UPDATE! Ini 5 Kandidat Kuat Pengganti Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran, Termasuk Anak hingga Cucu Ayatollah Terdahulu

JATENG.AKURAT.CO, Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang konstelasi politik di Teheran.
Posisi pemimpin tertinggi merupakan jabatan paling berpengaruh dalam struktur Republik Islam Iran.
Dalam sistem velayat-e faqih — prinsip kepemimpinan oleh ahli hukum Islam (wali faqih) — pemimpin tertinggi adalah otoritas tertinggi politik dan keagamaan negara.
Ia menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata, pemegang keputusan akhir dalam kebijakan strategis, menunjuk pejabat penting di bidang yudisial, militer, dan media, serta memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Majelis Ahli (Assembly of Experts) kini akan memegang peran sentral dalam menentukan sosok pengganti.
Berikut lima nama yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
1. Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei merupakan putra kedua Ali Khamenei dan kerap disebut sebagai kandidat terkuat.
Ia diketahui memiliki pengaruh signifikan di kalangan elite pemerintahan dan IRGC, institusi militer paling kuat di Iran.
Namun, statusnya sebagai anak dari pemimpin sebelumnya menjadi tantangan tersendiri.
Suksesi ayah ke anak dipandang sensitif di Iran, terutama setelah monarki Mohammad Reza Pahlavi digulingkan pada Revolusi 1979.
2. Alireza Arafi
Alireza Arafi adalah ulama senior berusia 67 tahun yang berpengaruh di lingkaran keagamaan Republik Islam.
Ia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli, lembaga yang bertanggung jawab memilih pemimpin tertinggi.
Arafi juga pernah menjadi anggota Dewan Garda (Guardian Council) dan kini menjadi bagian dari Dewan Kepemimpinan Iran yang menjalankan tugas pemimpin tertinggi hingga figur baru terpilih.
Selain itu, ia merupakan imam salat Jumat di Qom, pusat keagamaan utama Iran.
3. Mohammad Mehdi Mirbagheri
Nama Mohammad Mehdi Mirbagheri dikenal sebagai ulama garis keras dan anggota Majelis Ahli.
Ia memiliki pandangan yang sangat kritis terhadap Barat dan saat ini memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di Kota Qom.
Mirbagheri dipandang mewakili spektrum konservatif kuat dalam struktur kekuasaan Iran, yang kemungkinan akan mempertahankan garis kebijakan keras terhadap Barat.
4. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei
Gholam-Hossein Mohseni-Ejei adalah kepala lembaga peradilan Republik Islam Iran saat ini.
Ia ditunjuk langsung oleh Ali Khamenei pada Juli 2021.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Intelijen (2005–2009), jaksa agung, dan wakil ketua Mahkamah Agung.
Mohseni-Ejei dikenal sebagai figur konservatif garis keras yang memiliki rekam jejak panjang di institusi keamanan dan yudisial.
5. Hassan Khomeini
Hassan Khomeini (54 tahun) adalah cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.
Namanya kerap mencuat dalam diskusi suksesi.
Berbeda dari kandidat lain, Hassan Khomeini dikenal memiliki pandangan relatif moderat dan sering diasosiasikan dengan kubu reformis.
Meski belum pernah menduduki jabatan publik strategis, latar belakang keluarganya memberi bobot simbolik yang kuat dalam politik Iran.
Ia sempat mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Ahli pada 2016, namun didiskualifikasi oleh Dewan Garda.
Penentuan di Tangan Majelis Ahli
Proses suksesi kini berada di tangan Majelis Ahli, yang akan memilih pemimpin tertinggi baru. Pilihan mereka akan sangat menentukan arah kebijakan dalam negeri, hubungan luar negeri, serta dinamika keamanan kawasan Timur Tengah.
Dengan ketegangan regional yang meningkat, siapa pun yang terpilih akan menghadapi tantangan berat dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan Iran di tengah tekanan global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 9Kapolda Jateng Tegas: Tak Ada Ampun bagi Polisi yang Bekingi Kejahatan
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional





