Jateng

Berita Seputar Teknologi: Friendster Siap Kembali, Jejak Masa Lalu yang Kini Hadir dengan Banyak Fitur Menarik

Theo Adi Pratama | 27 Januari 2024, 10:01 WIB
Berita Seputar Teknologi: Friendster Siap Kembali, Jejak Masa Lalu yang Kini Hadir dengan Banyak Fitur Menarik

AKURAT.CO Tekno, Dalam sebuah berita yang mengejutkan, Friendster, salah satu media sosial yang merajai dunia online pada awal 2000-an, mengumumkan bahwa mereka siap untuk kembali dan membuka pendaftaran keanggotaan.

Media sosial yang pernah menjadi fenomena ini mengundang minat pengguna dengan cara yang unik, yaitu melalui pengisian formulir pendaftaran menggunakan alamat email.

Untuk mendapatkan akses awal, pengguna hanya perlu mengakses alamat https://friendster.com/ melalui berbagai perangkat, mulai dari handphone, tablet, hingga laptop atau desktop.

Setelah mendaftar, pengguna kemudian tinggal menunggu pemberitahuan akses melalui email.

Meskipun saat ini belum ada informasi rinci mengenai fitur atau layanan apa yang akan ditawarkan Friendster, situs resmi mereka menyebutkan bahwa tampilan media sosial tersebut telah diremajakan dengan sentuhan kontemporer.

Baca Juga: Peristiwa Sejarah 27 januari: Mengenang Meninggalnya Soeharto, Akhir dari Era Panjang Pemerintahan

"Era Baru Jaringan yang Dipersonalisasi"

Dalam situs Friendster, pengguna disambut dengan kalimat, "Era baru jaringan yang dipersonalisasi. Temukan kembali pesona era awal jejaring sosial, kini diremajakan dengan sentuhan kontemporer.Friendster lebih baik dari sebelumnya dan untuk masyarakat."

Pesan ini memberikan harapan bahwa Friendster akan kembali dengan peningkatan yang signifikan, tetapi rincian lebih lanjut masih menjadi misteri.

Sejarah Friendster

Friendster, yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2002, adalah salah satu pionir dalam dunia media sosial.

Dibuat oleh programer asal Kanada bernama Jonathan Abrams, nama Friendster diambil dari dua kata, "Friend" yang berarti teman, dan "Napster", situs berbagi file musik ilegal yang legendaris.

Pada awalnya, Friendster berhasil mencapai 3 juta pengguna dalam beberapa bulan setelah diluncurkan.

Namun, kepopulerannya tidak berlangsung lama.

Dalam beberapa tahun, Friendster mulai menghadapi persaingan sengit dari platform-platform serupa seperti Ringo.com dan MySpace.

Baca Juga: Sejarah Penting yang Diperingati pada Tanggal 27 Januari: Dari Kiprah Museum Rekor Indonesia Hingga Hari Peringatan Holocaust Internasional

Fitur unik yang ditawarkan oleh Friendster, seperti "testimoni", menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna.

Testimoni memungkinkan pengguna memberikan kesan dan pesan kepada teman-teman mereka, yang kemudian ditampilkan di halaman muka profil pengguna.

Sayangnya, setelah kurang dari dua tahun, Friendster mulai merasakan tekanan dari pesaingnya.

MySpace, yang didirikan pada akhir 2003, menjadi pesaing serius dan mengakibatkan kehilangan pengguna Friendster.

Pada tahun 2009, Friendster berubah menjadi situs permainan sosial di Kuala Lumpur, Malaysia, dan pada tahun 2015, Friendster akhirnya ditutup dan tidak lagi bisa diakses.

Baca Juga: Misteri dan Kesunyian di Jalur Cadas Pangeran, Sumedang: Kisah Mistis di Balik Sunyi Senyapnya Sebuah Jalan

Kini, dengan pengumuman kebangkitannya, Friendster berharap dapat menarik kembali perhatian pengguna dengan sentuhan kontemporer yang mereka janjikan.

Bagi para penggemar dan yang merindukan era awal jejaring sosial, Friendster mungkin menjadi nostalgia yang menyenangkan atau bahkan membawa nuansa baru dalam dunia media sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.