Jateng

BYD Buktikan Keunggulan Teknologi Dual Mode, Terbukti Irit BBM Efisiensi Capai 65 Km per Liter

Arixc Ardana | 15 Juni 2026, 23:46 WIB
BYD Buktikan Keunggulan Teknologi Dual Mode, Terbukti Irit BBM Efisiensi Capai 65 Km per Liter
Melalui BYD M6 DM, BYD menawarkan teknologi Dual Mode solusi kendaraan hybrid yang irit energi, nyaman digunakan sehari-hari, serta andal untuk perjalanan jarak jauh.

JATENG.AKURAT.CO, Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Namun, tantangan berupa keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah daerah masih menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik sepenuhnya.

Menjawab kondisi tersebut, PT BYD Motor Indonesia menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu sistem kendaraan yang efisien dan fleksibel.

Komitmen tersebut dibuktikan langsung melalui kegiatan BYD M6 DM Media Challenge dan Test Drive yang digelar di Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Dalam kegiatan ini, BYD memperlihatkan kemampuan teknologi Dual Mode melalui pengujian di berbagai karakter jalan, mulai dari jalur perkotaan hingga medan menanjak dan berliku.

Pengujian dilakukan dengan rute yang dimulai dari dealer BYD Haka Semarang menuju kawasan wisata Kopeng di Salatiga, kemudian berlanjut ke kawasan Kopi Banaran Tuntang sebelum kembali ke Semarang.

Rute tersebut dipilih untuk menggambarkan kondisi perjalanan yang umum ditemui masyarakat sehari-hari sehingga hasil pengujian dinilai lebih realistis.

Dalam kesempatan itu, para jurnalis yang menjadi peserta tidak hanya mencoba langsung performa kendaraan, tetapi juga mengikuti kompetisi efisiensi energi serta tantangan keterampilan mengemudi.

Hasilnya, teknologi Dual Mode mampu menunjukkan efisiensi penggunaan bahan bakar hingga sekitar 65 kilometer per liter dengan potensi jarak tempuh lebih dari 1.100 kilometer dalam satu siklus perjalanan.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi Dual Mode dirancang untuk menjadi solusi praktis bagi masyarakat Indonesia yang membutuhkan kendaraan hemat energi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada stasiun pengisian kendaraan listrik.

Menurut Luther, kondisi geografis Indonesia yang luas dengan tingkat pemerataan infrastruktur kendaraan listrik yang masih berkembang menjadi salah satu alasan utama BYD menghadirkan teknologi tersebut.

“Teknologi ini memberikan efisiensi yang tinggi sekaligus menghadirkan rasa aman bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh maupun tinggal di daerah yang fasilitas pengisian dayanya masih terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Jawa Tengah menjadi kota ketiga yang dipilih untuk pembuktian teknologi Dual Mode setelah sebelumnya diperkenalkan melalui kegiatan serupa di Jakarta dan Medan.

Dijelaskan sistem Dual Mode bekerja secara otomatis dengan memilih sumber tenaga yang paling efisien berdasarkan kondisi berkendara.

Menurutnya, pengemudi tidak perlu melakukan pengaturan khusus karena seluruh proses dilakukan oleh sistem kendaraan.

Saat kendaraan digunakan di kawasan perkotaan, tenaga listrik akan lebih dominan digunakan sehingga konsumsi bahan bakar menjadi sangat minim.

Sebaliknya, ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh, sistem akan mengombinasikan tenaga listrik dan mesin bensin agar performa tetap optimal tanpa kekhawatiran kehabisan daya baterai.

“Teknologi ini dirancang agar pengguna cukup berkendara seperti biasa. Sistem akan mengatur sendiri kapan menggunakan motor listrik dan kapan mesin bensin bekerja demi menjaga efisiensi terbaik,” katanya.

Ia menambahkan, keunggulan utama teknologi Dual Mode terletak pada tiga aspek penting, yakni efisiensi energi yang tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta emisi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan konvensional.

Selain memperkenalkan teknologi DM, BYD juga membawa produk terbaru mereka, BYD M6 DM, yang menjadi kendaraan hybrid terbaru untuk pasar Indonesia.

Kehadiran model ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan keluarga yang hemat bahan bakar, tangguh, dan mampu digunakan dalam berbagai kondisi perjalanan.

Luther mengungkapkan bahwa secara global teknologi Dual Mode telah menjadi salah satu kekuatan utama BYD.

Dari total sekitar 16,5 juta kendaraan yang telah dipasarkan BYD di seluruh dunia, hampir separuhnya merupakan kendaraan yang menggunakan teknologi DM.

“Kami melihat Indonesia berada pada fase yang tepat untuk menerima teknologi ini sebagai jembatan menuju era kendaraan elektrifikasi yang lebih luas,” jelasnya.

BYD menilai tidak semua konsumen siap langsung beralih ke kendaraan listrik murni.

Faktor infrastruktur, kebiasaan penggunaan kendaraan, hingga pertimbangan efisiensi biaya masih menjadi alasan sebagian masyarakat memilih kendaraan hybrid sebagai alternatif.

BYD M6 DM hadir dalam lima pilihan varian, yaitu Standard, Superior Standard, Classic, Advance Superior, dan Premium.

Secara nasional, kendaraan tersebut dipasarkan dengan rentang harga mulai Rp298 juta hingga Rp380 juta, tergantung varian yang dipilih.

Antusiasme masyarakat terhadap model ini disebut cukup tinggi sejak harga resminya diumumkan.

BYD mencatat jumlah peminat telah mencapai ribuan orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk mendukung pertumbuhan pasar tersebut, BYD terus memperluas jaringan layanan purnajual.

Saat ini perusahaan telah memiliki sekitar 90 showroom yang dilengkapi fasilitas servis untuk kendaraan listrik maupun hybrid.

Luther menegaskan seluruh jaringan tersebut telah dipersiapkan sejak awal agar mampu memberikan layanan yang optimal bagi seluruh pengguna kendaraan BYD.

Di wilayah Jawa Tengah, performa penjualan BYD juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Dari sekitar 1.600 kendaraan listrik yang beredar di wilayah tersebut, BYD menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar.

Kepercayaan konsumen yang terus meningkat mendorong perusahaan untuk memperluas jaringan dealer di berbagai kota.

Saat ini BYD telah hadir di Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Dalam waktu dekat, perusahaan juga berencana menambah sejumlah titik pemasaran baru.

Bahkan pada 17 Juni 2026, BYD dijadwalkan membuka empat showroom baru secara bersamaan di Jawa Tengah sebagai bagian dari strategi memperkuat penetrasi pasar dan meningkatkan layanan kepada konsumen.

Melalui pembuktian langsung di jalan raya Jawa Tengah, BYD ingin menunjukkan bahwa teknologi Dual Mode bukan sekadar konsep kendaraan hemat energi, melainkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.