Jateng

Kisah Angker serta Misteri Dibalik Kemegahan Mona Fandey House: Sebuah Jejak Masa Kelam dan Tragedi Berdarah di Malaysia

Theo Adi Pratama | 26 April 2024, 15:00 WIB
Kisah Angker serta Misteri Dibalik Kemegahan Mona Fandey House: Sebuah Jejak Masa Kelam dan Tragedi Berdarah di Malaysia

JATENG.AKURAT.CO, Mona Fandey, atau dikenal juga sebagai Mona Fendi, adalah nama yang mengundang rasa ketakutan dan misteri di kalangan masyarakat Malaysia.

Rumahnya, yang kini dikenal sebagai Mona Fandey House, menjadi salah satu tempat yang paling sering disebut-sebut sebagai tempat angker.

Baca Juga: Caldecott Hill: Misteri dan Kisah Angker yang Menyelimuti Bekas Markas Besar Mediacorp, Benarkah Lokasi di Singapura Ini Sangat Angker?

Kehidupan Awal dan Karir Musik Mona Fandey

Sejak usia dini, Nur Maznah Ismail menunjukkan bakat menyanyi yang luar biasa.

Bermimpi menjadi penyanyi terkenal, ia memulai perjalanan musiknya pada tahun 1970-an atau awal 1980-an.

Ia menikah dengan Mohamad Nor Affandi Abdul Rahman, yang berjanji untuk membantunya mencapai impian tersebut.

Maznah bahkan mengganti namanya menjadi Mona Fandey.

Meskipun merilis album studio berjudul "Diana" dengan dana dari Affandi, kesuksesan dalam industri musik tidak kunjung datang.

Pasangan tersebut terpaksa mencari sumber penghasilan lain.

Mona kemudian memutuskan untuk beralih profesi menjadi dukun dan dukun Melayu, memanfaatkan popularitas ilmu sihir pada masa itu di Malaysia.

Dengan layanannya, Mona dan suaminya menarik klien kaya dan berkuasa, termasuk politisi tingkat tinggi, yang membayar mahal untuk jasanya.

Kekayaan pun mengalir deras, memungkinkan mereka membeli properti mewah dan mobil-mobil mewah.

Baca Juga: Apakah Penampakan Misterius di Matilda House Singapura dan Kisah Angker Lainnya Hanya Sebatas Mitos atau Fakta? Ikuti Kisahnya Ini

Tragedi Mona Fandey House

Pada tahun 1993, Mona Fandey, seorang penyanyi yang berubah menjadi dukun, bersama suami dan asisten setianya, melakukan pembunuhan sadis terhadap seorang politisi bernama Mazlan Idris.

Dengan menggunakan ilmu hitam, mereka mengakhiri nyawa Mazlan dengan cara yang mengerikan.

Tubuh Mazlan dimutilasi dan dikubur di halaman belakang rumah Mona.

Hukuman Mati dan Kata-Kata Terakhir

Perbuatan keji ini berujung pada hukuman mati yang dijatuhkan kepada Mona Fandey, suaminya, dan asistennya, Juraimi Hassan, pada tahun 2001.

Namun, sebelum eksekusi, kata-kata terakhir Mona Fandey menyisakan jejak kelam: “Saya tidak akan mati.”

Frasa ini menambah kengerian pada kisahnya dan turut diabadikan dalam sejarah kelam dan cerita rakyat Malaysia.

Baca Juga: Hillview Mansion Singapura: Mengenal Salah Satu Bangunan Megah dengan Nuansa Misteri dan Kisah Angker yang Menyelubungi di Bukit Batok

Misteri dan Kisah Angker

Penduduk setempat percaya bahwa Mona Fandey House dihantui oleh arwah korban dan praktik ilmu hitam yang pernah dilakukan di sana.

Oleh karena itu, demi menghormati para korban dan menghindari potensi bahaya, tempat ini sebisa mungkin dihindari oleh para pengunjung.

Mona Fandey House bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga tempat yang menyimpan kisah tragis dan misteri yang tak terlupakan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.