Jateng

Menteri Pariwisata Batal Diganti, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru Hasil Reshuffle Sore Ini di Istana Negara

Arixc Ardana | 27 April 2026, 15:32 WIB
Menteri Pariwisata Batal Diganti, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru Hasil Reshuffle Sore Ini di Istana Negara
Secara keseluruhan, reshuffle kali ini menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor-sektor strategis seperti lingkungan hidup, pangan, serta komunikasi publik.

JATENG.AKURAT.CO, Spekulasi pergantian Menteri Pariwisata akhirnya tidak terbukti dalam reshuffle kabinet yang digelar di Istana Negara pada Senin (27/4/2026) sore.

Nama Meutya Hafid yang sebelumnya ramai dikabarkan akan dilantik sebagai Menteri Pariwisata, dipastikan tidak masuk dalam daftar pejabat yang resmi dilantik Presiden.

Pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB ini sempat diwarnai beredarnya sejumlah nama calon pejabat baru di berbagai posisi strategis.

Dalam daftar yang beredar sebelumnya, disebutkan beberapa figur yang akan mengisi jabatan penting, antara lain Angga Raka Prabowo sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid sebagai Menteri Pariwisata, serta Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Selain itu, nama-nama lain seperti Hasan Nasbi untuk posisi Utusan Khusus Presiden bidang Komunikasi, Dudung Abdurachman untuk Kantor Staf Presiden, serta Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah juga sempat mencuat.

Posisi Kepala Badan Karantina Nasional pun disebut akan diisi oleh Abdul Kadir Karding.

Namun, hasil resmi reshuffle menunjukkan adanya perubahan dari daftar yang sebelumnya beredar.

Pemerintah mengumumkan sejumlah pejabat baru yang benar-benar dilantik untuk memperkuat kinerja kabinet, terutama di sektor lingkungan hidup, pangan, serta komunikasi pemerintahan.

Dalam pengumuman resmi tersebut, Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Penunjukan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan dan pengendalian dampak ekologis di tengah tantangan perubahan iklim.

Sementara itu, posisi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan dipercayakan kepada Hanif Faisol.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan nasional.

Di lingkaran Istana, Dudung Abdurachman resmi menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Dengan latar belakang militer dan pengalaman kepemimpinan yang kuat, ia diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi program-program prioritas Presiden.

Untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah, Muhammad Qodari ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Peran ini menjadi krusial dalam memastikan penyampaian informasi yang transparan dan efektif kepada masyarakat.

Selanjutnya, Hasan Nasbi dipercaya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, menggantikan nomenklatur sebelumnya sebagai utusan khusus.

Ia akan berperan dalam merumuskan strategi komunikasi Presiden di tengah dinamika informasi yang semakin kompleks.

Di sektor ketahanan hayati, Abdul Kadir Karding resmi menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Jabatan ini memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan, kesehatan hewan dan tumbuhan, serta mencegah masuknya penyakit dari luar negeri.

Daftar Lengkap Pejabat Baru Hasil Reshuffle:

Berikut daftar pejabat yang resmi dilantik dalam reshuffle kabinet terbaru:

  • Jumhur Hidayat – Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

  • Hanif Faisol – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan

  • Dudung Abdurachman – Kepala Staf Kepresidenan

  • Muhammad Qodari – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

  • Hasan Nasbi – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi

  • Abdul Kadir Karding – Kepala Badan Karantina Indonesia

Secara keseluruhan, reshuffle kali ini menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor-sektor strategis seperti lingkungan hidup, pangan, serta komunikasi publik.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan di tengah tantangan nasional dan global yang terus berkembang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.