Jateng

Berbeda dengan Artis Perempuan, Sebagian Artis Laki-laki Tak Mampu Mendulang Suara di Pemilu 2024

Theo Adi Pratama | 24 Februari 2024, 12:05 WIB
Berbeda dengan Artis Perempuan, Sebagian Artis Laki-laki Tak Mampu Mendulang Suara di Pemilu 2024

AKURAT.CO, Para artis sedianya diprediksi bakal menjadi pendulang suara di Pemilu 2024. Namun kenyataannya sejumlah artis laki-laki tidak berhasil meraih jumlah suara besar di Pemilu 2024.

Berbeda dengan artis perempuan yang lebih mudah merebut simpati pemilih. Popularitas artis laki-laki ternyata belum cukup menghasilkan suara dengan mudah.

Artis laki-laki perlu modal besar dan usaha yang besar untuk meyakinkan pemilih.

Bahkan Dede Sunandar yang telah menjual dua buah mobilnya, hanya mampu mendulang hanya 10 suara.

Inilah rangkuman sederet artis yang gagal jadi pendulang suara di Pemilu 2024.

Baca Juga: Caleg Perempuan Suara Terbanyak di Pulau Jawa, Ada Mantan Istri Prabowo, Mulan Jameela Paling Buncit

Dede Sunandar

Komedian Dede Sunandar ikut meramaikan caleg artis yang bertarung pada Pemilu 2024.

Dede Sunandar yang maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Perindo baru memperoleh 10 suara.

Ia bertarung di Dapil 5 Kota Bekasi yang meliputi Bekasi Barat dan Pondok Gede

Sementara itu, Partai Perindo baru mendapatkan 73 suara (1,28 persen) Pileg DPRD Kota Bekasi dari Dapil Bekasi 5.

Aldi Taher

Komedian Aldi Taher juga mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI yang diusung Partai Perindo.

Berdasarkan hasil perolehan suara sementara eeal count KPU, caleg artis di Dapil Jabar VII Aldi hanya memperoleh 977 suara.

Baca Juga: Mengenal dan Mengulik Isuzu Panther: Sejarah Perjalanan Sang Legendaris Mobil Raja Diesel

Vicky Prasetyo

Artis Vicky Prasetyo juga diprediksi gagal ke Senayan.

Dari real count sementara KPU, Vicky Prasetyo yang maju dari Perindo baru mendapatkan 1.789 suara. Ia maju dari dapil Jawa Barat VI.

Carla Yules

Ia maju dari Perindo mewakili dapil Jakarta II yang merupakan dapil neraka. Hanya saja, perolehan suara Carla Yules sampai saat ini masih di bawah 1.000, tepatnya 967.

Farhat Abbas

Caleg lain yang sulit lolos ke Senayan adalah pengacara Farhat Abbas.

Maju dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), ia baru mendapatkan suara 224.

Selain itu, PKN juga termasuk salah satu partai yang diprediksi tak lolos ke DPR karena parliamentary threshold.

Baca Juga: Mitos Mengenai Sosok Nyai Ronggeng: Kisah Misteri yang Tersembunyi Dibalik Jalan Pius, Tegal

Dedy Miing Gumelar

Di antara caleg partainya, komedian Dedy Miing Gumelar memang memperoleh suara yang tertinggi yaitu 1.006.

Hanya saja, partainya, yaitu Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) masuk dalam partai yang diprediksi tak lolos ke parlemen. Sehingga peluang Miing menjadi anggota DPR RI, cukup sulit.

Noorman Camaru

Caleg artis dari PKB lain yang diprediksi tak bisa ke Parlemen adalah Noorman Camaru. Mantan anggota kepolisian ini baru mendapatkan suara 1.316 di dapil Gorontalo.

Sebagai catatan hasil real count dari KPU tersebut terus berpogres. Hasil yang ditampilkan KPU ini merupakan hitung langsung (real count), tapi bukan hasil akhir Pemilu 2024.

Proses penghitungan suara oleh KPU masih berjalan untuk menentukan jumlah kursi yang diperebutkan para caleg.

Baca Juga: Jadwal Premier League Pekan Ini untuk Tanggal 22 - 27 Februari 2024, Disiarkan di SCTV dan Platform Online Lainnya

KPU menyatakan publikasi form model C/D hasil adalah hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan memudahkan akses informasi publik.

KPU juga menyatakan penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Proses penghitungan suara pemilihan anggota legislatif (pileg) 2024 masih berlangsung. Sehungga perolehan suara bagi para calon anggota legislatif (caleg) pun masih bisa berubah.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.