Jateng

Tsunami Hantam Jepang Usai Gempa Berkekuatan 7.8 Magnitudo, Terjadi 5 Gempa SUSULAN Waspadai Kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Arixc Ardana | 1 Januari 2024, 19:26 WIB
Tsunami Hantam Jepang Usai Gempa Berkekuatan 7.8 Magnitudo, Terjadi 5 Gempa SUSULAN Waspadai Kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

 

AKURAT.CO, Tsunami Hantam Jepang Usai Gempa Berkekuatan 7.8 Magnitudo,  Terjadi 5 Gempa SUSULAN Waspadai Kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 

Hari ini, Senin 1 Januari 2024 Jepang dihantam bencana alam mengerikan ketika gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang wilayah tengah negara Asia Timur.

Gempa dengan Guncangan kuat ini diikuti oleh gelombang tsunami yang menerjang pesisir utara dan pusat Jepang.

Baca Juga: Profil Instagram Twitter TikTok Arya Wedakarna, Senator asal Bali Diduga Rasis Soal Penggunaan Hijab Wanita Muslim

Sejauh ini, peringatan resmi mencatat bahwa gelombang di beberapa tempat bisa mencapai ketinggian 5 meter, meskipun rekor tertinggi yang tercatat hanya sekitar satu meter.

Dikabarkan, jika gelombang setinggi 1,2 meter menerjang pelabuhan Wajiima di prefektur Ishikawa, sementara kota Toyama di Prefektur Toyama melaporkan tsunami setinggi 0,8 meter.

Pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi penduduk di wilayah pesisir Noto di daerah Ishikawa.

Diinformasikan jika banyak bangunan dilaporkan runtuh, terutama di kota Suzu, dekat pusat gempa di wilayah Noto.

Sebanyak 32.500 rumah di prefektur Ishikawa mengalami pemadaman listrik, menciptakan situasi darurat dan meningkatkan kesulitan bagi pihak berwenang dalam memberikan bantuan darurat.

Foto-foto pascabencana menunjukkan dampak gempa pada bangunan-bangunan, termasuk Kuil Onohiyoshi di Kanazawa, prefektur Ishikawa.

Pemerintah Jepang telah memberikan peringatan kepada warga di wilayah yang terkena dampak untuk segera mengungsi ke dataran tinggi.

Baca Juga: Gempa Bumi dan Tsunami Mengguncang Jepang dengan Kekuatan 7,6 Magnitudo

Operator kereta api milik negara, Japan Railways, juga telah menghentikan sementara layanan kereta shinkansen (kereta peluru) antara Tokyo dan Ishikawa.

Dampak Pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Meskipun Jepang dihantam gempa bumi dan tsunami dahsyat, kabar positif datang dari sektor pembangkit listrik tenaga nuklir.

Kansai Electric, operator pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Jepang, menyatakan bahwa pembangkit listrik di wilayah yang terkena dampak masih berfungsi normal.

Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kondisi darurat nasional yang dihadapi oleh negara.

Kansai Electric, yang mengoperasikan sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir, menyampaikan bahwa tidak ada penyimpangan operasional yang dilaporkan.

Reaktor di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik Ohi dan Takahama Kansai Electric Power di Prefektur Fukui, terus berfungsi dengan normal.

Pernyataan ini mungkin meredakan kekhawatiran terkait potensi krisis nuklir di tengah guncangan alam yang parah.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang berperan penting dalam memantau keamanan dan kinerja pembangkit listrik tenaga nuklir di negara ini.

Menurut otoritas tersebut, tidak ada penyimpangan operasional yang dilaporkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk reaktor di wilayah Fukui.

Keberlanjutan fungsi normal ini mencerminkan sistem pengawasan dan keamanan yang ketat yang diterapkan dalam operasi pembangkit listrik nuklir Jepang.

Selain itu, pabrik Shika milik Hokuriku di Ishikawa, yang terletak paling dekat dengan pusat gempa, mengambil tindakan preventif dengan menghentikan dua reaktornya sebelum gempa untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Baca Juga: LINK LIVE STREAMING Konser BTS World Tour Love Yourself Hari Ini Senin 1 Januari 2024, Cek Jadwal Konser BTS World Tour Hari Ini Jam Berapa?

Langkah ini menunjukkan kesiapan dan respons proaktif terhadap potensi risiko.

Sejauh ini, tidak ada dampak yang dilaporkan dari gempa tersebut pada instalasi nuklir ini.

Bencana Tsunami dan Nuklir Akibat Gempa 2011

Tahun 2011 lalu menjadi titik balik dalam sejarah Jepang ketika negeri Sakura dilanda oleh gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter di lepas pantai pesisir timur laut.

Gempa ini diikuti oleh tsunami mengerikan yang menyapu pesisir, menewaskan hampir 18.000 orang dan memaksa puluhan ribu orang untuk mengungsi.

Namun, bencana ini tidak berhenti di sana; tsunami memicu krisis nuklir di pembangkit listrik Fukushima, menyebabkan kecelakaan nuklir paling serius sejak tragedi Chernobyl di Uni Soviet.

Gempa dan tsunami pada tahun 2011 menyebabkan kehancuran besar-besaran dan penderitaan di seluruh Jepang.

Nyaris 18.000 jiwa meninggal, dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal mereka.

Tsunami merusak infrastruktur penting, sementara puluhan ribu orang terpaksa mengungsi, meninggalkan belakangnya desa dan kota yang terhancur.

Tsunami yang menghantam pesisir timur laut juga menciptakan krisis nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant.

Instalasi ini mengalami kegagalan sistem pendingin, menyebabkan melepaskan sejumlah besar radiasi ke lingkungan sekitar.

Baca Juga: Gempa Kuat 7.6 SR Guncang Pantai Barat Honshu, Jepang, Berpotensi Tsunami

Kecelakaan ini dianggap sebagai bencana nuklir paling serius setelah peristiwa Chernobyl pada tahun 1986.

Ribuan orang yang tinggal di sekitar zona terdampak evakuasi dan sejumlah besar tanah pertanian menjadi terkontaminasi.

Pembelajaran dan Perubahan Pasca Bencana

Pemerintah Jepang dan badan-badan internasional belajar dari kejadian tersebut, mempertajam protokol keamanan nuklir dan prosedur evakuasi.

Pengembangan teknologi bantu dan peralatan pencegah kebocoran nuklir juga menjadi fokus utama.

Menghadapi gempa dan tsunami baru-baru ini yang kembali mengguncang Jepang, stabilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terkena dampak telah menjadi perhatian utama.

Meskipun ada kekhawatiran, operator utama, Kansai Electric, memberikan jaminan bahwa pembangkit listrik nuklir di wilayah tersebut beroperasi dengan normal.

Sejak 2011, Jepang telah memperkenalkan perubahan signifikan dalam infrastruktur dan prosedur keamanan. Respons terhadap bencana alam, evakuasi cepat, dan peningkatan sistem peringatan dini menjadi inti dari perubahan ini.

***

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.