Jateng

Aliansi Baru yang Bikin AS Ketar-ketir! Poros Caracas-Teheran-Beijing Gemparkan Amerika Latin, Apa Rencana Mereka Sebenarnya?

Theo Adi Pratama | 11 September 2025, 10:42 WIB
Aliansi Baru yang Bikin AS Ketar-ketir! Poros Caracas-Teheran-Beijing Gemparkan Amerika Latin, Apa Rencana Mereka Sebenarnya?

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah meningkatnya ketegangan global, sebuah aliansi baru yang tak terduga mulai terbentuk di Amerika Latin.

Tiga negara yang sering berhadapan dengan Amerika Serikat—Venezuela, Iran, dan Tiongkok—disebut-sebut sedang membangun "Poros Caracas-Teheran-Beijing."

Aliansi ini, yang digambarkan sebagai respons terhadap tekanan AS, berpotensi mengubah dinamika geopolitik di kawasan tersebut.

Lantas, apa saja yang menjadi motor penggerak kerja sama ini, dan seberapa besar ancaman yang ditimbulkannya bagi dominasi AS?

Kekuatan Militer Iran di Halaman Belakang AS

Kerja sama militer menjadi pilar utama dari aliansi ini. Setelah insiden tewasnya beberapa pelaut Venezuela dalam sebuah serangan, Venezuela meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dengan membeli kapal cepat kelas Zolfar dari Iran.

Kapal-kapal ini, yang dilengkapi rudal anti-kapal buatan Iran, dirancang untuk strategi "serang-dan-lari" daripada pertempuran frontal.

Tak hanya itu, Iran juga memasok teknologi drone canggih ke Venezuela.

Bahkan, ada kekhawatiran bahwa Venezuela bisa menjadi pusat produksi drone kamikaze Iran di masa depan, yang tentunya menjadi ancaman serius bagi AS.

Kedua negara ini memiliki sentimen anti-Barat yang sama kuatnya. Baik Venezuela maupun Iran sama-sama terkena sanksi berat dari AS dan Uni Eropa.

Sanksi ini mendorong mereka untuk mencari kerja sama ekonomi dan militer untuk bertahan dan melawan tekanan dari Barat.

Tiongkok: Mesin Ekonomi di Balik Aliansi

Sementara Iran fokus pada kerja sama militer, Tiongkok memainkan peran sebagai mesin ekonomi.

Tiongkok telah menjadi mitra penting bagi Venezuela, menyediakan pinjaman besar-besaran.

Namun, Tiongkok cenderung berhati-hati dalam memberikan dukungan militer langsung untuk menghindari sanksi AS.

Dukungan Tiongkok lebih terlihat di sektor ekonomi, terutama dalam investasi besar-besaran.

Salah satu proyek terbesarnya adalah pembangunan fasilitas minyak apung baru di Danau Maracaibo, Venezuela.

Proyek ini merupakan kerja sama antara China Concord Resources Corp dan perusahaan minyak Venezuela, PDVSA.

Tujuannya sangat jelas: meningkatkan produksi minyak Venezuela secara signifikan pada tahun 2026.

Ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan Tiongkok-Venezuela didasarkan pada moral, ikatan ekonomi mereka terus menguat.

Tiongkok mendapatkan akses ke sumber daya energi yang kaya, sementara Venezuela mendapatkan modal dan teknologi yang mereka butuhkan untuk mengatasi sanksi.

Ancaman Nyata atau Sekadar Koalisi Isu?

Munculnya poros ini memicu pertanyaan besar: apakah ini ancaman signifikan bagi pengaruh AS di Amerika Latin?

Meskipun kekuatan militer yang diberikan Iran tidak sebanding dengan kekuatan AS, kehadiran Iran di Amerika Latin merupakan sebuah tantangan simbolis dan strategis.

Ditambah dengan kekuatan ekonomi Tiongkok yang terus tumbuh, aliansi ini bisa menjadi batu sandungan yang serius bagi kepentingan AS di kawasan tersebut.

Tentu saja, aliansi ini tidak luput dari tantangan. Sejauh mana Tiongkok akan bersedia mengambil risiko untuk mendukung Venezuela di hadapan AS?

Akankah kerja sama ini bertahan lama atau hanya koalisi yang dibentuk berdasarkan isu-isu sesaat? Waktu yang akan menjawab.

Namun yang pasti, lanskap geopolitik di Amerika Latin kini menjadi lebih kompleks dan menarik untuk disaksikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.