Jateng

Ini 10 Negara dengan Penduduk Berukuran Tubuh Terpendek di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk? Simak ulasannya

Theo Adi Pratama | 8 September 2025, 16:38 WIB
Ini 10 Negara dengan Penduduk Berukuran Tubuh Terpendek di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk? Simak ulasannya

JATENG.AKURAT.CO, Ini 10 Negara dengan Penduduk Berukuran Tubuh Terpendek di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk? Simak ulasan lengkapnya di artikel ini. 

Tinggi badan merupakan salah satu indikator yang kerap dikaitkan dengan faktor genetik, gizi, hingga kondisi sosial ekonomi. 

Rata-rata tinggi badan global tercatat sekitar 166,99 sentimeter.

Baca Juga: Bukan Cuma Tumpukan Batu! Misteri Candi Induk Kedulan, Candi Kuno yang Pernah Terkubur dan Dibangun Ulang

Namun, angka ini berbeda signifikan antarwilayah. Belanda, misalnya, dikenal sebagai negara dengan populasi tertinggi di dunia dengan rata-rata 177,07 sentimeter, jauh di atas rata-rata global. 

Sebaliknya, ada sejumlah negara yang justru memiliki rata-rata tinggi badan sekitar 10 sentimeter lebih rendah dari standar dunia.

Tinggi badan masyarakat di suatu negara umumnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, pola makan, serta kualitas layanan kesehatan. 

Baca Juga: Wali kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Mitra Kios Warga

Negara-negara dengan tingkat malnutrisi tinggi dan keterbatasan akses pangan cenderung memiliki rata-rata tinggi badan yang lebih rendah. 

Hal ini terlihat jelas pada 10 negara berikut yang tercatat memiliki populasi dengan rata-rata tinggi badan terendah di dunia.

Berikut daftar negara dengan penduduk terpendek di dunia dilansir dari laman World Atlas.

Ini 10 Negara dengan Penduduk Berukuran Tubuh Terpendek di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk?. 

1. Timor Leste – 156,42 cm 

Timor Leste menempati posisi pertama sebagai negara dengan rata-rata tinggi badan terendah di dunia, yaitu 156,42 sentimeter. 

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,39 juta jiwa, sebagian besar masyarakat masih bergantung pada pertanian subsisten.

Kondisi ini membuat banyak keluarga mengalami keterbatasan akses makanan bergizi. Tak heran, sekitar 47 persen anak di bawah lima tahun mengalami stunting.

2. Guatemala – 157,64 cm 

Guatemala, negara di Amerika Tengah, memiliki rata-rata tinggi badan 157,64 sentimeter. 

Tingkat malnutrisi kronis masih menjadi masalah serius, bahkan Guatemala termasuk negara dengan prevalensi stunting tertinggi di dunia

Faktor ketimpangan sosial, krisis pangan, dan kemiskinan berkontribusi besar terhadap kondisi ini. 

Baca Juga: Mencicipi Lezatnya Kuliner Apem Kesesi, Kue Tradisional dari Pekalongan, Simbol Tolak Bala dan Syukuran

3. Laos – 157,94 cm 

Laos yang terletak di Asia Tenggara memiliki rata-rata tinggi badan 157,94 sentimeter. 

Dengan populasi sekitar 7,6 juta jiwa, seperempat masyarakat Laos menghadapi kekurangan gizi. 

Nasi ketan menjadi makanan pokok, namun masih banyak keluarga kesulitan memperoleh asupan protein dan mikronutrien.

4. Nepal – 158,38 cm 

Nepal berada di urutan keempat dengan rata-rata tinggi badan 158,38 sentimeter. 

Negara di Asia Selatan ini menghadapi tantangan geografis yang mempersulit akses pangan dan layanan kesehatan. 

Akibatnya, 36 persen anak di bawah usia lima tahun tercatat mengalami stunting

5. Bangladesh – 158,73 cm 

Bangladesh memiliki rata-rata tinggi badan 158,73 sentimeter. 

Dengan jumlah penduduk lebih dari 168 juta jiwa, negara ini juga termasuk salah satu dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia. 

Masalah kerawanan pangan membuat hampir 28 persen anak di bawah lima tahun mengalami hambatan pertumbuhan.

6. Madagaskar – 159,11 cm 

Madagaskar, negara kepulauan di Afrika Timur, memiliki rata-rata tinggi badan 159,11 sentimeter. 

Lebih dari tiga perempat penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan, membuat masalah gizi menjadi isu nasional.

Hampir setengah dari seluruh anak balita mengalami malnutrisi kronis. 

Baca Juga: Kuliner Pindang Tetel, Kelezatan Kuah Hitam Khas Pekalongan yang Menggugah Selera

7. Yaman – 159,59 Sentimeter 

Yaman berada di urutan ketujuh dengan rata-rata tinggi badan 159,59 sentimeter. 

Konflik berkepanjangan, ketidakstabilan ekonomi, dan kurangnya dukungan sosial menyebabkan hampir separuh anak di negara ini mengalami stunting

8. Filipina – 159,69 Sentimeter 

Filipina menempati posisi kedelapan dengan rata-rata tinggi badan 159,69 sentimeter. 

Meskipun pertumbuhan ekonominya meningkat, kemiskinan ekstrem dan kurangnya edukasi kesehatan membuat sepertiga anak balita di negara ini mengalami stunting

9. Mozambik – 159,86 cm  

Mozambik, negara di Afrika Tenggara, memiliki rata-rata tinggi badan 159,86 sentimeter. 

Pola makan masyarakat yang sangat bergantung pada karbohidrat dari jagung dan singkong menyebabkan rendahnya kualitas gizi. 

Sekitar 43 persen anak di Mozambik mengalami malnutrisi kronis.

Baca Juga: Bukan Lemper Biasa! Arem-arem, Kuliner Jajanan Pasar Legendaris Ini Punya Rahasia Isian yang Bikin Kenyang Seharian!

10. Kepulauan Solomon – 159,93 cm 

Kepulauan Solomon, negara kepulauan kecil di Oseania, berada di posisi ke-10 dengan rata-rata tinggi badan 159,93 sentimeter. 

Krisis pangan dan ketergantungan pada hasil pertanian membuat 16 persen peningkatan kasus malnutrisi tercatat dalam dekade terakhir. 

Beruntungnya, dari data diatas Indonesia tidak termasuk di daftar negara dengan penduduk terpendek di dunia. *** 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.