Ganjar Blusukan ke Pasar Wonogiri, Dengar Keluhan Harga Beras dan Cabai yang Melonjak Tinggi

AKURAT.CO, Calon Presiden 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo, kembali melaksanakan blusukan untuk bertemu langsung dengan rakyat.
Kali ini, Ganjar menyambangi Pasar Kota Wonogiri untuk mendengarkan keluhan pedagang dan pembeli terkait lonjakan harga-harga kebutuhan pokok yang meresahkan.
Kehadiran Ganjar di Pasar Wonogiri langsung menarik perhatian ribuan pedagang dan pembeli. Mereka bergerombol untuk menyambut mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Selain memberikan sapaan, bersalaman, dan berfoto bersama, warga, terutama para ibu-ibu, menyampaikan keluhan mereka terkait kenaikan harga-harga.
"Pak, gimana ini pak, harga-harga semuanya mahal. Beras mahal, cabai naik, bawang merah dan bawang putih naik. Tolong pak, bantu kami rakyat kecil," teriak seorang warga.
Ganjar dengan sabar mendengarkan keluhan-keluhan tersebut.
Ia menanyakan satu persatu harga kebutuhan pokok baik kepada pedagang maupun pembeli.
Dari inspeksi mendadak Ganjar, terungkap bahwa sejumlah harga kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Harga beras yang semula Rp10.000 kini melonjak menjadi Rp13.000 sampai Rp16.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabai rawit, yang semula Rp70.000 per kilogram, kini mencapai Rp78.000 sampai Rp80.000 per kilogram.
"Bawang merah dan bawang putih juga naik pak. Bawang merah dulu Rp35.000 dan bawang putih Rp32.000, sekarang sudah Rp40.000. Telur dan ayam juga naik," ungkap Holy (43), salah satu pedagang.
Kenaikan harga ini, menurut para pedagang dan pembeli, telah berlangsung cukup lama. Khusus untuk beras, harga sudah mengalami kenaikan sejak enam bulan lalu.
"Sudah lama pak, sudah enam bulan lebih. Tolong pak, diturunkan harganya, kalau tinggi begini, rakyat yang kesulitan," tambah Nevi (30), seorang warga.
Ganjar mencatat semua keluhan masyarakat terkait kenaikan harga-harga tersebut.
Ia juga menyempatkan diri ngopi di warung tengah pasar sambil mendengarkan curhatan masyarakat. Keluhan yang serupa juga disampaikan, khususnya tentang harapan agar harga kebutuhan pokok dapat distabilkan.
"Saya melihat ada masalah serius terkait ini, ini memang harus segera dikendalikan. Pengalaman saya dulu sebagai gubernur, yang seperti ini langsung cepat ditindaklanjuti.
Saya akan berkoordinasi dengan daerah lain agar stok aman, Tim TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) harus bergerak, dan jika tidak, maka intervensi harus dilakukan dengan operasi pasar," tegas Ganjar.
Dari berbagai kenaikan harga, Ganjar menyoroti khususnya terkait harga beras.
Selain naik tinggi, kenaikan ini juga telah berlangsung lama, lebih dari enam bulan menurut keterangan pedagang dan masyarakat.
"Sepertinya ada hubungannya dengan produksi beras yang turun karena pupuk langka. Maka ke depan, kami akan memastikan pupuk tersedia, termasuk pupuk bersubsidi yang harus ditambah, dan penyalurannya diawasi agar tepat sasaran," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









