Cara Edit Foto AI Jadi Karakter Pop Mart Hirono: Tren Viral yang Wajib Dicoba!

JATENG.AKURAT.CO, Tren edit foto AI memang tidak ada habisnya. Tapi di antara sekian banyak filter dan gaya yang beredar, satu yang belakangan ini benar-benar meledak di media sosial adalah transformasi foto menjadi karakter ala Pop Mart Hirono.
Kalau kamu aktif di Instagram atau TikTok belakangan ini, pasti sudah pernah lihat — foto seseorang yang berubah jadi figurine vinyl mungil dengan kepala besar, mata kosong yang khas, dan nuansa melankolis yang entah kenapa justru terasa menggemaskan.
Itulah ciri khas desain Hirono, karakter ikonik dari Pop Mart yang diciptakan oleh seniman Kang Wang dan kini jadi salah satu koleksi blind box paling dicari di dunia. Kabar baiknya, kamu tidak perlu jago desain atau punya budget besar untuk mendapatkan hasil serupa.
Dengan memanfaatkan teknologi AI image generator dan prompt yang tepat, transformasi foto jadi karakter Pop Mart Hirono bisa dilakukan siapa saja — termasuk kamu yang belum pernah menyentuh software desain sekalipun.
Mengenal Hirono: Karakter Pop Mart yang Bikin Dunia Terpesona
Hirono adalah karakter original yang lahir dari tangan seniman asal China, Kang Wang, dan kini menjadi salah satu ikon terbesar di dunia seni mainan koleksi modern.
Karakter ini pertama kali hadir dalam bentuk blind box — konsep di mana pembeli tidak tahu persis figurine versi mana yang akan didapat sebelum membuka kotaknya. Sensasi kejutan inilah yang sebagian besar mendorong demam koleksinya.
Secara visual, Hirono punya identitas yang sangat kuat dan mudah dikenali. Kepala yang sangat besar dibanding tubuhnya, mata setengah tertutup dengan tatapan kosong ke samping, ekspresi wajah datar yang misterius — semuanya menciptakan kesan 'cute tapi sedih' yang sulit dijelaskan tapi langsung terasa. Inilah yang menjadikan gaya Hirono begitu ikonik dan banyak dicari sebagai referensi edit foto AI.
Di Indonesia sendiri, Pop Mart sudah punya basis penggemar yang cukup besar. Tidak sedikit orang yang rela antre atau berburu di marketplace demi mendapatkan satu figurine Hirono edisi terbatas. Maka wajar kalau sekarang banyak yang ingin mengabadikan diri dalam gaya visual yang sama — meski versinya 'digital' lewat bantuan AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









