Wujudkan Pemilu yang Inklusif di Jateng, Ini Upaya Bawaslu Jawa Tengah

AKURAT.CO SEMARANG - Partisipasi pemilih disabilitas didalam Pemilu 2024 ada sekitar 108.751 orang, atau meningkat sekitar 66 persen dari pemilu 2019.
Bawaslu Jateng pun menilai perlu adanya komunitas atau perkumpulan yang ada di Jawa Tengah, untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu 2024 mendatang.
Termasuk dari komunitas disabilitas yang ada di Jawa Tengah.
Baca Juga: Liga 2, Duel Tim Pantai Utara Jateng Berikut Persiapan Persipa Kontra Persijap
"Bawaslu sangat membutuhkan kontrol dari berbagai pihak untuk mengawal jalanya pemilu 2024 berjalan dengan baik. Silahkan menyampaikan usulan, gagasan, dan diskusi dalam forum agar menciptakan Pemilu 2024 yang inklusif dan bermartabat," papar Ketua Bawaslu Jawa Tengah Muhammad Amin, disela kegiatan di Semarang, Rabu 13 September 2023.
Dijelaskan, Undang-undang memberikan jaminan disabilitas yang memiliki kesempatan sebagai pemilih, sebagai calon anggota DPR, anggota DPD, calon presiden/wakil presiden, dan penyelenggara pemilu.
Amin menuturkan, inklusif dimaknai dengan pemilu terbuka seluas-luasnya yang memberikan akses tanpa hambatan, sebab sejatinya pemilu itu pesta demokrasi, pesta adalah bagaimana masyarakat menyambut bersuka ria.
Baca Juga: Pemain Asing PSCS Cedera Akibat Kondisi Stadion Wijayakusuma Tak Rata dan Berlubang
"Ini salah satu upaya kami dari Bawaslu Jawa Tengah agar nanti di Pemilu 2024 memberikan satu layanan lebih," lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Kadiv SDM dan Litbang, M. Taufiqurrohman, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas tersebut.
"Inklusif merupakan mengikutsertakan semua, oleh karena itu kita ajak semuanya untuk menjadi bagian dari proses Pemilu di negara kita, maka tidak ada satupun warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih yang diabaikan," terangnya.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Walisongo Diajak Jadi Pengawas TPS Oleh Bawaslu Kota Semarang
Selain itu, Taufiq juga menyampaikan bahwa KPU ingin memastikan dan pastikan bahwa tidak ada hambatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam Pemilu.
"Berpartisipasi itu bisa sebagai pemilih, penyelenggara, ataupun peserta," lanjutnya.
Tidak cuma itu, semua proses pemilu yang dilakukan oleh KPU juga memperhatikan aksesibilitas.
Baca Juga: Konferwil PWNU Jateng Ditunda, Dukungan Kepada Kiai Rofiq Menggema di Banjarnegara
"Seperti ketika KPPS kami membangun TPS, apakah tempatnya mudah diakses atau tidak. itu bagian dari perhatian kita dalam hal Inklusifitas, terutama kepada penyandang disabilitas," terangnya.
Terdapat 15 komunitas/perkumpulan yang terdapat di Jawa Tengah yang dapat menghadiri dan bersilatuhmi sekaligus sosialisasi acara dengan tema mewujudkan pemilu inklusif oleh Bawaslu Jawa Tengah. *
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









