Gibran Hadiri Debat Cawapres Pakai Pin Logo One Piece, Padahal Luffy Adalah Orang yang Menentang Pemerintahan

AKURAT.CO, Gibran hadiri debat Cawapres pakai pin logo One Piece, padahal Luffy sang tokoh utama serial One Piece dikenal sebagai orang yang menentang pemerintahan.
Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka terlihat menggunakan pin berlogo One Piece saat menghadiri acara debat Cawapres pada Minggu 21 Januari 2024.
Dalam video di kanal Youtube KPU RI saat acara Debat Cawapres terlihat Gibran mengenakan kemeja warna biru muda dengan didampingi Capres 02 Prabowo Subianto.
Baca Juga: Gibran Rakabuming, Pakai Pin Logo One Piece dalam Debat Cawapres, Adakah Makna Khusus?
Menariknya pada kemeja yang dikenakan oleh putra pertama Presiden Jokowi itu, terdapat pin kecil yang tersemat di dada kirinya.
Jika dilihat dengan seksama pin tersebut mirip dengan logo bendera Bajak Laut Topi Jerami milik sang tokoh utama cerita One Piece, Monkey D Luffy.
Penampilan Gibran Rakabuming yang muncul saat Debat Cawapres dengan menggunakan pin logo One Piece ini sontak menarik perhatian.
Pasalnya One Piece adalah serial animasi dari Jepang yang banyak digandrungi oleh kalangan anak muda di Indonesia.
Gibran Pakai Pin Logo One Piece, Padahal Luffy adalah Orang yang Dikenal Menentang Pemerintahan
Munculnya Gibran dengan memakai pin berlogo One Piece tentu saja menarik perhatian sekaligus pertanyaan.
Apa maksud Gibran dibalik penampilanya pada acara Debat Cawapres dengen menggunakan pernak-pernik bernuansa One Piece?
Jika dikaitan kontestasi Pemilu 2024 dengan One Piece, kemungkina besar tujuan Gibran muncul dengan gimmick berbau One Piece adalah untuk mengaet suara kalangan muda milenial dan Gen Z yang memang basis pengemar One Piece.
Hal ini sah-sah saja mengingat serial animasi dari Jepang ini memiliki banyak sekali penggemar di Indonesia. Apalagi One Piece pernah tayang di TV Swasta Indonesia sejak awal tahun 2000 an.
Namun ada hal unik dari munculnya Gibran memakai pin One Piece.
Jika dibandingan dengan sang tokoh utama di cerita One Piece, yakni Monkey D. Luffy, kondisinya justru berlawanan dengan apa yang sedang diperjuangkan Gibran.
Saat ini Gibran maju dalam ajang Pemilu Presiden 2024 untuk berebut menduduki jabatan Pemerintahan sebagai Wakil Presiden RI.
Beda halnya dalam cerita One Piece, Luffy justru menentang adanya sistem pemerintahan, yakni Pemerintah Dunia (World Government)
Yang dalam cerita itu digambarkan sebagai sebuah lembaga pemerintahan yang kejam dan tak segan melenyapkan siapapun yang menentang mereka.
Hal ini terlihat di salah satu bagian cerita One Piece, dimana saat itu anggota Bajak Laut Topi Jerami bernama Nico Robin harus ditangkap karena tindakannya ingin membongkar rahasia pada masa lalu di dunia One Piece.
Demi menyelamatkan Nico Robin, Luffy dan krunya berani membakar bendera Pemerintah Dunia dan menyatakan perang kepada mereka untuk menolong salah satu temannya itu.
Terlepas dari hal itu, cerita One Piece banyak menghadirkan pesan moral yang menginspirasi anak muda. One Piece banyak sekali kisah tentang perjuangan meraih impian, persahabatan, kesetiaan dan kepahlawanan.
Baca Juga: SUDAH RILIS One Piece Chapter 1104: Dendam Terbalaskan, Kuma Menghajar Saint Saturn hingga Tumbang
Cerita One Piece dan Semangat Anak Muda Meraih Mimpi
Jika mengulas cerita One Piece, serial ini berasal dari Jepang. One Piece dibuat oleh mangaka bernama Eiichiro Oda dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1997.
Ceritanya tentang perjalanan anak muda bernama Luffy yang ingin menjadi raja bajak laut dan mencari harta karun bernama One Piece.
Baca Juga: SUDAH RILIS One Piece Chapter 1104: Dendam Terbalaskan, Kuma Menghajar Saint Saturn hingga Tumbang
Di sepanjang perjalanan dia juga mengumpulkan anggota untuk berlayar bersama mengarungi samudra bernama Grand Line dan harus mengalahkan para bajak laut yang kuat.
Serial One Piece pertama kali tayang di Indonesia sekitar tahun 2000 di salah satu stasiun TV Swasta.
Hingga saat ini penggemar One Piece sudah banyak di Indonesia, banyak didominasi oleh kalangan milenial dan Gen Z. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










