Mengenal Sosok Ali Larijani, Kandidat Kuat Pengganti Ayatollah Ali Khamenei

JATENG.AKURAT.CO, Nama Ali Larijani mencuat sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Ayatollah Ali Khamenei dalam dinamika suksesi kepemimpinan tertinggi Iran.
Pengalaman panjangnya di bidang keamanan, diplomasi nuklir, serta posisinya dalam struktur kekuasaan membuatnya dinilai sebagai figur yang memiliki kapasitas untuk memimpin Republik Islam di masa transisi krusial.
Ali Larijani adalah salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Republik Islam Iran yang kini disebut sebagai salah satu figur kunci dalam masa transisi kepemimpinan pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Latar Belakang dan Karier Politik
Larijani lahir pada 3 Juni 1958 di Najaf, Irak, ke dalam keluarga ulama terkemuka Syiah.
Ayahnya adalah seorang grand ayatollah dan anggota keluarga yang memiliki peran penting dalam struktur keagamaan Iran.
Ia memulai kariernya dalam Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebelum beralih ke posisi yang lebih luas di pemerintahan.
Larijani pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) — jabatan yang kembali dipegangnya sejak 2025 setelah sebelumnya menjabat dari 2005 hingga 2007.
Kemudian anggota Pembicara Parlemen Iran (Majles) dari 2008 hingga 2020
Serta sebagai Menteri Kebudayaan, serta direktur lembaga penyiaran nasional Iran (IRIB) yang langsung berada di bawah kendali Pemimpin Tertinggi.
Keberagaman pengalaman ini membuat Larijani menjadi figur moderat konservatif yang mampu menjembatani lembaga religius, militer, dan politik dalam struktur pemerintahan Iran.
Larijani dikenal berperan penting dalam beberapa aspek kebijakan nasional Iran, terutama dalam bidang keamanan dan diplomasi nuklir.
Sebagai kepala SNSC, ia memimpin koordinasi kebijakan keamanan negara dan menjadi tokoh yang banyak tampil di panggung internasional dalam berbagai perundingan.
Penunjukannya kembali sebagai sekretaris SNSC pada 2025 oleh Presiden Masoud Pezeshkian dianggap sebagai sinyal penting dalam struktur keamanan nasional, terutama setelah perang 12 hari dengan Israel dan meningkatnya ketegangan regional.
Pada saat yang sama, Khamenei juga menunjuk Larijani sebagai wakil resminya di SNSC, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap peran strategisnya dalam arah kebijakan nasional.
Larijani sebagai Figur Kunci dalam Transisi Kepemimpinan
Dengan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Larijani kini menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dalam dinamika kekuasaan Iran.
Menurut laporan terbaru, ia berada di garis terdepan dalam daftar figur yang dipertimbangkan untuk mengambil alih kepemimpinan negara dalam situasi darurat, jika komunikasi negara terganggu atau jika diperlukan figur transisi sementara sebelum pemilihan pemimpin tetap dilakukan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts).
Larijani sering dipandang sebagai jembatan antara lembaga militer dan ulama, sekaligus figur berpengalaman yang memiliki legitimasi politik luas.
Ini membuatnya menjadi kandidat kuat untuk peran sementara atau lebih besar saat Majelis Ahli menetapkan pemimpin baru.
Namun, penting dicatat bahwa meskipun Larijani menjadi tokoh penting dalam struktur transisi, penetapan Pemimpin Tertinggi berikutnya tetap berada di tangan Majelis Ahli, dan saat artikel ini diterbitkan belum ada pengumuman resmi bahwa ia adalah pengganti langsung Khamenei.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






