akhir fase parsial: 20.17 WIB | 21.17 WITA | 22.17 WIT
Di Indonesia, kita hanya bisa melihat fase akhir gerhana karena Bulan baru terbit saat gerhana sudah berlangsung. Jadi, siapkan diri Anda mulai sekitar jam 6 sore waktu setempat, dan pastikan pandangan ke arah timur tidak terhalang bangunan atau pohon.
Wilayah Mana Saja yang Beruntung Bisa Melihat Lebih Jelas?
Secara global, wilayah paling beruntung adalah Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Asia Timur. Mereka bisa menyaksikan hampir seluruh fase gerhana dengan sempurna. Sementara di Indonesia, intensitas pengamatan sangat tergantung pada kondisi cuaca dan geografis.
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah terlalu fokus pada waktu puncak, padahal di Indonesia puncak gerhana terjadi saat Bulan baru saja terbit di ufuk timur. Akibatnya, kalau lokasi pengamatan Anda terhadap pohon atau gedung tinggi, momen merah-merahnya bisa terlewat. Jadi, tips dari saya: cari lokasi terbuka seperti pantai atau lapangan yang menghadap timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 2Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 3Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 6Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 7Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta







